sesampainya mereka di perkarangan rumah Caecilia.
"ayo masuk" ujar pemilik rumah sambil berjalan memimpin mereka masuk kedalam dan duduk diruang tamu.
Rexana mengagumi kemewahan rumah tersebut terlihat dari mata nya yang berbinar dan senyuman antusias, Helena hanya memperhatikan sekitar dengan seksama, Quella hanya santai saja karena sudah terbiasa dengan kemewahan, Aleandra mengamati beberapa benda bersejarah seperti guci dan lukisan yang terpajang didinding, Jazelyn hanya duduk diam dengan sopan, Valerie duduk santai sambil memperhatikan gerak-gerik Caecilia seperti mencari seseorang mungkin..
"mengapa kau seperti pencuri" tanya Valerie penasaran.
"aku mencari pelayan, tapi sepertinya sudah kembali kerumah belakang, rumah khusus pelayan, aku takut mereka pingsan melihat kita" ujarnya sambil duduk santai.
"jadi sekarang bagaimana?" tanya Caecilia dengan nada datar.
"pertemuan ini adalah hal yang langka, bagaimana kalau kita menceritakan tentang kehidupan yang kita jalani selama ini, manatau sesuatu yang mungkin adalah alasan kita menjadi kembaran dan saling dipertemukan" ujar Jazelyn dengan ramah seperti biasanya.
semuanya hanya diam saling memperhatikan menunggu ada yang terlebih dahulu untuk bercerita.
"ayolah, bercerita tidak akan menakutkan dan menyakitkan" ucap Caecilia ngegas.
"kalau begitu coba ceritakan kehidupanmu" ucap dingin Helena kesal dengan orang barbar seperti Caecilia.
"lucu sekali melihat diriku yang lain kesal dengan diriku" ucap Caecilia tertawa lepas.
"iya aku pun membayangkan detektif sepertiku dengan sifat Quella yang lugu, hahaha" ucap Valerie membuat semua orang disana tertawa lepas kecuali Helena yang tetap datar.
"oh jadi kamu detektif ya?" tanya Jazelyn.
Valerie mengangguk meng iyakan pertanyaan itu.
"wow itu keren, jadi sekarang kau ada misi menangkap penjahat ya" tanya Rexana antusias.
"sekarang aku tidak sedang menjalankan misi tapi menemani nenekku yang sedang sakit, rumahnya hanya beberapa menit dari perpustakaan tadi" jawab Valerie.
tiba-tiba salah satu dari mereka mengucapkan hal yang membuat siapapun merinding.
"aku pernah baca disebuah buku kalau 7 kembaran tanpa hubungan darah bertemu adalah hal yang mustahil, jika sesuatu mustahil terjadi berarti ada sesuatu yang tidak baik terjadi" ucap Aleandra dengan wajah serius.
"ha, memangnya kau ini siapa? bisa tahu hal seperti itu" tanya barbar Caecilia.
sebelum dijawab oleh Aleandra
"Caecilia bisa Santai nggak, Quella takut sama orang emosi" ucap Quella menundukkan wajahnya serta tangan yang meremas roknya.
tawa Caecilia lepas, lucu sekali melihat anak polos didepannya "oke oke" ucapnya.
"aku sejarawan, hal berbau kuno dan mitos sudah terbiasa k****a kadang aku juga menemukannya secara langsung" ucap Aleandra santai.
"ka kamu sejarawan" tanya Jazelyn tercekat, bisa bertemu dengan seseorang yang sepemikiran membuat hatinya senang.
"iya, kenapa?" tanya Aleandra bingung melihat wajah antusias Jazelyn.
"itu adalah cita-citaku, tapi karena paksaan dari keluarga aku harus menjadi dokter" ucapnya lesu.
"ha, padahal dokter pekerjaan yang bagus" ucap Rexana kepada Jazelyn, karena disemangati Jazelyn pun tersenyum.
"sebentar ya aku ambil minum dan cemilan didapur" ujar Caecilia dapat anggukan semua orang yang ada disana.
"Aleandra, apakah kamu sudah menemukan lukisan palsu di museum dikota ini?" tanya Jazelyn membuat Aleandra syok darimana dia tahu tentang misinya.
"darimana kau tahu " tanya Aleandra serius.
"aku selalu mencaritahu tentang sejarah secara diam-diam, bahkan temanku ada yang bekerja di museum itu makanya aku selalu mencaritahu tentang keadaan museumnya dan katanya akan ada sejarawan yang memeriksa lukisan palsu yang terselip disana" ucap Jazelyn.
"iya akulah sejarawan itu tapi belum bisa menemukannya" ucap Aleandra.
yang lain hanya mendengarkan dengan seksama, tak lama Caecilia datang dengan nampan yang berisi minuman dan cemilan ditangannya.
"lalu anak lugu dengan penampilan culun itu apakah masih berada disekolah dasar" tanya Caecilia dengan tawa yang keras apalagi melihat wajah Quella cemberut.
"aku sudah tamat sekolah, keturunan bangsawan walaupun bukan bangsawan utama" ucap Quella dengan kesal.
"ha pantesan saja sikapmu terlalu penakut pasti karena jarang keluar dan bergaul" tebak Caecilia yang sayangnya itu benar sekali, karena terlihat Quella mengangguk setuju.
"berarti ini kau kabur dong?" tanya Rexana.
"iya tapi santai saja mereka tidak akan menangkap kalian karena wajah kalian mirip denganku, aku keturunan bangsawan negara Korea, mereka akan mencariku di Korea karena aku bilang pada mereka akan pulang kekorea saat makan malam bersama bangsawan dari negara ini kemarin" jelas Quella panjang lebar tapi bangga dengan kebohongan yang pertama kali dilakukannya.
Valerie hanya menggelengkan kepalanya.
"perjodohan" ucap singkat Helena yang daritadi hanya diam, Quella pun mengangguk menjawab pertanyaan tersebut.
"oh iya perkenalan dulu, namaku Caecilia sekarang aku lagi kursus untuk mengurus bisnis Daddy ku" ujar sang pemilik rumah.
"apa yang kau lakukan di museum tadi?" tanya Aleandra penasaran.
"oh ibuku pemilik museum jadi tadi aku menjumpainya minta uang" ucap Caecilia santai.
banyak yang mulai berpikir Caecilia anak yang manja tapi pemberontak, tentu saja itu karena kurangnya perhatian atas kesibukan orangtuanya dan juga dia anak tunggal.
"aku Aleandra" ucap seorang gadis yang bersampingan duduknya dengan Quella.
"kau tadi ngapain di museum itu?" tanya Caecilia sambil ngemil.
"aku sejarawan yang memeriksa lukisan palsu di museum ibu mu" ucap Aleandra tetap sopan walaupun Caecilia menanggapinya dengan biasa saja.
"namaku Quella" ucap gadis lugu itu.
"aku Valerie" ucap gadis disebelah Quella, di sofa yang muat untuk tiga orang itu diisi oleh Aleandra, Quella, dan Valerie.
"aku Helena, mahasiswa IT" ucap gadis jutek yang duduk sendiri di salah satu sofa tunggal disana.
Valerie tertarik dengan Helena yang sepertinya tau banyak tentang teknologi atau mungkin hacker. Rexana dan quella kagum dengan jurusan Helena.
"aku Rexana seorang model remaja, aku disini berlibur bersama kakak ku" ucapnya dengan ceria.
dan sekarang satu orang lagi yang duduk disamping Rexana.
"aku Jazelyn sekarang lagi kursus kedokteran" ucapnya memperkenalkan diri dengan sopan.
hanya Caecilia dan Helena yang duduk di sofa tunggal dengan posisi bersebrangan dibatasi oleh meja.
"karena banyak diantara kalian yang tidak menetap disini, bukankah lebih baik kita bermain terlebih dahulu" ucap Caecilia dengan senyum misterius.