Semua sudah terlambat

1248 Kata

Chacha diseret dengan paksa oleh dua gadis menuju aula. “Aduh… Pelan-pelan.” Pinta Chacha. Kedua kakinya terasa sakit karena tak terbiasa memakai sepatu berhak tinggi. Terlebih tubuhnya terbalut gaun yang begitu panjang, Chacha pun cukup kesulitan untuk berjalan. Kedua tangannya tak sanggup meraih ujung gaun, yang selalu terinjak oleh kakinya, sekali dua kali, Chacha tersandung oleh gaun itu sendiri. Menyulitkan. “Mbak Rania nyariin kamu terus.” Kata salah satu dari gadis-gadis itu. “Iya, dia kayaknya marah sama kamu, karena kamu tiba-tiba ngilang tanpa pamit.” sahut lainnya. Chacha hanya bisa menghela nafas pasrah. Mengikuti saja kemana dua gadis itu membawanya. Yang pasti Chacha tau itu kemana. Benar kan? Dua gadis itu membawanya kembali ke aula pesta. Chacha memutar kedua bola mat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN