“Karena Anak sama Keponakan Ibu itu, Devin dan Clara, sudah menjebak Adik kami, Gerald dan Liora, sampai membuat nama mereka tercemar di mata semua orang.” ucap Silvia.
“Ya! Dan saya juga Silvia, benar-benar merasa sangat sakit hati atas perbuatan yang sangat jahat yang telah dilakukan Devin dan Clara kepada Adik-Adik kami.” ucap Anton.
“Iya.” ucap Gerald. “Saya, orang yang udah menderita, karena perbuatan jahatnya Devin sama Clara, bener-bener ngerasa sangat sakit hati atas perbuatan mereka ke saya. Jadi, saya mau mereka dapetin hukuman yang setimpal atas perbuatan yang sudah melebihi batas kemanusiaan. Jadi, kami akan melaporkan Devin dan Clara ke pihak yang berwajib.”
“Memangnya, apa yang sudah Devin dan Clara lakukan kepada kalian?”
“Mereka udah ngejebak aku sama Liora, supaya difitnah sama semua orang. Mereka udah bikin kita difitnah berbuat m***m di aula sekolah ini, sampai-sampai berita ini viral ke seluruh Indonesia, sekaligus ngebuat nama sekolah ini hancur.”
“Ya, dan itu benar-benar perbuatan yang sangatlah jahat.” ucap Anton. “Maka dari itu, mereka sangatlah pantas untuk diberikan hukuman penjara.” ucap Silvia.
“Hal itu bener-bener kejam! Mereka bener-bener udah keterlaluan! Dengan teganya mereka menuduh dan menjebak Gerald dan Liora berbuat m***m di sekolah ini sampai mereka dihujat oleh seluruh orang di negara ini. Hal itu benar-benar tidak bisa dimaafkan.” ucap Anton.
Air mata Viona langsung menetes, saat mengetahui ternyata Anak dan Keponakannya akan segera dilaporkan ke pihak berwajib, sebab telah membuat perlakuan yang sangatlah jahat.
“Tidak mungkin! Tidak mungkin Anak dan Keponakan saya melakukan hal itu!” isak Viona. “Mereka itu Anak yang baik, tidak mungkin mereka melakukan hal sejahat itu!”
“Saya kasihan deh sama Ibu, di rumah pasti lihat Devin sama Clara yang bersikap baik ya? Tapi pas di belakang, ternyata mereka jahat.” ucap Silvia.
“Harusnya Ibu itu lebih pinter dong kalau ngurus Anak, masa Anaknya sampe tumbuh jadi manusia yang hatinya jahat banget. Percuma aja disekolahin kalau kayak gitu.” ucap Anton.
“Orang udah masuk SMA, bukannya berpikir buat belajar lebih giat, supaya bisa ngegapai cita-cita dengan mudah nantinya. Eh! Ini malah cosplay jadi iblis.” ucap Gerald.
Ucapan-ucapan mereka yang merendahkan Devin dan Clara benar-benar membuat hati Viona merasa sangat sakit, hingga air matanya mengalir dengan sangat deras.
“Kak Anton, Kak Silvia, Gerald, udah dong! Kalian jangan keterlaluan gitu, kasihan Tante ini.” ucap Liora.
“Kasihan? Kasihan kamu bilang?” ucap Gerald. “Inget hei! Si Devin sama si Clara itu udah bikin nama kita hancur di mata semua orang di negara ini! Bisa-bisanya kamu ngomong kasihan!”
“Lagian, itu emang kenyataanya kan? Devin sama Clara itu bener-bener jahat, jadi udah sepantesnya orangtua mereka ini tahu kelakuan mereka yang sebenernya.” ucap Anton.
“Ya tapi kan Devin sama Clara udah berusaha buat nebus kesalahan mereka, dengan ngeklarifikasi kebenaran yang asli. Mereka juga udah minta maaf sama kita. Seharusnya, kita bisa maafin mereka, karena mereka udah nebus kesalahan mereka dengan cara yang nggak biasa.”
“Nah Bu. Coba lihat Adik saya ini!” ucap Silvia. “Dia udah dijahatin sama Anak dan Keponakan Ibu, tapi Adik saya ini dengan hatinya yang mulia mau memaafkan mereka.”
