Bab 8 Telat Beli Tiket

1064 Kata
Cinta itu bisa datang dengan sendirinya tanpa mereka sadari tapi sekuat apapun cinta pasti akan merasakan sakit yang begitu dalam. Dan perasaan Andra sekarang masih sama sampai dia membuat lagu khusus untuk perasaan hatinya saat ini. Dia juga sibuk bernyanyi karena sebentar lagi konsernya akan diadakan. "Andra!" Panggil Jeana dari ambang pintu membawa nampan berisi biskuit matahari dan secangkir teh hangat. "Masuk aja Je." Jeana yang dipersilahkan langsung masuk dan menaruh makanan itu di atas meja lalu dia memperhatikan Andra yang sedang menyanyi tak heran banyak orang yang menyukai suara vocalnya yang tinggi. Bukan suaranya saja yang bikin semua orang terpana tetapi ketampanannya saja sudah bikin kaum hawa terpesona. "Kenapa gak balik ke Korea aja?" Tiba-tiba saja terlintas dipikiran Jeana, karena menurutnya Andra lebih baik berada di Korea Selatan karena bisa saja Andra keterima di salah satu agensi dan bisa saja dia dijadikan sebagai boygrup. "Kalau itu aku gak bisa karena aku lebih suka karirku di sini." Jeaan menghela nafas pasrah, dia tidka bisa memaksakan kehendak sahabatnya yang satu ini. Andra juga masih mikir-mikir kalau ia jadi pulang ke tempat ia dilahirkan maka dia akan tetap di sana dan memberhentikan karirnya di tanah air. Beberapa Jam kemudian barulah Andra ke tempat acara konsernya yang dibuat sangat besar tak hanya itu tempat kursi penontonnya pun cukup banyak. Ada juga tempat VIP dan Andra ingat kalau Yura menginginkan tempat itu. "Kira-kira kapan dibuat tiket konsernya pak?" Andra hanya memastikan tiket masih banyak sebelum kehabisan. "Sekarang saya buat Andra, tapi tumben kamu tanya soal tiket apalagi mengurusi ini semua." Managernya saja terkejut mendengar pertanyaan Andra yang memang dari dulu tidak pernah mempertanyakan hal yang tidak penting dan lebih fokus terhadap lagunya yang ia nyanyikan. "Ohh itu sih..." "Udah saya tau kok kamu itu lagi deket sama penyanyi asal Korea Selatan itu kan?" Tentu saja Andra kaget karena mendengar rumor ini lagi, sudah berapa kali ketahuan tapi Andra bilang mereka itu bersahabat tidak lebih. "Bukannya aku udah kasih tau kalau dia itu sahabat aku doang tapi rumor itu muncul lagi?" Andra penasaran aja siapa yang menyebarkannya kalau pun dia adalah orang jahat tapi siapa yang berani melakukannya. "Iya di semua web banyak beritanya." Manager pun memperlihatkan foto di handphone miliknya dan Andra menghela nafas lelah. "Udah berapa kali sih aku harus bilang dia sahabatku dan sekarang dikirain pacaran lagi, hadeh." "Tapi yang namanya Sahabat itu bisa aja nimbul benih cinta." Manegernya itu tersenyum tapi dia tau kalau Andra tipe orang yang tidak memandang perempuan setengah mata. "Bener kok dia cuman sahabat Andra aja, memang anaknya agar bar-bar sih." Manager pun tertawa melihat Andra yang menceritakan tentang Jeana yang dari dulu belajar bela diri dan juga anaknya memang bar-bar dari dulu. "Pak kalau bisa sisakan 2 tiket VIP." Andra langsung booking tiket VIP karena dia tau Yura itu memang sering sekali datang ke konsernya tapi dia tidak pernah nyadar kalau dirinya pernah di notice. "Oke." # "Yura!" Panggil Cana sambil teriak dari luar sampai dalam ruangan dan Yura pun menoleh ke arah suara. "Bisa gak sih ngausah teriak, aku lagi fokus nih melihat hasil penjualan lukisan aku." Gerutu Yura, dia gak bisa di ganggu saat fokusnya terganggu. "Iya maaf, tapi aku dapet info." "Info apa?" Tanya Yura tanpa penasaran sedikit pun. "Coba tebak deh." Ini malah Yura disuruh main tebak-tebakan udah tau Yura sedang sibuk. "Aku males nebak, kalau gak penting kamu keluar." "Jahat sekali padahal aku kesini itu cuman mau bilang tiket konser Andra udah dibuat dan sekarang banyak orang yang mau beli lho." Yura pun tersenyum dan melompat kegirangan. "Kalau begitu langsung beli." Baru saja Yura bilang itu tetapi saat mendapatkan rumor lagi soal gadis bernama Jeana itu membuatnya murung lagi. "Kenapa?" Tanya Cana dan Yura menyerahkan benda pipih panjang itu kepada Cana. "Udahlah jangan dipikirin kalau emang mereka punya hubungan khusus harusnya udah dari dulu mereka klarifikasi." "Iya sih tapi kan..." "Udah deh jangan cemburu gitu." Cana tau aja perasaan Yura saat ini tapi memang Yura tidak bisa mengatakannya dan Cana tau sendiri seperti apa Yura itu. Hingga menjelang sore Yura pun sudah selesai dengan semua berkas menumpuk yang ada di atas mejanya. "Ayo, kita pergi beli na." Ajak Yura yang tak sabar mendapatkan tiket itu walaupun dia sudah biasa membelinya. "Maaf ra, tiketnya udah keburu habis." Saat itu juga Yura ingin menangis, bagaimana bisa tiket yang sebanyak itu cepat habis. "Yang benar aja sih, padahal tadi itu masih banyak itu tiket kok pada gercep semua." Kesal Yura mau tak mau dia harus menonton konser online walaupun rasanya tidak sama seperti menonton konser. Sampai rumah pun kesalnya masih sama, tak lama kemudian benda pipih panjang itu berdering memperlihatkan nama Andra dan Yura langsung mengangkatnya. Tak lupa mengucapkan salam. "Besok kamu jadi kan ke konserku?" Tanya Andra dia tau Yura sibuk saat ini dan pastinya gadis ini terlambat membeli tiket konsernya. "Keburu habis." Keluh Yura padahal dia pengen banget liat Andra tampil di hadapannya apalagi sekarang dia mulai dekat dengan Andra. "Kamunya sih kurang cepat." "Iya mau gimana lagi aku sibuk banget makanya aku gak bisa pergi beli." "Yaudah gak apa-apa, aku udah sisain tiket VIP kok." Ini Yura gak salah denger?kalah tiketnya masih ada. "Kamu gak salah denger kok." Saat itu juga Yura bahagia dan kegirangan apalagi yang di seberang sana juga tersenyum bahagia. "Yaudah aku matiin dulu, aku masih sibuk untuk mempersiapkan semuanya." "Oke, makasih ya." Panggilan pun di akhiri salam dan Andra mematikan sambungan telpon yang masih tersenyum. "Senyam senyum terus ketawa, gak jelas" Suara Jeana membuat Andra menoleh. "Biarin." Setelah mengatakannya Andra langsung pergi meninggalkan Jeana yang menggelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya. Tapi Jeana juga penasaran dengan Andra dan ada sesuatu yang disembunyikan karena akhir-akhir ini Andra terlihat aneh tapi Jeana juga tau kalau besok adalah konsernya Andra. "Pasti anak itu sekarang sedang sibuk mengurung dirinya di ruang musik, aku samperin aja kali ya." Jeana pun ke dapur untuk membuatkan teh hangat untuk Andra tapi saat ia mengantarkannya, tiba-tiba saja Arga membuka pintu kamar lalu meminum teh hangat itu. "Eh itu buat Andra, kok lo yang minum sih." Kesal Jeana. "Gue haus makanya gue minum toh juga buat apa lo buatin itu anak minuman dia itu udah gede bisa buat teh sendiri." Jeana gak abis pikir sama Arga padahal dia tau adiknya itu lagi sibuk buat konsernya besok harus dia tau adiknya itu pasti lelah. Arga bukannya tidak memperhatikan adiknya itu tapi dia cemburu karena dia menganggap Jeana itu lebih dari seorang sahabat.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN