Setelah mengetahui kebenaran yang sesungguhnya, bahwa Gerald dan Liora ternyata dijebak oleh Devin dan Clara, Pak Helmi dan para Guru langsung menatap Devin dan Clara dengan tatapan yang penuh amarah.
“Kenapa kalian melakukan itu kepada Gerald dan Liora? Kenapa kalian tega melakukan hal itu kepada teman kalian sendiri?”
Devin dan Clara terdiam dengan tangisan yang penuh ketakutan.
“JAWAB!” sampai kemudian Pak Helmi membentak mereka. “JAWAB! KENAPA KALIAN TEGA MELAKUKAN HAL ITU KEPADA TEMAN KALIAN SENDIRI?”
Bentakan Pak Helmi itu membuat mereka semakin ketakutan.
“Albert, Tevi, Rival sialan!” ucap Devin dalam hati dengan penuh kebencian. “Gara-gara kalian! Gue jadi ketahuan sama pihak sekolah! Awas aja kalian! Gue bakalan bikin kalian menderita!”
“DEVIN CLARA JAWAB!” bentak Ibu Melly yang sangat geram dengan mereka, karena telah membuat nama baik Anak didik kelasnya tercemar.
“Ini karena masalah pribadi, Pak!” isak Devin. “Kami sudah terlanjur sakit hati dengan apa yang sudah Gerald dan Liora lakukan kepada kami! Jadi, kami sengaja melakukan ini untuk membuat mereka menderita, sebagai balasan karena mereka sudah membuat kami sakit hati!”
“Memangnya apa yang sudah mereka lakukan kepada kalian?” tanya Pak Rian.
“Maaf Pak! Kita nggak bisa ngasih tahu tentang ini, karena ini masalah pribadi saya sama Clara!”
“LALU ITU JADI ALASAN KALIAN UNTUK MELAKUKAN HAL YANG SANGAT JAHAT INI KEPADA GERALD DAN LIORA?” bentak Pak Helmi. “APA HARUS SEBUAH KEJAHATAN DIBALAS JUGA DENGAN KEJAHATAN SEPERTI INI?”
“Devin Clara! Gara-gara perbuatan kalian itu, Gerald dan Liora menjadi viral di negara kita ini, mereka sudah mendapatkan cacian dan hujatan karena kesalahan yang sama sekali tidak mereka perbuat. Orangtua mereka pasti merasa sangat sakit hati dengan perbuatan jahat yang telah kalian lakukan kepada mereka. Bisa saja orangtuanya Gerald dan Liora melaporkan kalian ke pihak kepolisian, dan kalian akan dipidanakan.” ucap Pak Rian.
“NGGAK!” jerit Clara ketakutan. “Saya nggak mau dipenjara saya nggak mau!”
“Pak, Bu!” isak Devin. “Tolong jangan laporkan kami ke Polisi! Kami mohon!”
“Keputusan untuk menghukum kalian ke jalur kepolisian, hanya ada di tangan orangtuanya Gerald dan Liora. Bapak selaku Kepala Sekolah, hanya bisa menghukum kalian dengan cara mengeluarkan kalian dari sekolah ini. Sebab, perbuatan kalian telah sangat membuat nama SMA Garuda Bangsa menjadi tercemar, dan itu sangat memalukan!”
“Nggak Pak!” isak Clara. “Tolong jangan keluarkan kami dari sekolah ini! Tolong! Kami janji, kami akan menebus kesalahan kami, dan kami akan membuat nama sekolah ini kembali menjadi baik seperti semula. Saya mohon Pak!”
“Memangnya apa yang bisa kamu lakukan, untuk memperbaiki nama sekolah ini menjadi baik seperti semula?”
“Saya dan Devin akan menebus kesalahan kami, dengan cara kami sendiri. Asal kami mohon! Jangan keluarkan kami dari sekolah ini!”
“Oke, kalau gitu kalian lakukan hal itu sekarang juga! Lakukan!”
“Iya Pak.”
Clara mengusap air matanya, kemudian mengambil ponsel dari saku baju seragamnya.
“Lo mau ngapain Clar?” tanya Devin yang masih menangis ketakutan.
“Ayo kita bikin video klarifikasi, kita jelasin yang sebenernya ke dunia ini, kalau Gerald sama Liora nggak bersalah, dan sekolah ini nggak seperti yang orang-orang bilang! Biar gue yang ngomong!”
“APA? Jadi lo mau ngakuin perbuatan kita ini ke seluruh orang? Lo mau ngehancurin nama kita? Emangnya nggak ada cara lain selain itu?”
“Nggak ada Devin! Cuman hal ini yang bisa kita lakuin buat memperbaiki semuanya. Memperbaiki nama baiknya Gerald sama Liora, dan ngembaliin kejayaan nama sekolah ini.”
“Apaan sih si Clara? Najis banget gue harus bikin klarifikasi kayak ginian! Sama aja gue ngejeblosin diri gue ke dalam lubang kehancuran!” ucap Devin kesal dalam hati.
“Pak, tolong rekam kami ya!”
“Sini!”
Pak Helmi kemudian merekam mereka.
“Hallo, untuk semuanya. Saya Clara, dan ini sepupu saya, Devin. Di sini, kami akan mengklarifikasi tentang berita yang baru saja viral hari ini, yaitu berita tentang Gerald dan Liora, siswa SMA Garuda Bangsa yang ditemukan berbuat m***m di aula sekolah. Di sini saya ingin menyatakan dengan jelas, kalau berita itu tidak benar! Saya dan sepupu saya Devin, sengaja membuat mereka pingsan di aula, dan membuat mereka seakan-akan berbuat hal yang tidak senonoh. Kami melakukan ini, hanya untuk candaan saja, ya, ini semua hanya prank semata. Gerald dan Liora adalah murid yang baik, paham pendidikan dan paham agama, jadi kami sengaja membuat prank ke mereka untuk bahan candaan, dan kami tidak menyangka jika hal ini akan menjadi viral seperti ini. Jadi, saya tegaskan! Mereka itu tidak bersalah, mereka adalah Anak-Anak yang baik, dan SMA Garuda Bangsa, tetaplah sekolah yang terbaik, yang selalu memberikan pendidikan bermutu untuk semua murid-muridnya. Saya dan Devin, benar-benar meminta maaf kepada Bapak Kepala Sekolah SMA Garuda Bangsa, dan kedua orangtuanya Gerald dan Liora. Kami minta maaf atas kesalahan yang telah kami lakukan ini.”
“Sudah?”
“Sudah Pak.”
Pak Helmi lalu mengakhiri rekaman tersebut, setelah itu mengembalikan ponsel tersebut kepada Clara.
Clara kemudian langsung memposting video klarifikasinya itu di semua media sosial, hingga akhirnya nama baik Gerald dan Liora serta SMA Garuda Bangsa kembali menjadi baik seperti semula.
***
Anton, Gerald, Silvia dan Liora kini masih dalam perjalanan pulang. Sedari tadi Gerald dan Liora terus menangis karena merasa sangat menderita dengan masalah yang menimpa mereka.
“Gue sama Liora pasti udah dihujat sama satu negara!” isak Gerald dalam hati. “Mamah sama Papah pasti bakalan shock banget nanti kalau tahu gue ngalamin masalah kayak gini!”
Perlahan, Gerald menatap ponselnya, lalu dia membuka youtube, untuk melihat beritanya sendiri yang sudah menyebar. Tak lama kemudian, dia melihat sebuah video yang baru saja menjadi tranding topic. Video itu berjudul, viral video klarifikasi Devin dan Clara.
“Hah? Video klarifikasi Devin sama Clara? Maksudnya?” ucap Devin terkejut dalam hati.
Devin kemudian langsung menonton video tersebut, hingga akhirnya dia, Liora, Anton dan Silvia mengetahui bahwa masalah yang menimpa mereka adalah perbuatannya Devin dan Clara.
“APA?” Anton langsung menghentikan mobil, setelah mendengar klarifikasi tersebut. “JADI INI SEMUA KELAKUAN TEMEN KALIAN?”
“DEVIN CLARA? APA BENER DIA ITU TEMEN KALIAN? KENAPA MEREKA BISA SETEGA ITU BERCANDA BERLEBIHAN KAYAK GINI SAMA KALIAN?” ucap Silvia.
Anton dan Silvia langsung marah seketika, saat mengetahui bahwa Adik mereka telah dijebak ke dalam masalah besar oleh Devin dan Clara.
“Kok mereka tega banget sih ngelakuin itu?” isak Liora. “Apa salah kita ke mereka? Kenapa mereka jahat banget kayak gitu?”
“Aku nggak tahu.” isak Gerald.
“Kalau gitu! Ayo kita puter balik ke sekolah, buat mastiin semua ini!” ucap Anton.
“Iya, ayo balik lagi ke sekolah Ton!” balas Silvia.
Anton menganggukan kepalanya. Setelah itu langsung memutar balik mobil, kembali melaju menuju SMA Garuda Bangsa, untuk memastikan kebenaran masalah yang telah terbukti, dengan Devin dan Clara.