seperti memiliki ikatan batin mereka sudah mengerti apa yang dimaksud bermain oleh Caecilia.
"maksud nya?" tanya Quella, iya dia lah yang satu satunya tidak mengerti ucapan Caecilia tadi, memang anak yang Lola.
"pertukaran kehidupan" ucap Helena sambil menatap Caecilia yang kini sedang tersenyum bangga kalau mereka bisa menebaknya kecuali Quella.
"sebenarnya aku mau sekali tapi, apakah tidak akan banyak mengacaukan segala hal" ucap Rexana khawatir.
"maka dari itu bermain secara halus, bukankah kalian menginginkan harapan yang bisa saja kalian miliki walaupun hanya sementara?" tanya Caecilia membujuk.
"mengapa kau bersikeras untuk melakukannya?" tanya Aleandra.
"apakah kau tidak bersyukur dengan kekayaan dan kebebasan yang kau miliki" tanya Valerie lagi.
"aku hanya suka bermain, kuharap aku bisa bertukar kehidupan dengan Quella yang bodoh dan penakut ini" ucap Caecilia tersenyum mengejek kearah Quella.
Quella tentu saja marah diejek begitu, dengan wajah memerahnya dia pun mengatakan "yaudah ayo bertukar tempat, tapi Caecilia harus berusaha membatalkan perjodohan itu oke?" ucap Quella menawari kesepakatan.
"jika ada yang menggantikan tempatku aku dengan senang hati ingin membantumu" ucap Caecilia dengan senyuman jahil.
"kalau begitu aku yang akan menggantikan tempatmu" ucap Aleandra.
"alasannya?" tanya Caecilia penasaran.
"aku sedang menyelidiki lukisan palsu di museum ibu mu makannya mungkin berganti tempat denganmu akan membantu penyelidikan ku" jawab Aleandra sambil bersender di sofa dengan tangan dilipat didepan d@da.
"aku akan membantumu" tawar Jazelyn pada Aleandra dengan antusias, dia sangat suka dengan hal berbau sejarah.
"lalu siapa yang menggantikan mu Jaz?" tanya Valerie.
"Tentu saja Rexana" ucapan Jazelyn membuat senyuman diwajah Rexana mengembang.
"aku mau" ucapnya dengan ceria.
"tapi siapa yang menggantikan tempatku?" tanya nya.
"Rexana lagi berlibur kan? aku saja yang menggantikan posisi mu aku sangat ingin berlibur" ucapan Quella membuat mereka tersenyum manis berdua.
"lalu bagaimana dengan kalian berdua?" tanya Caecilia pada Valerie juga Helena.
Valerie hanya mengedikkan bahu acuh, karena memang tak berniat bertukar hidup karena dia lagi mengurus neneknya yang sakit.
"aku mau bertukar denganmu" ucap Helena dengan pelan dan masih terkesan dingin.
"nenekku lagi sakit, jadi aku tidak bisa" ucapan Valerie membuat 5 kembaran kecewa karena hanya mereka berdua yang tetap diposisi masing-masing.
"nenekku meninggal satu tahun yang lalu dan aku belum pernah berkesempatan merawatnya" ucapan yang tak disangka itu berasal dari Helena tapi kali ini dengan nada lirih seperti menahan kesedihannya.
"aku tidak bisa menyerahkan nenekku pada orang lain apalagi lagi sakit seperti ini" ucapan dari Valerie membuat yang lainnya menatap sedih Helena.
Caecilia melemparkan sebuah koran tepat didepan Valerie, membuat yang ada disana terkejut karena pergerakkan tiba-tiba dari Caecilia.
"maksudmu apa?" tanya Valerie pada Caecilia dengan nada dingin.
"yakin kau tidak mau bertukar dengan Helena, padahal dikampusnya ada kasus pembunuhan yang belum selesai" ucap Caecilia membujuk jiwa detektif Valerie keluar.
Valerie langsung saja membaca koran dan terkejut dengan berita di paling depan ya tentang pembunuhan seperti yang dikatakan oleh Caecilia.
"hm baiklah" ucap Valerie menghela napas.
"oke sekarang tinggal ceritakan tentang yang harus diingat dikehidupan kalian masing-masing agar tidak dicurigai.
"oke Quella ingat ya tiga hari lagi kakakku akan berkunjung ke apartemen dan menginap disana juga, namanya Roseanne" ucap Rexana kepada Quella.
"baiklah akan kuingat" ucap Quella dengan anggukan antusias.
"Caecilia, keluargaku menginap dihotel dikota ini, nanti katakan saja aku tidak jadi pulang kekorea lalu jika ada perjumpaan untuk membahas perjodohan disitulah Caecilia beraksi" ujar Quella dengan semangat diakhir kalimatnya pada Caecilia yang mengangguk paham dan seringaian misterius diwajahnya muncul, entah apa yang direncanakannya untuk masalah perjodohan Quella nanti.
"Rex, bacalah buku-buku kedokteran ku yang ada dikamar di rak bagian atas ya soalnya bagian bawah tentang sejarah" ucapan Jazelyn membuat Aleandra bergeleng kepala, dia tak habis pikir bagaimana anak dengan jiwa sejarah lahir di keluarga kedokteran itu pasti sangat menyiksanya.
"oke Jaz, saat kursus tidak sulitkan?" tanya Rexana.
"tidak kok, bukankah kamu pernah mempelajarinya nah sekarang tinggal menambah pengetahuanmu dengan buku-buku itu lagi" ucap Jazelyn dengan senyum ramah dan lembutnya.
anggukan antusias pun dilontarkan oleh Rexana.
"hey, kau jangan terlalu sopan pada orangtua itu agar tidak diminta yang aneh-aneh jika berperilaku terlalu baik, aku dari keluarga konglomerat juga ada perjodohan jadi bersikaplah barbar agar tak ada yang mau dijodohkan denganmu" ucapan barbar serta dengan nada sombong itu terlontar dari mulut Caecilia.
Aleandra hanya mengangguk malas mendengar nada bicara kasar serta tidak sopan pada orangtuanya itu.
"Hel, ingat ya jadwal obat nenekku dan juga perhatikan makanannya" ucapan Valerie mendapat anggukan patuh dari Helena.
"kau juga jika dikampus jangan terlalu mencolok untuk mencaritahu tentang kasus itu, banyak yang tidak menyukai ku dikampus karena sikapku" ucap Helena datar.
semuanya pun mengerti tentang tugas masing-masing tersenyum puas.
"eh lebih baik kita buat grup chat jika ada lagi yang ingin diberitahu" ucap Jazelyn mengeluarkan ponselnya diikuti oleh yang lainnya.
setelah bertukar nomor dan membuat grup chat mereka tertawa senang kecuali Helena yang hanya tersenyum tipis.
mereka pun memulainya dari sekarang jadi yang tinggal dirumah itu adalah Aleandra, yang kerumah sakit adalah Rexana, Quella melanjutkan liburan Rexana ketempat yang ingin dikunjunginya untung saja dia membawa black card nya jadi bisa dengan puas berlibur, Helena kembali kerumah sederhana milik nenek Valerie yang tengah tertidur pulas melihat itu dia tersenyum haru berpikir yang dilakukannya untuk menebus dosa pada neneknya, Valerie pulang kerumah Helena dia mengurus liburan Helena agar batal lalu lanjut kuliah dengan jurusan yang untung saja disukainya juga yaitu IT, sedangkan Caecilia dengan pakaian yang sudah digantinya lebih sopan menuju ke hotel tempat keluarga Quella berkumpul.