Caecilia and future husband

1195 Kata
setelah pertemuan 7 kembaran Caecilia langsung menuju hotel tempat keluarga Quella berkumpul menggunakan taksi tentunya karena jika menggunakan motor sportnya mungkin ibu Quella akan pingsan kata gadis polos itu yang sangat mengenali sifat ibunya. sesuai arahan dari Quella akhirnya gadis barbar itu sampai dilantai paling atas, tempat khusus untuk keluarganya. saat masuk kedalam terlihat seorang pria paruh baya yaitu ayahnya Quella menelepon menghadap ke jendela, wanita paruh baya yaitu ibunya Quella sedang duduk sambil bermain bersama anak kecil 2 tahun yang ada dipangkuan Abang Quella sedangkan kakaknya sedang bermesraan dengan suaminya sambil menonton tv. yang pertama kali menyadari kedatangan seorang gadis adalah abangnya Quella yang bernama Aldoz. "hei Quella, kami pikir kamu sudah dikorea" ujar abangnya dengan bingung karena kemarin itu kata adiknya dia ingin kembali ke Korea membiarkan kami yang membahas perjodohannya. mendengar nama 'Quella' mereka yang ada disana langsung melihat kearah pintu. "eh, dek kok gak jadi balik, kamu Nerima perjodohannya kah?" tanya sang kakak langsung berlari menghampiri adiknya dengan wajah antusias. istri abangnya bergabung diruangan itu setelah selesai bu@ng air. Caecilia bingung harus ngomong bagaimana karena bahasa nya tidak tersaring seperti Quella. setelah lama berpikir keras "aku mau kekamar eh maksudnya Quella mau kekamar dulu ya soalnya capek banget" ujar Caecilia belibet tak biasa dengan memanggil dirinya sendiri dengan nama apalagi nama orang lain tapi didalam hatinya dia menertawakan bahasa yang membuatnya sangat kegelian. semua orang yang ada disana menatap bingung kepergian Caecilia kekamarnya. sesampainya dikamar Caecilia tertawa terbahak-bahak karena tak kuat menahannya. "Quella kekamay duyu ya coalnya nyapek banyet" ujarnya mengejek diri sendiri dengan sepuasnya aneh bukan tapi itulah Caecilia. tapi tak lama tertawa, ada yang mengetuk pintunya ternyata sang ibu lah yang ada didepan sana. "ada apa Bu?" tanya Caecilia dengan selembut mungkin pada wanita yang sedang duduk bersamanya ditepi ranjang. "besok ada pertemuan dengan calon suamimu jadi seperti biasa kamu tidak boleh menolak dan jaga sikap kamu" ujar sang ibu menatapnya serius. walaupun anak konglomerat ibu Caecilia tak pernah memaksakan sikap anggun padanya bahkan ibunya terlalu sibuk untuk memperhatikan sikapnya. "baik Bu" jawab Caecilia dengan nada sesopan dan selembut mungkin lain dengan hati nya yang sudah mengumpat pada wanita didepannya ini. keesokan siang nya, pertemuan pun diadakan di restoran ternama. "sumpah aku ingin sekali membakar gaun ini" gumam Caecilia di toilet restoran tersebut. lalu dia kembali lagi ke meja yang dikelilingi oleh orangtuanya dan orangtua calon suaminya. Caecilia heran mengapa tiba-tiba ada lelaki tampan dan muda berada disana padahal tadi tidak ada atau mungkin itu calon suaminya eh maksudnya calon suami Quella, "pfft, lihatlah bagaimana caraku bermain" ujar Caecilia dalam hati dengan senyuman jahil diwajahnya. "hai, maaf ya Quella kelamaan di toiletnya" ujar Caecilia sok ramah. "hm Bu tadi toiletnya bau jengkol, sepertinya ada yang kentut disana" ujar Caecilia sok polos dengan senyuman lebar. sang ibu menatapnya dengan tajam memberikan isyarat untuk bersikap anggun dan sopan. Caecilia pun langsung menghentikan omongannya padahal dalam hati tertawa puas. "maaf ya, anak saya sedikit kurang enak badan" ujar ibu Quella sopan pada tamu didepannya. "iya tidak apa - apa kok" ujar tamu wanita tua dengan senyuman manisnya. sedangkan pria tampan yang ternyata benar calon suami Quella tersenyum kecil mendengar perkataannya tadi sedikit terkejut juga sih karena biasanya jika pertemuan Quella hanya diam, membiarkan orangtuanya yang berbicara. "jadi bagaimana persiapannya?" tanya ayah Quella. gadis itu tentu saja terkejut ternyata pendapat Quella tak pernah didengar malah mereka mempersiapkan segalanya, Quella seperti boneka. " tinggal pilih baju pengantinnya" ujar calon ibu mertua Quella. "bisakah saya dan Quella melihat dan mencoba baju pengantinnya, lagian butik itu dekat darisini kan Bu?" tanya lelaki tampan yang akan menjadi suami masa depannya kelak eh maksudnya Quella. "bisa kok nak, jaga Quella ya James" ujar calon ibu mertua Quella. Caecilia dalam hati kesal setengah mati dengan pria dihadapannya bayangkan saja gaun yang tengah dipakainya aja serasa tak bisa bergerak apalagi mencoba gaun pengantin yang sangat super ribet nanti. tapi gadis itu menahan kekesalannya sampai di mobil..... "apa benar kau kurang enak badan?" tanya laki-laki itu diketahui namanya James sambil menyetir. "entah" jawabnya jutek James baru tahu kalau Quella orang yang jutek karena ini pertama kali dia jalan bersamanya. padahal dari cerita sang ibu Quella adalah wanita lembut dan polos yang penurut. "ternyata ini sifat aslimu" ujar James sambil terkekeh sinis. mendengar itu membuat Caecilia senang karena pasti James akan membatalkan perjodohan itu setelah mengetahui sifat aslinya. "berarti kau akan membatalkan perjodohan itu kan" ujar Caecilia antusias karena terlalu senang rencananya berhasil. melihat gadis disampingnya kini menunjukkan wajah menggemaskan karena binar antusias dimatanya membuat pria itu penasaran. "tidak aku akan tetap melanjutkannya, bahkan lebih bersemangat" ujar pria itu membuat Caecilia seperti disambar gledek disiang bolong karena memperburuk rencananya. wajah lesu gadis didepannya membuat pria itu tertawa keras. "kau ini kenapa sih, mengapa kau menolak perjodohan ini" tanya pria 25 tahun itu penasaran dengan tertawa kecil. "karena aku tak mau dipaksa tinggal berdua selamanya dengan pria asing" ujar Caecilia kembali jutek. sekarang mereka sampai di butik itu. "kalau begitu ayo kita kenalan, namaku James" ujar pria itu sambil mengulurkan tangan, benar juga mereka saling mengenal hanya dari orangtua mereka masing-masing. "Quella" ujar singkat gadis itu tersenyum sebentar lalu cemberut kembali dan keluar mobil terlebih dahulu disusul oleh James. didalam butik mereka langsung mencoba memakai baju pengantin itu tapi menurut Caecilia itu adalah baju kutukkan. "ya Tuhan semoga aku bisa pakai celana dan jas saja di pernikahan ku nanti" ucap Caecilia sambil melihat keatas sekarang dia seperti robot yaitu sangat kaku memakai gaun pengantin untuk pertama kalinya yang membuatnya seperti itu. James yang melihatnya tertawa terbahak bahak apalagi mendengar doa gadis barbar itu. "hahaha mana boleh seperti itu nanti gaunnya tidak terpakai dong" ujar James dengan sisa tawanya yang tadi menggelegar. "aku akan dengan senang hati memberikanmu gaun pengantin ini James, damn it" ujar gadis itu dengan raut kesal yang membuat James takjub apalagi saat mengumpat. "apakah kau selalu mengumpat seperti itu?" tanya James penasaran, bukankah seharusnya gadis keturunan bangsawan akan anggun dan elegan, gadis didepannya ini terlihat seperti ketua geng motor. Caecilia tersadar langsung membungkam mulutnya, pasti saat Quella kembali dia akan mengalami masalah besar tentang sikapnya. "s**l, jika kau memberitahu pada orangtua ku, kupastikan kau akan menjadi polisi tidur ditengah jalan itu" ancaman dari Caecilia membuat James tertantang ingin mengenal lebih dalam lagi tentang gadis didepannya, dia pun mempunyai rencana. "Quella aku ada penawaran yang bagus untukmu" ujar James dengan senyum misterius. "apa itu?" tanya gadis itu dengan penasaran. "aku akan membatalkan perjodohan ini, tapi dengan syarat kau jadi pacarku, bagaimana?" tawaran dari James membuat Caecilia terkejut sekaligus senang, tentang menjadi pacarnya, jika Quella nanti tetap merasa tidak cocok dengan lelaki ini tinggal minta putus saja kan beres. "oke, aku setuju" ujar Caecilia dengan tersenyum miring. James tersenyum puas dia berjanji takkan melepaskan gadis ini mulai sekarang. saat kembali ke restoran James memberitahu rencananya, yaitu membatalkan perjodohan karena ingin menjalani hubungan yang nyata hanya dia dan Quella seperti sepasang kekasih pada umumnya. awalnya orangtua mereka menolak terutama ibu Quella, tapi karena keputusan sang pangeran kodok kalau kata Caecilia akhirnya keputusan itu disetujui oleh semua pihak, bahkan undangan yang disebar menjadi tanggung jawab James. Memikirkan kejadian hari ini membuat Caecilia sangat kelelahan sehingga saat pulang tadi dia langsung terlelap diatas ranjang nya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN