Nenek Kebaya

2200 Kata

Rindi duduk di tepi ranjang, dengan menundukkan kepala. Meracau tak jelas. Andi menghampirinya secara perlahan. "Rin? Kamu kenapa?" "Eva itu harus lenyap! Eva itu harus lenyap! EVA ITU HARUS LENYAP!" Rindi memekik kemudian. Mengangkat kepala. Melotot ke arah Andi. "Rin?! Sadar, Rin." "Andi.. coba minggir dulu," pinta Kyai Putih. Andi mundur. Berganti Kyai Putih yang mendekati Rindi dengan santai. "Assalamualaikum?" kata Kyai Putih. Rindi tak menjawab. Terus melotot. Mengatupkan giginya. "Assalamualaikum?" Untuk kedua kalinya, Kyai Putih mengucapkan salam. Dan, tetap di abaikan. "Siapa Tuhanmu?" "Aku nggak punya Tuhan! Aku hanya punya Tuan!" "Oh, kamu nggak punya Tuhan. Lantas, siapa yang menciptakan mu, kalau kamu nggak punya Tuhan?" "Ah! Jangan banyak bicara. Pulang sana kam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN