Panas mentari siang belum seberapa dibanding panasnya telinga Serina saat kaki high heels-nya melangkah cepat di halaman parkir gedung stasiun televisi. Riasan wajahnya sempurna, pakaian mahal membalut tubuh semampainya, namun tidak satu pun dari itu bisa menyelamatkannya dari lensa kamera dan mikrofon yang teracung ke arahnya. “Bu Serina, mohon waktunya sebentar!” “Benarkah wanita dalam video yang Anda tampar adalah mantan istri suami Anda?” “Apakah benar anak yang bersamanya adalah anak biologis dari suami Anda?” “Lalu bagaimana dengan informasi bahwa Pak Lintang memiliki masalah kesuburan?” “Apakah ibu bersedia memberikan klarifikasi soal hubungan masa lalu antara Luna dan suami Anda?” Serina menunduk, kacamata hitam besar tak cukup untuk menyembunyikan kegelisahannya. Dia melangk

