Sepasang jarum jam itu terus bergerak, berputar menjamahi angka-angka yang tersusun secara melingkar dengan terus menerus, memajukan tiap angka yang terjejer rapih di kalender hingga menjejejaki bulan-bulan baru. Tepat delapan bulan yang lalu, waktu di mana kedewasaan mulai menjamahi pemikiran Abim. Dari masa perut Tyas masih datar hingga membuncit besar seperti sekarang, remaja laki-laki itu sudah mulai terbiasa dengan sipat dewasanya. Tak lagi suka merengek, meminta hal-hal tak penting, dipaksa untuk salat, dibangunkan saat hendak ke sekolah, dan mengingat jadwal kapan akan mengonsumsi obatnya. Kadang Abim berpikir, hidup ini sebenarnya lumayan singkat. Ia yang kemarin merasa masih baru menjejaki kelas sepuluh kini tau-tau sudah berada di kelas sebelas akhir. Kanker yang kemarin ia ras

