“Ini rumahnya Om Azka?” tanya Ian begitu Azka memasukkan mobil ke halaman kediaman Mahendra. “Iya, bagus, kan?” ujar Hana. Ian memperhatikan halaman rumah Azka yang begitu asri. Penuh dengan berbagai macam bunga-bunga. Di tengah halaman, tepatnya di depan pintu utama terdapat air mancur. Bangunannya megah, tetapi masih tidak bisa dibandingkan dengan rumah keluarga Bagaskara. “Ayo, turun!” ajak Azka. Mereka bertiga segera keluar dari mobil. Beberapa pelayan langsung datang dan membawa barang-barang Hana dan Ian. Begitu memasuki rumah tersebut, mereka disambut wajah datar dari Kinan dan Zayn. Tentu saja begitu, reaksi apa lagi yang harus Hana harapakan setelah mempermalukan keluarga ini? “Bawa barang-barang itu ke kamar tamu,” perintah Kinan kepada pelayan yang berdiri di belakang Hana

