INI RASANYA TANGGUNG JAWAB ITU

576 Kata
Rajendra membuka pintu pondok, mengusap kepala Aliya sebelum berlalu ke kamarnya tanpa berkata kata. Gusti ..... benar rasa bersalahku selama ini. Dan dia menjalaninya sendiri ... disini ... ditempat sejauh ini. Dia sendiri tanpa keluarga sama sekali. Diremasnya rambut, mengangkat wajahnya saat pintu terbuka “ Anakku ma ...." dan air mata Rajendra tumpah. " Narend ? Diandra ?" " Mama tau tentang Diandra?" Rajendra menatap mamanya ," yang kami lakukan malam itu satu satunya hal penting yang Jendra sembunyikan dari mama." Wajah Bu Hardy memucat dipelukan suaminya." Kami tau, Jen ... dan kami minta maaf." Rajendra, Laras dan Bram menatap bingung. " Maksudnya ?" Pak Hardy menarik nafas, membantu istrinya duduk diatas tempat tidur ," Kami tau Diandra mengandung anakmu .... tapi waktu itu kami tidak percaya." Rajendra tersentak .... badannya bergetar, setengah mati menahan untuk tidak meluapkan amarahnya " Diandra dan ayahnya mendatangi papa dan mama, sewaktu kamu keluar kota." Pak Hardy memejamkan mata, bayangan wajah ayah Diandra kembali melintas ," Mereka mengatakan Diandra positif." " Kenapa gak tanya Jendra, Pa ? Jendra akan mengakui semuanya. Jendra masih ingat dengan jelas apa yang kami lakukan malam itu, Pa .... bahkan sampai saat ini Jendra masih bisa merasakannya." lanjutnya nyaris tak terdengar. " Saat itu banyak sekali yang mengaku hal yang sama, nak. Dan setiap kali papa mama meminta mereka tes dna dengan segala konsekuensinya, mereka lalu menghindar dan tidak kembali." Rajendra membayangkan gadis gadis yang mengelilingi dengan berbagai cara, yang biasanya jadi bahan candaannya dengan Diandra. " Papa mama tunggu kabar, tapi Diandra menghilang. Kami tunggu kamu bercerita tapi ternyata tidak. Maaf .... saat itu kami berpikir sama saja dengan gadis gadis lainnya." " Jendra takut .... karena papa mama kenal Andra." " Maafkan kami nak ..... Biar papa mama yang minta maaf sama Diandra dan ayahnya." Bu Hardy terisak. Rajendra menggeleng ," Sebulan setelah kejadian itu ayah Andra meninggal, dan Andra pergi hanya seminggu sesudahnya."terbayang bagaimana gadis itu bergetar hebat tapi tidak menangis di pemakaman ayahnya. Saat terakhir Rajendra melihatnya ... memeluknya .. Karena setelah itu Andra pergi, dan tetangganya tidak tau, hanya bilang ke luar negri ... sementara rumahnya dititipkan ke salah satu kerabat untuk dikontrakkan. Tangis Bu Hardy meledak ," Mama mau bicara sama Andra." Rajendra menggeleng ," Jangan dulu. Ada banyak yang mau Jendra bicarakan berdua setelah ini. Mungkin sampai makan malam atau bisa jadi lebih." diraihnya handuk ," Gak usah tunggu Jendra untuk makan malam. Kita pasti kumpul setelah lebih tenang." dipeluknya kedua orang tuanya sejenak sebelum ke kamar mandi. Ini rasanya tanggung jawab itu .... Page Break Diandra gelisah menatap pintu ... menit demi menit menyiksanya, bagaikan menunggu vonis hakim. Thomas dan kedua orang tuanya sudah menyanggupi menjaga Narend sampai menjelang makan malam nanti. Hal yang prinsip harus dituntaskan didepan. Menunggu dengan cemas, tapi setidaknya ia dirumahnya ... dan guyuran air dingin cukup untuk menenangkannya.Tapi tak ayal Diandra masih tersentak ketika bel berdering lembut. " Hai." " Hai." Bertatapan untuk sekian detik, Rajendra merengkuh tubuh Diandra, memeluknya erat dalam diam. Dipejamkannya mata, menarik nafas panjang ... menikmati kerinduan dan tanda tanya diotaknya terurai perlahan. Sesaat Diandra berdiri kaku ketika lengan kokoh itu merengkuhnya, tapi seiring tarikan nafasnya ... dinikmatinya rasa aman dan nyaman yang sekian lama hilang. Ditempelkannya pipi ke d**a bidang itu menyandarkan semua beban yang menguap perlahan. Jemarinya meremas ujung kemeja Rajendra. " Duduk, Jen." Diandra menjauhkan tubuhnya. Enggan, Rajendra melepaskan pelukannya. Diikutinya Diandra ke sofa panjang di dekat jendela lebar ," Sini aja. Mau kemana ?"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN