PART 05 🌻

1085 Kata
Setelah makan malam tadi semua keluarga pergi ke kamar masing-masing, karena semua merasa kelelahan setelah dari pantai. Mereka juga harus menyimpan tenaga untuk besok karena mereka akan melakukan perjalanan pulang. Dan disini lah Gendis dikamar yang ukurannya lebih besar dari kamar di rumahnya. "Gini nih susahnya, kalau nggak tidur di kamar sendiri. Susah banget ini mata nggak mau merem." gerutu Gendis. Akhirnya Gendis memutuskan untuk keluar kamar dan menuju ruang TV, belum sampai tempat tujuan Gendis bertemu Dzawin. "Mau kemana Dis?." tanya Dzawin, tumben sekali laki-laki ini bertanya lebih dulu "Eh bang, aku nggak bisa tidur bang." Nggak nyambung sama pertanyaannya Gendis-bantin Gendis yang menyadari jawaban yang di ucapkan tidak sesui dengan pertanyaan yang di ucapkan Dzawin. Emang kadang pikiran sama mulut nggak singkron. "Mau jalan-jalan?." Tanya Dzawin tiba-tiba "Hah, gimana bang?." Jawab Gendis kaget "Mau jalan-jalan bareng?, aku juga gak bisa tidur soalnya." Loh heh loh heh ada angina apa ini- bantin Gendis cengo "Mau jalan-jalan kemana bang?." "Udah penting kamu ikut aja, sana ambil jaket dulu." ujar Dzawin Akhirnya Gendis kembali ke kamar untuk mengambil jaket dan berangkat keluar bersama Dzawin. ***** "Masih rame aja ya bang jalannya, padahal udah jam segini." ujar Gendis "Disini nggak pernah sepi Dis." Balas Dzawin "Oh ya, maap bang aku kaya nora banget ya hehehe." Jawab Gendis malu "Kamu emang belum pernah kesini?." "Hehehe belum bang." Yang hanya di bahas angguk-anggukan kepala oleh Dzawin "Ayo turun Dis." Ajak Dzawin Mereka berduapun turun dari dalam mobil dan berjalan menuju stand makanan yang ada di sepanjang jalan itu. "Wahhh banyak banget yang jualan ya bang, tapi aku lupa nggak bawa uang." Kata Gendis lesu "Bang, aku pinjem uangnya boleh? aku pengen beli mie itu." tanya Gendis "Ayo kita kesana." ucap Dzawin setelah membeli beberapa makanan dan cemilan, Dzawin meminta Gendis untuk mencari tempat duduk. "Kamu cari duduk gih, nanti aku nyusul. Mau beli minum dulu." "Oke bang." ***** "Hmmm enak banget sih mienya." ucap Gendis sambil menggoyangkan kepala kanan dan kekiri setelah makan sesuap mie yang dibelinya tadi "Emang cewek gitu ya kalau habis makan, makanan yang enak?." Tanya Dzawin "Gitu gimana bang?." Balas Gendis bingung "Ya kayak kamu gitu, goyang-goyangin kepala." "Emm ngak tau sih bang, mungkin aja iya hehehe." Disela-sela kesunyian mereka makan Gendis memecah kensuyian itu "Nanti uangnya aku ganti pas di villa ya bang." "Nggak usah, ini aku yang traktir." "Ihh jangan gitu bang, kalau gini kan jadi enak di akunya." jawab Gendis sambil memukul lengan Dzawin. Akhirnya mereka berdua menghabiskan malam terakhir di kota itu dengan ngombrol dan makan jajanan kaki lima. ***** Diperjalanan pulang sudah tak sesunyi saat berangkat, dua anak manusia yang tak lain dan tak bukan Gendis dan Dzawin banyak mengobrol meskipun yang membuka pembicaraan selalu Gendis. Saat mobil memasuki kota mereka tinggal Dzawin bertanya pada Gendis mengenai alamat rumah Gendis "Rumah mu dimana Dis?." "Nggak aku bawa bang hehehe ." ya tuhan Gendis itu jawab template jaman kapan "Dissss." desis Dzawin "Hehehe, jalan ** nomer enam belas , emang kenapa bang?" "Aku anter kamu sampai rumah sekalian." Setelah menempuh perjalanan yang cukup melelahkan sampailah mereka di depan rumah Gendis. "Makasih ya bang, nggak mau mampir dulu?." Tawar Gendis pada Dzawin "Enggak usah Dis, udah terlalu malem." "Kamu jangan lupa istirahat ya, pasti capek." Lanjut Dzawin "I-iya bang, abang juga pasti lebih capek abang kan yang bawa mobil." "Iya, udan gih masuk sana." Tanpa mereka sadari ada dua pasang mata yang memperhatikan interaksi mereka. ***** Hari ini adalah tanggal merah yang berarti jadwal bimbel Gendis pun juga libur. Seharian ini hal yang dilakukan Gendis adalah rebahan rebahan dan rebahan. Tak lupa bermodalkan hasil nge-hack sandi Wi-Fi milik tetangga dirinya menyekrol apk yang sesang digandrungi banyak orang yang isinya anak muda goyang-goyang dan keuwu orang lain. "Gini banget dah ngontrak dibumiii YA ALLAH, mau ke pluto ajaa." ucap Gendis karena sedari tadi melihat isi yang menampilkan banyak pasangan muda-mudi memamerkan keuwuan mereka. "Langittt bisa kau turunkan mass jodoh ku, aku ingin uwu kaya orang lain." "Mamak Gendis pengen punya pacar, pengen nikahhhh, pengen uwu-uwuan." triak Gendis "Ya Allah Ya Rob. Orang di pangil-pangil ngak nyaut malah teriak- teriak nggak jelas heran mamak dulu ngidam apa waktu halim kamu, itu di depan ada temen kamu." ucap Heti "Ya ngidam apa? Kok tanya Gendis, yang hamilkan mamak bukan aku.” Jawab Gendis “Emang siapa mak yang cari Gendis ?." Tanya Gendis penasaran, pasalnya kalua bestainya nggak mungkin sang mamak repot-repot memanggilnya. "Nggak tau, mamak lupa tanya yang pasti ganteng orangnya." Gendis segera keluar kamar, dan dilihatnya Dzawin tengah duduk di kursi ruang tamu "Eh bang Dzawin, ada apa ya bang?." tanya Gendis "Pengen ngajak kamu keluar mau?." balas Dzawin "Hah mau ngajak aku keluar?."jawab Gendis kaget yang hanya di balas Dzawin dengan anggukan kepala Ya Allah ada angin apa ini sampe bang Dzawin ngajak keluar- bantin Gendis heran "Tunggu bentar ya bang, aku mau ganti baju dulu kalau gitu." pamit Gendis pada Dzawin tapi sebelum pergi Gendis ingat belum menawari Dzawin minum. "Abang mau minum apa?." "Emm air putih aja." setelah mengambilkan air putih untuk Dzawin, Gendis bersiap-siap untuk ganti baju ****** Didalam kamar Gendis tengah meng obrak-abrik lemari bajunya, mencari baju yang cocok dikenakan dan tidak malu-maluin. "Elah pake baju apa ini, mana baju gue kebanyakan kaos lagi." monolog Gendis "Pake gamis, dikira mau pengajian." "Pake rok, ribet." "Pake baju putih, kaya magang kerja." "hhiiisskkk gak punya bajuuuu, mau pake baju apa ini." Itulah beberapa keluhan Gendis tentang baju yang akan dia gunakan saat keluar bersama Dzawin perempuan dengan segala hal yang rumit. ***** "Bang ini mau kemana?." tanya Gendis saat sudah di dalam mobil "Nggak tau, aku pengen keluar aja." "Lah, jadi ini nggak ada tujuannya." Gendis kaget, dirinya kiri saat Dzawin mengajaknya keluar sudah tau tujuan mereka akan kemana, ternyata tidak. "He em, kita muter-muter aja dulu." Gendis seperti merasa de javu dengan situasi seperti ini. "Bang mau muter lagu." ujar Gendis dengan mengangkat telapak tangan kearah Dzawin. Dzawin yang sudah mengerti bahwa Gendis meminta handphone-nya untuk memutar musik dan langsung memberikannya pada Gendis. tak berselang lama, suara merdu Mahen mengalun dalam mobil itu. "Cinta menyatukan kita yang tak sama aku yang mengadah dan tangan yang kau genggam berjalan salah, berhenti pun tak mudah apakah kita salah." gumam Gendis ikut menyanyikan lagu yang mengalun "Lagu ini sakit banget gak sih menurut abang?." tanya Gendis random "Emang kamu pernah ngerasain Dis?." bukanya menjawab Dzawin malah kembali bertanya "Emm enggak sih, tapi suka aja gitu kebawa suasan lagu aku tu bang. Aku galau bukan karena disakiti bang tapi galauku jalur lagu heheh"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN