Yura tidak bisa apa-apa di dalam sini apalagi dia hanya berdiam saja tidak bisa yang ia lakukan dan berharap seseorang bisa mengeluarkannya dari sini. Yura udah pasrah aja dan juga kedua orang tuanya lebih dulu meninggalkannya toh juga dia sendiri di dunia ini. Dikelilingi oleh orang jahat yang bisa saja membuat Yura celaka.
"Harus apalagi yang aku lakukan, aku tidak bisa nyerah begitu aja walaupun banyak orang yang ingin berbuat jahat tapi kenapa harus aku sasarannya?" Yura tidak habis pikir dengan orang-orang yang menyakitinya entah itu siapa Yura tidak tau.
Ceklek...
Pintu terbuka menampakkan lelaki bertubuh kekar bertopi hitam sambil menunduk membawa nampan diatasnya ada makanan dan minuman. Memang makanan ini yang selalu diberikan oleh para penjaga dan tentunya setelah selesai makan mereka tertidur karena di dalam makanan itu terdapat obat tidur, Yura pun menyadarinya. Saat pertama kali memakannya.
"Tenang makanan ini saya tidak taruhkan obat tidur." Lelaki itu menaruh makanan di atas meja.
"Terserah kamu percaya atau tidak tapi jika kami ingin keluar lewat pintu belakang saja." Apa aku harus memepercayainya?. Batin Yura.
"Untuk apa kamu membantuku? padahal kamu sama saja seperti penja..." Dan lelaki itu pun mendongak menatap gadis dihadapannya ini.
"Dimas!"
Lelaki bernama Dimas itu pun tersenyum seraya mengelus puncak kepala Yura.
"Kamu boleh kabur dari sini tanpa menemui kak Naya dan jangan kamu bawa polisi kemari atau kamu yang akan di tangkap lagi."
"Oke tapi aku cuman mau tau siapa culik aku?"
"Nanti kamu tau sendiri, ya sudah kamu makan dulu tunggu semua penjaga tidur baru kamu boleh keluar."
"Oke...btw makasih Dimas."
"Ya sama-sama."
Malam pun tiba Yura pun keluar dari ruangan bawah tanah dan benar saja saja semua penjaga tertidur pulas rasanya Yura ingin menemui Naya padahal dia ingin kabur berdua tapi
mau gimana lagi dia harus keluar sendiri tanpa di tau oleh siapapun kecuali Dimas lelaki musisi yang sama seperti Andra.
Yura pun berjalan perlahan-lahan menuju pintu belakang yang memang letaknya cukup jauh karena harus melewati ruangan-ruangan yang sangat banyak entah didalamnya ada apa. Yang penting Yura bisa keluar dari sini.
Yura pun berhasil keluar dari pekarangan gedung tempatnya di sekap tapi hatinya tak tenang karena dia meninggalkan wanita baik itu.
Yura pun menuju halte bis walaupun sudah malam masih ada bis yang datang. Dan untungnya di tasnya masih ada uangnya tetapi ponselnya di ambil oleh lelaki bertopeng hitam itu.
Yura tidak pulang kerumah melainkan kerumah ayahnya yang dulu dan tempatnya pun kecil karena saat itu ayahnya bangkrut lalu Yura pun yang berusaha keras untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari.
"Untuk hari kedepannya aku tidak ke Gallery Rose dulu dan terus awasi semua yang ada disana kalaupun ada seseorang yang mencurigakan tolong hubungi saya." Ucap Yura dengan seorang sekretarisnya di salah satu telpon umum dekat dengan tempat tinggalnya.
"Baik bu."
Setelah itu Yura mematikannya dan kembali pulang ke rumah. Yura tidak menelepon Cana karena masalah ini belum selesai nanti ada saatnya Yura akan menceritakannya semuanya.
#
"CARI GADIS ITU SAMPAI DAPAT!" Lelaki itu sangat marah apalagi saat keruangan bawah tanah dan tidak menemukan Yura di sana.
Semua penjaga pun keluar dan mencari Yura tapi nihil mereka tidak menemukannya. Lelaki bertopeng itu pun menelepon seseorang.
"Yura kabur."
"Hah?lo gimana sih jaga satu cewe aja gak bisa."
"Maaf."
"Coba lo liat deh CCTV di sana lo pasti liat itu cewe keluar lewat mana."
Lelaki itu pun melihat CCTV dan benar saja kalau Yura keluar lewat pintu belakang tapi saat yang bersamaan juga seorang bertopi hitam keluar dari ruangan bawah tanah.
"Oh lo ternyata orangnya."
#
"Assalamualaikum."
"Wa'alaikumsalam." Jawab wanita paruh baya yang di sapa Rere itu.
"Eh ada Andra, masuk dulu."
Andra pun masuk ke dalam dan duduk, tentu saja Andra masih curiga dengan tantenya ini.
"Mau minum apa Andra?"
"Nggak usah tante, aku kesini cuman mau nanya."
"Nanya apa ya?" Rere yang antusias mendengar pertanyaan apa yang dilontarkan Andra.
Andra bingung ingin mengatakan apa tapi dia harus bisa membuat tantenya ini mengaku. "Apa tante pernah melihat lelaki bertopeng hitam?"
"Gak pernah liat, emang kamu lihatnya dimana?" Rere juga gatau tentang lelaki bertopeng hitam. Tapi Andra tak akan nyerah begitu aja.
"Dia datang kerumah tante saat malam hari."
Andra menceritakan semuanya kepada tante Rere tetapi memang Rere gatau apa-apa. Andra tidak mungkin menuduh anaknya sembarangan yang ada makin besar masalahnya. Itu yang Andra pikirkan.
"Yaudah tante Andra pamit dulu."
"Hati-hati di jalan Andra dan jangan pikirkan lelaki bertopeng hitam itu apalagi pas kamu bilang dia ada dirumah tante."
"Udah tenang aja tante toh juga ada satpam yang jaga."
"Iya Andra, makasih udah kasih tau tante."
"Iya sama-sama tante."
Andra pun membawa motornya pergi dari pekarangan rumah tantenya.
"Sandiwara yang bagus mah." Lelaki itu mengacungkan jempol.
"Mamah gitu lho, oh ya kamu itu harus bisa membuat mama bangga dan jangan kamu mau kalah sama Andra kamu harus dapatin hati papa kamu." Lelaki itu tersenyum licik.
#
Andra yang tidak tau apa-apa tentang semua ini hanya diam dan kalut dalam pikiran, sampai sekarang Yura belum bisa ia temukan dan polisi pun masih belum dapat informasi tentang Yura.
"Sebenarnya kamu dimana ra?"
Andra seperti orang frustasi sekarang tidak tau apa yang ia lakukan dan lelaki bertopeng hitam itu menghilang tanpa menelponnya kembali dia takut kalau sampai terjadi apa-apa kepada Yura dan tentang kakaknya dia udah tau kalau Naya udah meninggal kata kakak sulungnya Arga.
Acara fanmeeting pun dimulai Andra melihat para fansnya mengantri untuk meminta tanda tangan tak hanya itu banyak yang memberikan hadiah kepada Andra.
Andra pun melihat gadis berkacamata hitam dan syal rajut bewarna biru muda dan duduk di hadapannya. Gadis itu membuka kacamata hitamnya dan tentunya Andra terkejut.
"Surprise." Yura pun tersenyum apalagi Andra yang tak ada hentinya tersenyum dan tentunya hatinya berdetak kencang.
Setelah acara Fanmeeting selesai Andra pun segera menghampiri Yura dan dia begitu senang kalau perempuan itu datang ke acaranya padahal Andra terpaksa tersenyum kepada fans-fans tapi saat melihat Yura dia tetap tersenyum manis ke semua penggemarnya.
"Kamu kemana aja sebenernya?aku nyari kamu kemana-mana tapi gak ketemu." Yura terkekeh melihat wajah Andra yang sangat khawatir tentang dirinya. Yura pun menceritakan tentang penculikan yang menimpanya tapi Yura tidak menceritakan tentang Naya.
Andra udah bersyukur banget karena Yura sudah ditemukan tapi untuk kejadian ini bukan berarti Andra menganggap masalah ini telah selesai melainkan Andra masih mencari siapa dalang dari penculikan ini.