“Tapi maaf ya, saya selalu Kakaknya Liora, nggak akan pernah menuruti kemauannya Liora untuk memaafkan Devin dan Clara. Sebab, saya sudah merasa sangat sakit hati atas perbuatan mereka yang memang bisa dibilang jahat sejahat iblis.” ucap Silvia.
“Kakak udah!” ucap Liora, kemudian dia melangkah mendekat dengan Viona yang sedari tadi terus menangis. “Tante, Tante nggak usah dengerin omongan Kakak saya barusan ya! Saya udah maafin Devin sama Clara kok, dan saya bakalan usahain supaya mereka nggak dapet hukuman. Tante jangan nangis ya!”
“Heh!” Silvia menarik tangan Liora dengan kasar.
“Aw! Kakak apaan sih? Kok narik tangan aku kasar banget gitu?”
“Kamu yang apa-apaan Liora? Ngapain kamu bilang bakalan ngusahain supaya si Devin sama si Clara nggak dapetin hukuman? Maksud kamu apa hah ngomong kayak gitu? Emang siapa yang suruh kamu buat maafin mereka? Nggak ada ya! Sampai kapanpun, mereka nggak akan pernah dapetin maaf dari kita, dan mereka harus dapetin hukuman.”
“Liora!” ucap Gerald dengan tatapan kesal kepada Liora. “Kamu tuh apaan sih? Heuh!” lalu melayangkan tangan dengan sangat kesal ke hadapan Liora, karena Liora terus saja berkata sudah memaafkan kesalahannya Devin dan Clara. “Kamu tuh nyebelin banget sih! Kamu punya otak nggak? Orang udah jahat malah dibela! Inget! Kamu udah viral satu Indonesia karena siapa? Karena ulahnya Devin sama Clara!”
“Tapi kan mereka udah nebus kesalahan mereka dengan video klarifikasi! Kamu pikir video klarifikasi itu gampang hah? Nggak Gerald! Mereka bikin video klarifikasi, buat ngembaliin nama baik kita, dan itu bikin nama baik mereka bakalan hancur. Udah kelihatan jelas kalau Devin sama Clara itu tulus minta maaf sama kita.”
“Liora kamu diem deh!” ucap Silvia. “Sekali lagi kamu belain mereka! Kakak bakalan tampar kamu!”
“Kok Kakak ngomong gitu sih?”
“Kakak bilang diem ya diem!” bentak Silvia, yang juga sudah kesal dengan Liora.
Liora terdiam, lalu menatap Gerald, Silvia, dan Anton, yang menatapnya dengan penuh rasa kesal. Setelah itu dia menatap Viona yang sedari tadi terus menangis.
“Tante, mending sekarang Tante masuk ya ke ruangan Guru ini! Tante pasti dipanggil sama Pak Helmi, Kepala Sekolah di sini. Di dalam juga udah ada Devin sama Clara.”
“Iya.” isak Viona, setelah itu dia langsung melangkah masuk ke ruangan Guru.
“Gerald.” ucap Albert yang baru saja tiba, kemudian langsung memeluk Gerald. Dia merasa sangat senang, karena nama baik Gerald telah kembali sebab Devin dan Clara sudah mengklarifikasi kebenaran yang sesungguhnya. “Ger gue seneng banget! Akhirnya nama baik lo kembali.”
Gerald tersenyum melihat Albert yang sedang memeluknya.
“Untung aja gue sama temen-temen bisa nemuin bukti kalau si Devin sama si Clara itu orang yang udah ngejebak kalian, dan mereka mau minta maaf ke kalian dengan cara bikin video klarifikasi. Seneng banget rasanya akhirnya lo nggak jadi viral karena berita palsu!”
“Nah, Kalian denger sendiri kan? Albert aja bilang kayak gitu? Devin sama Clara itu emang tulus minta maaf ke kita, makanya mereka bikin video klarifikasi. Jadi ayolah! Kita maafin mereka, kasih mereka kesempatan buat mereka bisa memperbaiki diri mereka jadi Anak yang baik, dan izinin juga mereka buat temenan sama kita.” ucap Liora.