Kinan yang tengah menyiram tanamannya tersenyum cerah saat melihat kedatangan Azka. Namun, senyum cerah itu berubah jadi sorot kebingungan dan marah saat melihat Hana keluar dari mobil Azka bersama seorang anak kecil. Melihat tatapan Kinan padanya, membuat Hana jadi merasa tidak enak. Azka menggandeng tangan Ian menghampiri ibunya, sedangkan Hana setia mengikuti dari belakang dengan langkah pelan. "Selamat sore, Ma. Ini Ian, anaknya Arin," ujar Azka dengan santai, seolah tanpa beban. Hal itu membuat Kinan melebarkan matanya karena terkejut. Ia ingin mengatakan sesuatu namun dicegah oleh Azka dengan kedipan mata lelaki itu. Kinan mengembuskan napas, bingung dengan apa yang terjadi saat ini. Bagaimana bisa Hana datang setelah mempermalukan Azka di depan umum? Terlebih dengan membawa seora

