Pesugihan

2027 Kata

Nota-nota hasil penjualan barang di Toko pakaian milik Ani ; Ibunya Rindi, berserakan di meja. Kalkulator yang tengah di tekan-tekan oleh Ani, kini di banting nya. Arif ; Suaminya, bergegas keluar dari kamar. "Bu? Ada apa, sih? Kok sampai banting kalkulator begitu?" "Minus! Kamu tahu, kan? Penjualan Toko kita akhir-akhir ini menurun." "Iya, tahu. Tapi, nggak begini juga, Bu." "Lantas, aku harus bagaimana? Tertawa bahagia? Atau, rebahan sepertimu?" Arif mendesah panjang. Duduk di sebelah Ani. "Sabar, Bu. Kita cari jalan keluarnya bersama-sama." "Otakku sudah enggak bisa berpikir, Yah. Buntu rasanya." "Apa kita perlu ambil pinjaman di Bank? Untuk membesarkan Toko kita?" Ani melirik Arif dengan kesal. "Kita ini nggak ada pemasukan. Toko lagi sepi. Terus, yang bayar cicilan nya siapa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN