Chapter 22

2182 Kata

Aku terbangun ketika merasa ada usapan lembut tepat di puncak kepala ku, membuat ku mendengus kesal, siapa gerangan yang berani mengganggu tidur lelap ku. Ketika kedua mata ku terbuka, aku melihat cengiran khasnya berada tepat dihadapan ku. Tidak tanggung-tanggung, tangannya kini sudah mendarat ditelapak tangan sebelah kanan ku, memijatnya pelan, seakan-akan dia sedang menenangkan seseorang yang baru saja berhenti dari kegusarannya. "Bumil tidurnya gitu ya, lama banget. Berjam-jam. Sampe gue kira lo gak bakal bangun lagi." "Rio!" "Apa, bumil?" "Kok lo disini? Kok lau tau?" Tanya ku heran, menarik pelan telapak tangan ku darinya. Dengan cepat Rio menahannya. "Tau dong. Apa sih yang gak gue tau tengtang lo, Al?" Dih, apaan sih. Nadanya terdengar cuek, tapi mampu bikin aku semakin kebin

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN