47. Salah Jatuh Cinta Angin malam yang menusuk hingga ke pori-pori kulit sepertinya tidak mempan untuk membuat Dimas bergerak dari tempatnya berdiri. Besi pembatas jembatan yang dingin pun tak membuat lelaki itu pergi dari tempatnya bersandar. Ada yang berbeda yang dirasakan Dimas saa ini. Perasaan yang belum pernah dia rasakan saat bersama gadis mana pun. Perasaan yang harusnya tidak boleh ada. Ingatan tentang Reina yang menangis di pelukan Azka membuat dadanya nyeri. Ada sakit yang tak bisa Dimas jabarkan. Deru kendaraan lalu-lalang dan bunyi klakson yang saling bersahutan tak mampu mengalihkan Dimas dari rasa sakit yang mencengkram dadanya. Dimas tidak tahu mengapa dia harus merasakan perasaan bodoh untuk seseorang yang mencintai orang lain, padahal dulu dia sendiri yang berkata pada

