Tok! Tok! “Permisi, Bu.” Kinara yang sedang menyusui Raziel di ruangan miliknya sambil berbalas pesan dengan Adrian tersentak ketika ada yang mengetuk pintu. “Tunggu sebentar!” katanya sedikit berseru. Wanita itu menatap ke arah anaknya yang ternyata sudah tertidur, sedikit terkekeh karena bayinya tidak melepaskan mulut mungilnya dari sumber makanannya. Perlahan ia melepaskan mulut mungil bayinya, ia bahkan tak sadar bahwa Raziel sudah tertidur. Kinara sangat bersyukur dengan kehadiran bayinya. Namun mengingat ada seseorang yang menunggunya. Buru-buru Kinara merapikan kembali kemeja yang ia pakai. “Silahkan masuk.” Pintu ruangannya terbuka, seorang gadis yang merupakan salah satu karyawan toko kue miliknya masuk. “Ada tamu yang mencari Ibu.” “Siapa?” tanya Kinara sambil menepuk-nepuk

