keesokan pagi nya, Valerie tidak membiarkan Quella keluar kamar agar tidak membuat sang nenek jantungan, jadilah Quella terkurung terus dikamar sampai nanti sang nenek tidur siang.
sedangkan disebuah museum yang terletak di kota tersebut baru saja buka saat pukul 9 pagi, seorang gadis berkaos putih dengan cardigan berwarna coklat gelap menutupi kaos tersebut, celana jeans yang melekat pas dikaki jenjangnya, juga sebuah topi bundar kecil berwarna coklat menutup atas kepalanya.
orang yang melihat pasti berpikir gadis itu seorang anak SMA yang sedang study tour padahal gadis bernama Aleandra putus sekolah sejak kelas 2 SMA ikut berkelana bersama para sahabat sejarawan nya, tapi sekarang dia sedang berdiri sendiri ditengah museum melihat lukisan dan beberapa objek yang menarik dimatanya.
"lebih enak berpetualang bersama-sama daripada sendirian meneliti museum seperti ini" gumamnya sambil memperhatikan ukiran sebuah patung dengan seksama.
Aleandra memiliki 3 orang sahabat bernama Sakura, Shaka, dan Adrian.
Dia bertemu dengan Sakura dan Shaka saat masih SMA di Jepang, Aleandra tinggal di negara itu sejak umur 10 tahun sebelumnya dia tinggal di Rusia yaitu negara asli ibunya disanalah dia berteman dengan Adrian sedari bayi karena mereka bertetangga.
saat memutuskan berkelana dengan gadis barbar seperti sakura dan cowok jenius seperti Shaka, dia juga mengajak Adrian yang suka berpetualang bersamanya saat mereka bertiga berkelana di Rusia.
mereka tentu saja tidak membuang buang dengan berkelana kesana kemari. Dalam perjalanan, mereka akan menyelidiki beberapa sejarah kuno lalu kadang menjadikan petualangan mereka sebuah buku, apapun yang ditemukan mereka terkait hal kuno akan diletakkan di museum tentu saja mereka dibayar untuk melakukan semua itu.
tapi disaat ini mereka mempunyai misi masing-masing jadi berpencar dibeberapa kota.
Hal itu yang membuat Aleandra sekarang berada disebuah museum, karena perihal lukisan palsu membuatnya memeriksa beberapa museum yang ada di kota besar ini.
beberapa kali memeriksa lukisan-lukisan yang terpajang disini dia belum menemukannya.
"ini sangat membosankan" gumamnya lesu.
biasanya jika sudah bosan begini dia akan membaca buku-buku kuno yang ada dibeberapa perpustakaan.
Aleandra langsung mencari di ponselnya perpustakaan terdekat, dia pun berencana kesana untuk healing sebentar tapi sesudah makan siang, tak terasa dari jam 9-12 siang dia mengamati museum ini. saat berjalan menuju keluar dari tempatnya berada, dia dikejutkan dengan seorang gadis barbar yang sedang bertengkar didepan pintu museum.
"hey, jangan asal nabrak pakai matamu untuk melihat" ujar gadis barbar itu dengan tidak senang kearah gadis berseragam SMA mungkin lagi studytour. Mereka berdua menjadi pusat perhatian beberapa pengunjung disana.
"maaf kak" ujar gadis SMA itu menunduk dengan takut. Permintaan maaf itu diabaikan sang gadis karena dia langsung melengos pergi melewati gadis SMA itu dan juga Aleandra tanpa terganggu dengan perhatian banyak orang, berjalan terus masuk kedalam bahkan orang-orang yang melihatnya heran buat apa preman cantik itu masuk ke museum.
gadis barbar itu berpenampilan dengan sangat berantakan, sobekan dicelana, jaket kulit, serta sepatu boot hitam, rambutnya tampak tergerai tertata tidak rapi.
Aleandra yang syok daritadi melihat gadis itu tentu saja menunggunya diluar tepatnya di cafe sebrang museum tersebut.
tak berapa lama gadis barbar itu keluar dari museum dengan gaya tidak anggunnya dia langsung menaiki motor sport miliknya, tentu saja dengan cepat Aleandra bergegas keluar menghampirinya.
"hei tunggu" teriak Aleandra untung saja suasana sudah lumayan sepi membuat teriakannya tidak jadi pusat perhatian.
gadis yang sudah bersiap melaju motornya pun terhenti, ia melihat kebelakang dan langsung melotot melihat ada gadis yang mendekatinya dengan berlari pelan.
akhirnya Aleandra sampai tepat dihadapan gadis seperti preman tadi.
"siapa kau?" tanya gadis itu dengan tidak sopan karena tidak melepas helmnya saat berbicara.
"aku Aleandra, hai kembaran" jawab Aleandra dengan senyuman tipisnya, yang membuat mereka syok saat melihat satu sama lain adalah mereka seperti kembar hanya saja dengan outfit bertolak belakang yang satu rapi satu lagi berantakan.
tapi Aleandra santai sekarang karena dari awal dia sudah tahu tentang mitos 7 kembaran didunia nyata tanpa hubungan darah.
akhirnya mereka pun memutuskan ke perpustakaan yang ingin dikunjungi oleh Aleandra tadi karena perpustakaan selalu sepi apalagi dekat dengan tempat hiburan, pasti banyak yang memilih liburan daripada membaca.
sebenarnya gadis bermotor tadi ingin membonceng Aleandra tapi karena tidak biasa memakai motor besar itu, dia memilih naik taksi saja.
Siang pun tiba
Valerie mengajak Quella ke tempat pertemuan tentu saja dengan pakaian yang berbeda yaitu rok selutut dan kemeja jangan lupakan syal yang hampir menutup mulutnya juga. Rambutnya dikuncir 2 bagian bawah seperti anak kutu buku dengan tambahan kacamata, pakaian aneh itu adalah ide Quella dia harus menyamar dari para suruhan keluarganya dan juga menyembunyikan wajahnya agar tidak terlihat sama dengan Valerie, padahal dia memakai topi.
"penampilan yang culun" gumam Valerie pelan tapi masih terdengar oleh Quella yang ada disampingnya.
Quella hanya menyengir tidak berdosa mendengarnya.
mereka berdua sekarang didepan perpustakaan, Jazelyn berpesan agar masuk ke perpustakaan terlebih dahulu dan cari tempat paling pojok.
Valerie pun mencari tempat itu dan segera duduk disana bersama Quella, langsung saja Valerie mengirim sharelock ke Jazelyn.
"Valerie, kita mau berjumpa dengan siapa?" tanya Quella penasaran.
"lihat saja sebentar lagi mereka datang" jawab Valerie dengan santai.
tak lama Jazelyn datang dengan Rexana juga Helena tampak dari penampilan mereka yang juga berusaha menutup wajah agar tidak dicurigai.
Jazelyn dengan style biasanya ditambah masker, Rexana menambah kacamata hitamnya, sedangkan Helena tentu saja dengan topi dan gulungan rambut asal.
mereka bertiga duduk berhadapan dengan Valerie dan Quella.
setelah itu mereka bertiga membuka penutup wajah membuat Quella dan Valerie shock.
"kembar 5?" tanya Quella histeris tapi langsung dibungkam mulutnya oleh tangan Valerie yang juga sambil membuka topinya.
"suut Quella tenang lah jika kau menjerit kita akan jadi santapan sosial media" ucapan Valerie dapat anggukan setuju ketiga kembaran yang ada dihadapannya.
Quella pun mengangguk menurut.
"apakah dia gadis yang tadi pagi kau ceritakan melalui telepon" tanya Jazelyn sambil menatap Valerie dan Quella bergantian.
Valerie pun mengangguk meng iyakan pertanyaan tersebut.
"wow dunia sangat sempit sehingga aku berjumpa dengan 4 kembaranku" ucap pelan Rexana dengan binar takjub dimatanya.
"kurasa kita harus mengadakan pertemuan lain kali jangan ditempat umum walaupun sepi tapi tetap ada orang lain" ucap Helena datar.
"memesan sebuah apartemen khusus?" tanya Jazelyn kepada 4 kembaran didepannya.
"apartemen juga banyak penghuninya" ucap Valerie.
"yaudah sekarang kita perkenalan saja dulu, itu kita pikirkan belakangan".
mereka berlima pun berkenalan tentang kehidupan mereka masing-masing, beberapa informasi yang sama dari mereka yaitu keturunan campuran Asia-Eropa dan berumur 20 tahun.
sedangkan dilain sisi Aleandra dan gadis barbar itu sudah ada didalam perpustakaan yang sama tapi dibatasi oleh beberapa rak buku.
mereka duduk berhadapan sambil memegang buku yang ada dimeja untuk menghilangkan rasa canggung.
"jadi namamu siapa?" tanya Aleandra.
"namaku Caecilia" jawab gadis barbar tadi.
"bisakah kita memilih tempat dipojok saja, daritadi banyak yang menatap kita" ucap Aleandra sambil melihat ke sekitar ada 4-5 orang yang sedang curi pandang kearah mereka.
"yaudah ayo" ajak Caecilia sebelum beranjak dari sana dia menatap tajam orang-orang yang memperhatikan mereka tadi.
saat sampai dipojok ternyata tempat itu sudah berisi 5 orang yang sekarang terganggu obrolannya karena kedatangan mereka berdua.
semuanya saling menatap bagaikan disambar petir hati mereka meledak, Quella berusaha agar tidak teriak.
akhirnya Caecilia dan Aleandra duduk bergabung bersama mereka.
"7 kembaran bukan mitos" ucap Aleandra menatap semua kembarannya.
"kerumahku saja, disana sepi dan orangtuaku jarang pulang, aku juga anak tunggal" ucap Caecilia langsung Karena pasti jika mereka semakin lama disini akan dicurigai banyak orang.
"dimana lokasi rumahmu?" tanya Jazelyn.
"aku akan mengirim titiknya langsung kepadamu, berapa nomor ponselmu?" ujar Caecilia.
akhirnya Jazelyn dan Caecilia pun bertukar nomor.
setelah dapat titik rumah Caecilia, dia langsung mengirimnya pada Helena dan Valerie karena hanya mereka berdua yang membawa mobil selain dirinya.
"kita keluar satu persatu" ucap Helena memerintah.
"aku pertama" ucap Caecilia sambil berlalu pergi.
"bukan kah tadi kamu naik taksi Rexana?" tanya Jazelyn.
Rexana pun mengangguk meng iyakan
"yaudah naik mobil ku saja" ucap Jazelyn dengan lembut, Rexana pun menurut dengan senyuman lebar diwajahnya.
"siapa lagi yang keluar?" tanya Valerie.
"kalian berdua saja dulu" jawab Jazelyn kearah Valerie dan Quella, mereka pun menurut dan keluar langsung menaiki mobil ke alamat tersebut.
"ayo kita bertiga keluar sekarang, wajah kita kan tertutup jadi sulit dilihat" ucap Jazelyn.
dan akhirnya mereka semua menuju ke rumah Caecilia.