Putra tengah masuk ke dalam kolong atap. Mencari sumber belatung, yang sampai sekarang masih terus berjatuhan dari atas. Merangkak ke sana kemari, dengan senter kecil yang digigit. "Bagaimana, Put? Sudah ketemu bangkainya?" tanya Rindi. Dengan sedikit berteriak. "Nggak ada, Mbak!" "Kamu cari yang benar, Put!" "Ya ampun, sudah. Nggak ada, Mbak. Bau bangkai juga nggak tercium." "Terus, dari mana belatung-belatung ini?" gumam Rindi. Sembari mendesah panjang. "Ya sudah, kamu turun dulu, Put." Putra turun lewat atas sumur. Satu-satunya jalan masuk ke kolong atap. Putra mengibaskan pakaiannya, yang kotor karena sarang laba-laba. Sementara, Rindi terus menyapu belatung, yang berkumpul di sudut-sudut ruang tamu. Cukup banyak. Sejak pagi, Rindi tak henti-hentinya membersihkan ruang tamu d

