Rexana and Medicine

820 Kata
Rexana sekarang berada dikamar Jazelyn, setelah arahan Jazelyn yang panjang x lebar itu akhirnya gadis itu bisa masuk kerumah dengan biasa saja tidak canggung. saat ini gadis itu sedang membaca buku yang diperintah Jazelyn untuk dibacanya. "Jazelyn, Abang boleh masukkan?" ujar seorang pria yang sedang berada didepan pintu kamar adiknya padahal itu Rexana yang sedang menyamar. "masuk aja bang" jawab gadis itu tidak mengalihkan pandangan dari buku yang membuat matanya berbinar saat membacanya. pria itu masuk dengan mengkerut heran "Jaze, kamu tadi darimana saja?" tanya pria berumur 25 tahun dengan tinggi 180 dan sangat menawan, tapi Rexana cuek akan hal itu buku didepannya lebih menarik hatinya. "tadi aku ke perpustakaan" ujar Rexana akhirnya menatap Abang Jazelyn aga lr tidak dicurigai. "oh" ujar singkat abang Jazelyn yang bernama Jeremy tentu saja Jazelyn yang memberitahunya, Jeremy ikut berbaring tengkurap disamping Rexana. Rexana terkejut dalam hati karena ini pertama kalinya dia sedekat ini dengan seorang pria, ingin berteriak dan mengusirnya tentu saja mereka akan ketahuan bertukar tempat. "kamu lagi baca apa?" tanya Jeremy sambil melihat buku yang dipegang Rexana. "yang pasti tentang pelajaran kedokteran" jawab Rexana dengan senyum lebar akhirnya bisa menyentuh buku itu. "tumben kamu bersemangat" ujar abangnya dengan sedikit curiga karena biasanya sang adik hanya tersenyum tipis jika menjawab pertanyaannya yang berhubungan dengan kedokteran. Rexana membeku 'mampus' ujarnya dalam hati, tapi cengiran polos muncul diwajahnya karena bingung harus berkata apalagi. "yaudah kalau begitu jangan lupa makan malam nanti ya, jangan terlalu memaksakan dirimu Jaze" ujar Jeremy dengan perhatian sambil mengelus kepala Rexana. Rexana ingin sekali menepis tangan itu tapi lagi-lagi diurungkannya. setelah itu Jeremy keluar dari kamar itu berjalan menuju kamarnya, sedangkan Rexana melanjutkan kegiatan membacanya dengan senang hati. tak terasa jam di dinding menunjukkan pukul 8 malam, Jazelyn memperingati Rexana untuk makan malam melalui chat grup, sedangkan Rexana tidak perlu mengingatkan apapun untuk Quella karena tugasnya hanyalah berlibur hanya saja 3 hari lagi dia akan berakting menjadi adik dari Roseanne. Rexana menuju ruang makan dan mengambil tempat duduknya, disana sang papa dan abangnya tentu saja membicarakan perihal rumah sakit yang didirikan buyutnya jadi tak heran rumah sakit itu terbesar di kota ini. sedangkan mama Jazelyn menyajikan makan malam, tapi Rexana tidak membantu membuat mama Jazelyn curiga karena anaknya itu selalu membantunya menghidangkan makan malam. "Jaze kamu sakit?" tanya wanita itu sambil mengambil tempat duduk disebrangnya, didalam hati wanita itu anaknya ini pasti sedang sedih karena semalam dimarahi papa nya karena ketahuan membeli buku berisi banyak sejarah, tentu saja wanita itu yang memberitahu makanya sekarang dia merasa bersalah. "nggak kok ma" ujar Rexana tersenyum manis membuat rasa bersalah wanita itu hilang seketika. Rexana dalam bingung kenapa dia ditanya sakit atau nggak, apa karena dia duduk diam saja. mereka makan malam bersama dengan keheningan karena itu aturan yang dibuat oleh sang kepala keluarga yaitu tidak ada ada yang mengobrol saat makan. setelah selesai makan dan membereskan peralatan makan, mereka berkumpul di ruang tengah membahas apapun yang berhubungan dengan rumah sakit terutama perkembangan kursus si Jazelyn. Rexana dengan senang dan ceria menanggapi hal tersebut apalagi saat dia tahu tinggal 2 bulan lagi akan menjadi dinobatkan menjadi seorang dokter. keluarga Jazelyn berpikir bahwa anak it sudah merelakan impiannya untuk menjadi sejarawan karena gadis itu menanggapi nya dari tadi dengan bahagia tak ada wajah masam dan kesal seperti biasanya. "makasih ya Jaze, akhirnya kamu mau menurut" ujar pria paruh baya yang merupakan papa Jazelyn. Rexana hanya mengangguk patuh, entah salah atau tidak yang dilakukannya ini tapi hati sangat gembira saat ini. keesokan paginya mereka berangkat bersama kerumah sakit, pria paruh baya itu mempunyai jadwal operasi, istrinya mempunyai jadwal terapi pasien cacat, dan abangnya akan memeriksa beberapa pasien berpenyakit yang datang hari ini. Rexana ditugaskan untuk membantu abangnya mengurus pasien yang berdatangan hari ini. ternyata Jazelyn mempunyai ruangan praktek pribadi dirumah sakit ini. saat didalam Rexana tentu saja senang seperti ingin selamanya seperti ini tapi hal it mana bisa dilakukan. Rexana memulai memeriksa pasien pertamanya, seorang anak berusia 10 tahun mengalami cacar air, pasien kedua adalah siswa kelas 6 SD yang mengalami bocor dikepalanya karena habis baku hantam dengan musuhnya mungkin, dan yang mengherankan adalah selanjutnya ada 3 pasien luka bakar saat ditanya oleh gadis itu, ada kebakaran di sebuah bengkel yang berjarak 50 meter dari rumah sakit itu. tentu saja itu mengejutkan Rexana, tapi gadis itu tetap mengobati pasien- pasien itu dengan telaten seperti dibuku yang pernah dibacanya saat tak ada jadwal photoshoot. hari yang melelahkan dijalani dengan hati yang senang seharian, membuat gadis itu tak merasakan lelahnya bahkan senyuman manis tak pudar saat makan malam bersama keluarga Jazelyn lagi. saat bersiap-siap untuk menuju alam mimpi, dia tak lupa untuk melihat di grup chat bernamakan "doppelgangers" yang dibuat oleh Jazelyn. mereka saling melaporkan keseharian mereka, tentu saja ketujuh kembaran itu mengalami hari-hari yang indah beserta penuh dengan keinginan mereka. agar tak mengantuk untuk bertugas lagi dirumah sakit besok, Rexana pun dengan cepat terlelap dan langsung masuk kedalam mimpinya yang tak jauh dari kesehariannya mulai sekarang.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN