“Apaan sih? Siapa juga yang suka sama Clara? Gue nggak ada perasaan apa-apa kok sama dia. Gue tuh cuma ngasih tahu ke kalian buat jangan asal nuduh, nggak baik.” ucap Tevi.
“Halah kebanyakan ngeles lo!” ucap Liora kesal.
“Hei!” ucap Albert. “Kok kalian malah pada ribut sih?”
“Liora, Alexa, Elina, tahan emosi dong!” ucap Rival. “Apa yang diomongin sama Tevi, itu ada benernya kok. Nuduh orang sembarangan, itu emang nggak baik, itu soudzon namanya.”
“Si Tevi kan sahabat lo, ya jelaslah kalau lo belain dia.” ucap Elina.
“Guys udah!” ucap Gerald pelan. “Kita kan temen, kok malah pada ribut kayak gini sih?”
“Udah guys! Jangan ribut lagi ya! Mending sekarang kita ke kantin yuk! Gue laper!” ucap Albert.
Liora, Alexa, dan Elina terdiam kesal menatap Tevi.
“Udah dong!” ucap Gerald. “Kok malah pada sinis-sinisan gitu sih?”
Liora, Alexa, dan Elina kemudian menatap Tevi dengan biasa saja.
“Yaudah, yuk ke kantin sama-sama!” ajak Liora. “Mau ke kantin mana?”
“Kantin atas aja.” balas Tevi.
“Yaudah ayo!” balas Alexa.
Gerald dan Albert lalu turun dari ranjang. Setelah itu mereka berenam pergi menuju kantin lantai atas. Setibanya di kantin, mereka langsung duduk bersama.
“Wih! Keren banget kantinnya! Kayak Mall! Bisa duduk berenam lagi, mejanya panjang.” ucap Albert yang terpesona dengan desain kantin lantai atas yang begitu mewah.
“Lah! Emang sekolah kamu yang lama nggak punya kantin kayak gini?” tanya Alexa.
“Kamu?”
“Sekolah lo maksudnya?”
“Nggak. Kantin di sekolah gue ya biasa aja gitu ruangannya, nggak sebagus kayak gini.”
“SMA Garuda Bangsa gitu loh.” ucap Liora sembari tersenyum. “SMA favorite nomor satu di kota ini. Sekolah dengan dua kantin, satu kantin elite, dan satu kantin biasa.”
“Wow! Jadi sekolah ini punya dua kantin?”
“Iya.” balas Alexa. “Satu kantin biasa, di lantai bawah, satu lagi di sini, kantin elite, yang makanannya juga pastinya higienis.”
“Udah ah jangan banyak omong! Ayo pesen! Keburu jam istirahat selesai!” ucap Gerald.
“Iya-iya.” balas Liora. “Kalian mau mesen apaan?”
“Yang biasa.” balas Alexa dan Elina secara bersamaan.
“Emang kalian suka makan apa di sini?” tanya Gerald.
“Kita suka makan mie ramen, sama jus tomat.” balas Elina.
“Yaudah, gue samain aja sama kalian.” ucap Tevi.
“Gue juga deh.” ucap Rival.
“Kalau Gerald sama Albert, mau apa?” tanya Liora.
“Gue baru inget, di sini ada makanan kesukaan lo. Spaghetti saus tomat, sama jus jambu merah. Mau mesen itu aja?” ucap Gerald.
“Mau.” balas Albert sembari tersenyum.
“Aku sama Albert, pesen spaghetti saus tomat, sama jus jambu merah oke.”
“Oke.” balas Liora, kemudian langsung memesan makanan kepada Ibu kantin.
“Eh! Makanannya kan pada elite ya? Kita ini banyakan, berarti lama dong masaknya! Keburu jam istirahat selesai.” ucap Albert.
“Nggak kok, santai aja!” ucap Gerald. “Di sini masaknya cepet nggak lama. Soalnya alat masaknya banyak. Di sini juga yang jajannya sedikit, jadi cepet mateng karena nggak ngantri.”
“Oh, oke.”
Tak lama kemudian, Liora kembali duduk bersama mereka.
“Oh iya Albert.” ucap Liora.
“Hmmm?”
“Udah dapet seragam-seragam sekolah?”
“Udah dari sejak kemarin, langsung dapet seragam batik sama olahraga.”
“Oh iya, besok bagian pelajaran olahraga ya?” tanya Tevi.
“Iya, bagian ngelanjutin pertandingan yang kemarin, ngelawan kelas IPS satu.” balas Elina.
“Kita belum tanding Tev.” ucap Rival.
“Gue sama Elina juga belum.” ucap Liora.
“Berarti yang udah tanding minggu kemarin? Bagian nyantai ya?” tanya Gerald.
“Iya, bagian nyantai kita.” cengir Alexa.
“Olahraga juga kali, tapi bebas. Mana mungkin disuruh nyantai.” ucap Rival.
“Lah males! Mending gue nyantai.” ucap Alexa.
“Gue juga males, mending nyantai. Kata Gurunya juga kan minggu besok bagian ngelanjutin tim yang belum tanding, itu artinya tim yang udah tanding ya bagian nyantai.” ucap Gerald.
“Semoga aja nyantai lah ya, gue mau nyantai asli.” ucap Alexa.
“Jadi, yang udah tanding itu, timnya Gerald sama timnya Alexa?” tanya Albert.
“Tim gue sih sebenernya, kalau tim Alexa kena diskualifikasi. Haha!” cengir Gerald.
“Tetep aja gue udah main.” Alexa cemberut. “Jadi keitungnya tim gue bagian nyantai.”
Suasana mendadak hening, saat Liora dan Gerald mendadak terdiam.
“Ger, Ra, kalian kenapa?” tanya Rival. “Kok tiba-tiba diem gitu sih?”
“Perasaan gue, kok tiba-tiba nggak enak ya?” balas Gerald.
“Kok sama? Perasaan aku juga tiba-tiba nggak enak. Kayak yang bakal terjadi sesuatu yang nggak diinginkan.” ucap Liora.
“Kok, bisa mendadak samaan gini ya?” tanya Gerald. “Duh! Kok gue jadi takut ya? Gue takut terjadi sesuatu hal yang nggak diinginkan.”
“Ah! Itu paling cuman perasaan lo berdua aja.” ucap Elina. “Gue juga sering kok ngerasain panik tiba-tiba, tapi nggak pernah terjadi apa-apa.”
“Iya, nggak usah dipikirin lah! Itu cuma perasaan kalian doang. Bawa happy aja! Nggak bakalan terjadi apa-apa kok.” ucap Alexa.
“Besok gue nggak mau sekolah ah!” ucap Gerald.
“Loh? Kenapa?” tanya Albert.
“Gue takut kalau besok terjadi hal yang nggak diinginkan. Soalnya perasaan gue ini mendadak takut banget sama hari besok.”
“Gue juga sama!” ucap Liora. “Rasanya tuh, besok kayak bakal terjadi sesuatu hal yang nggak diinginkan, terjadi ke gue.”
“Syut! Nggak boleh ngomong kayak gitu! Omongan itu sama dengan do'a loh.” ucap Elina. “Kalian harus berpikir positif, kalian harus yakin kalau nggak bakalan terjadi apa-apa.”
“Yaelah Ger, Ra! Itu mah cuma was-was biasa doang! Semua orang juga pernah kali ngerasain kayak gitu. Udah jangan dipikirin!” ucap Tevi.
Beberapa menit kemudian, makanan mereka telah siap dan langsung diantarkan ke meja tempat mereka berada.
“Selamat menikmati!” ucap Ibu kantin dengan penuh senyuman.
“Makasih Bu.” balas mereka semua dengan penuh senyuman juga.
“Udah! Ayo makan! Nggak usah dipikirin! Itu cuma perasaan was-was biasa aja. Nggak bakalan terjadi apa-apa kok!” ucap Alexa. “Ayo makan!”
Alexa, Elina, Albert, Tevi dan Rival lalu langsung menyantap makanan mereka itu.
“Yank!” panggil Liora kepada Gerald.
“Hmm?”
“Aku takut! Aku takut terjadi sesuatu yang nggak diinginkan!”
“Sama aku juga! Tapi, kamu tenang aja ya! Kalaupun nanti terjadi sesuatu yang nggak kita inginkan, aku bakalan selalu ada buat jagain kamu kok.”
Sontak, ucapan Gerald barusan langsung membuat Liora tenang karena hatinya mendadak berbunga-bunga dengan ucapan Gerald yang sangatlah romantis.
“Bisa aja kamu.” ucap Liora dengan penuh senyuman.
Gerald pun tersenyum. “Yaudah. Yuk makan!”
“Iya.”
Hati Liora kini kembali tenang setelah mendengar ucapan romantis dari Gerald. Sedangkan Gerald, hatinya pun mendadak tenang, setelah melihat senyuman Liora yang begitu cantik, yang sontak langsung membuat hatinya merasa nyaman.