Kamu Hanya Menyakiti Mereka (2)

2129 Kata

Reina tidak mengatakan akan setuju atau tidak untuk merahasiakan semua ini. Tapi, semoga saja dia setuju. Kalau tidak, ini benar-benar bahaya. "Ayah? Kenapa melamun?" Rama menoleh, Ian sudah duduk di sampingnya sambil membawa mainan. Anak kecil itu menunggu jawaban dari sang ayah. "Tidak apa-apa, Ayah hanya sedang lelah. Ian bisa main sendiri, kan?" Meski agak kecewa, tetapi Ian menurut. Rama menghela napas panjang nan berat. Ingatan tentang pertemuannya tadi dengan Reina terulang. Kalimat-kalimat panjang Reina yang tajam dan menghakimi menguras hati dan logikanya. Apa yang dikatakan Reina, semuanya memang benar. Dia laki-laki egois yang haus akan kasih sayang dari keduanya, tidak ingin melepas salah satu dari mereka untuk mengejar cinta lain. Sebuah kopi diletakkan seseorang di meja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN