Rumah sakit menjadi tujuan pertama ki dihari ini. Mau check dulu gimana perkembangan sidedek didalam sini. Kesempitan gak ya dia? Mengingat porsi makan ku yang sudah hampir menyerupai pekerja berat, padahal kerja ku cuma ngongkang-ngongkang doang. Bau obat terasa menyengat dihidung ku, mual, pengen muntah, tapi males nyari toilet alhasil dipendem sendiri aja. "Buk Dokter!" jerit ku pada seorang Dokter cantik yang sudah sangat ku kenal. Seluruh penjuru rumah sakit terpengarah mendengar suara ku, tatapan aneh mereka perlihatkan, tapi aku tidak perduli. "Ini bukan rumah mu! Jangan seenaknya menjerit." Ucapnya dingin. Aku tertawa mendengarnya, walaupun sedang marah begini, dia masih saja terlihat cantik. "Buk Dokter mau kemana?" "Sekali lagi kamu panggil begitu, aku sumpahin didalam per

