“Kamu benar-benar tidak apa-apa jika Bunda dan Ayah berpisah?” Sebenarnya Hana sudah senang dengan pengakuan Ian tadi di depan ayahnya, tetapi wanita itu masih hati-hati untuk memahami situasi. Pasalnya dia takut apa yang dikatakan Ian bertentangan dengan hati anak itu. Hana tidak ingin jadi ibu yang mengorbankan perasaan anaknya sendiri. Kemarin setelah memikirkannya dengan kepala dingin, Hana memutuskan untuk mengikuti kemauan Ian, jika anak itu tidak ingin orang tuanya berpisah, Hana akan menurutinya, walau harus menderita batin. Namun, tadi Ian sudah membuat pengakuan mengejutkan. “Tidak ada anak yang menginginkan orang tuanya bercerai. Tidak ada anak yang ingin terlahir di keluarga tak harmonis. Namun, akan selalu ada anak yang menginginkan kebahagiaan orang tuanya.” Tangan Ian pela

