39

1117 Kata

“Aku bisa, Mas.” “Kamu enggak bisa Aya.” “Terus apa kamu bisa? Apa jaminan kamu bisa Mas!?” tanya Aya sedikit mengeraskan suaranya membuat Arga terdiam. Lelaki itu berpikir, ia tidak tahu apa yang akan dilakukan Bara nanti. Apakah yang akan terjadi nanti? Ia sama sekali tidak memiliki bayangan. Namun, membiarkan Aya yang saat ini tengah hamil pergi seorang diri, bukanlah pilihan yang tepat. Setidaknya, ia memiliki satu alasan untuk melakukan ini semua. Anak-anaknya harus kembali. Iya, itu saja sudah cukup bukan? “Aku juga sayang dengan anak ini, Mas.” Aya mengusap perutnya dengan lembut, jujur ia sangat bahagia. Sebab akhirnya setelah penantian sepuluh tahun, mereka akhirnya bisa memberikan adik untuk Arya. Dan, jangan lupakan kehadiran Abel. Nanti Arya akan terkejut karena tiba-tiba d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN