Pesugihan II

2134 Kata

Aroma wangi menyeruak di hidung Ani. Wangi yang tak bisa di deskripsikan. Antara bunga dan parfum yang sangat kental, tapi harmonis. Sangat bersahabat dengan indera penciuman. "Ani.. Ani.. Ani.." Suara yang kalem dan bersahaja itu memanggil nama Ani, yang kini perlahan membuka mata. Ia berada di istana yang sangat megah. Mewah. Semua serba hijau. Lantainya terasa dingin. Selaras dengan udaranya. Ani mengedarkan pandangan. Tidak ada Arif. Tidak ada siapapun. Hanya dirinya seorang diri. "Ani.." "Siapa?" Suara itu tak menjawab. Sunyi. Senyap. Tak ada desiran ombak pantai. Hingga, mata Ani mengerut. Sesuatu yang menyilaukan, ada tepat di hadapannya. Tubuh Ani seolah bergerak sendiri, untuk mendekatinya. Sebuah kotak emas, dengan ukiran bunga ada di atas meja. Tangan Ani menyentuhnya. Te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN