Sembari menunggu bangkitnya Lapu-lapu milik IlhamGod, Rangga kembali mengirim sinyal bantuan kepada rekan-rekanya, berharap ada yang membantunya .
Zilong yang di kendalikan Rangga bersembunyi di semak-semak untuk sekedar berlindung dari pengelihatan musuh, sementara Miya dari tim lawan yang tadi terus memburu Zilong milik Rangga bersama dua rekannya kini terus menyerang turret tempat Rangga berlindung, mereka mengambil kesempatan.
“Sial.” Ucap Rangga setelah turret milik timnya berhasil di hancurkan oleh tim lawan.
Balmond, Cyclop, dan Miya dari tim lawan kini terlihat bergerak menuju ke tengah arena, Zilong yang di kendalikan Rangga pun keluar dari persembunyiannya setelah jarak lawan cukup jauh. ia lantas segera maju ke depan lagi, berniat untuk lanjut menghancurkan turet.
Satu lagi turet milik tim Rangga berhasil di hancurkan oleh musuk, kali ini di bagian tengah, satu orang dari timnya juga gugur.
Di bagian tengah arena terjadi bentrokan hebat di antara tim. Ke-lima anggota tim dari musuh semuanya berkumpul di sana, sementara dari tim Rangga hanya ada tiga hero. Lapu-lapu milik IlhamGod terlihat maju ke jalur tengah menuju ke medan pertempuran untuk membantu sekutu. Ia menyerang dengan brutal semua musuh hingga berhasil membunuh dua dari mereka yaitu Miya dan balmond, sementara tiga sisanya kemudian memilih untuk mundur secara perlahan, bermaksud untuk melindungi turret mereka.
Zilong yang di kendalikan Rangga kini mencuri kesempatan untuk menghancurkan turet berikutnya, ia sudah mencapai level tujuh sekarang. Seseorang dari timnya datang dari tengah arena menghampiri Rangga. Pemain dengan nickname Ironman19 menggunakan hero bernama hayabusa tipe assassin lainya. Ironman19 bergerak lincah membantu Rangga membunuh para minion yang berdatangan ke arah mereka, Rangga dan Ironman19 berniat untuk lanjut menghancurkan turret selanjutnya.
Sayangnya, usaha mereka harus terhenti karena di tengah jalan keduanya di cegat oleh Miya yang baru saja bangkit kembali. Miya tak sendirian, ia di temani Cyclop. Miya adalah hero tipe archer, dia menggunakan panah untuk menyerang musuh, handal dalam serangan jarak jauh. Sementara Cyclope hero tipe mage. Keduanya adalah hero yang menyerang dari jarak jauh. Miya menyerang dengan panah dan Cylope menyerang dengan menembakan bola-bola energi sihir. Bisa dibilang ini adalah duel yang berat sebelah. Karena Zilong dan hayabuza adalah hero yang sama-sama memiliki serangan jarak dekat. Tentu saja jika di adu dengan hero yang memiliki serangan jarak jauh, keduanya kemungkinan besar akan kalah telak, kecuali kalau mereka adalah pemain-pemain profesional, mungkin mereka bisa menang walaupun melawan hero yang menyerang dari jarak jauh. Namun, Rangga tak terlalu ahli dalam game ini, bisa dibilang kemampuannya biasa-biasa saja. Semoga pemain dengan nickname Ironman19 adalah seorang pro dan bisa mengimbangi duel dua lawan dua di jalur bawah ini.
Baru maju beberapa langkah, Zilong milik Rangga sudah terkena panah stun dari Miya dan membuat gerakan Zilong menjadi melambat untuk beberapa detik, lantas Miya menyerangnya bertubi-tubi dengan tembakkan panah yang melesat cepat mengenai Zilong. Sebelum nyawanya benar-benar di habisi, Zilong sempat melawan dengan menggunakan skill pertamanya yaitu Spear flip yang membuat lawannya terlempar ke belakang dengan menggunakan tombaknya. Hayabusa kemudian membantunya dengan Panthom shuriken miliknya hingga membuat nyawa musuh berkurang drastis.
Dalam keadaan kritis, Miya terus menyerang Zilong milik Rangga dan berhasil membunuhnya tepat di saat Hayabusa melancarkan serangan terakhir yang membuat Miya milik musuh juga terbunuh. Zilong dan Miya pun mati secara bersamaan.
“Mampus lo, emang enak, mati juga kan lo!” Ucap Rangga pada layar HP-nya, ia merasa puas meski dirinya juga mati.
Karena mati, Rangga harus menunggu beberpa detik untuk bangkit kembali. Ia menggeser layar untuk memantau area dimana pertarungan Hayabusa milik Ironman19 melawan cyclope milik musuh dengan nickname Unch_leh_uga terjadi.
Hayabusa mengambil tindakan cepat dengan menyerang musuhnya menggunakan skill Shuriken panthom, namun gagal karena jarak si cyclop masih berada jauh dari area serangannya. Lalu cyclop pun membalas dengan melemparkan bola-bola energi dan tepat mengenai Hayabusa. Sepertinya Ironman19 cukup panik setelah menerima serangan dari Unch_leh_uga, ia terlihat mundur sedikit menjauh dari musuhnya, bersembunyi di semak-semak untuk melakukan healing.
Musuh masih mencarinya, karena bersembunyi di semak-semak yang jaraknya cukup jauh dari situ, Hayabusa milik Ironman9 jadi tak terlihat oleh pandangan musuh. Setelah Cyclope merasa kehilangan jejak dari Hayabusa, ia memilih untuk menyerang para minion milik tim Rangga untuk untuk menaikan level.
Melakukan penyembuhan diri tak lantas membuah bar nyawa dari Hayabusa milik Ironman19 penuh, nyawanya hanya bertamabah 30%, kini nyawa dari Hayabusa berada di angka sekitar 75%. Meskipun begitu, ia sudah merasa cukup dengan pemulihanya.
Karena melihat Cylop yang sibuk membasmi para minion di dekatnya, Ironman19 langsung menyerangnya dengan Shuriken Phantom, lalu menambahnya lagi dengan basic attack bertubi-tubi. Cylope yang berada dalam keadaan terdesak pun berniat untuk kabur, namun Hayabusa terus mengejarnya sambil terus melancarkan serangan hingga musuhnya benar-benar kehabisan nyawa dan mati. Cyclope berhasil di kalahkan, Hayabusa lalu bergerak ke tengah arena untuk membunuh para monster dan mengambil buff.
Zilong milik Rangga sudah bangkit kembali, ia bergerak mengambil jalur bagian tengah, berniat membantu esmeralda yang sibuk menghancurkan Turret di situ. Namun sebelum benar-benar menuju ke esmeralda Rangga membunuh monster-monster terlebih dahulu untuk menaikan level, karena merasa level heronya masih kurang tinggi, saat ini Zilong masih berada di level 8, sementara level rata-rata pemain yang lain berada di angka 10 sampai 11, dia tertinggal dua angka dari yang lain.
Pertandingan sudah berlangsung cukup lama, kedua tim sudah kehilangan beberapa turret mereka. Meskipun tim Rangga sempat unggul, namun ternyata tim musuh kali ini cukup kuat, mereka diam-diam menghancurkan turret dan terus memberikan tekanan, tim Rangga sedikit kuwalahan di buatnya.
Esmeralda dan Zilong milik Rangga kini terlihat bekerja sama melawan hero dari musuh yang bernama Chang’e.
Chang’e adalah Hero mage sama seperti Cyclope, serangan jarak jauhnya cukup merepotkan bagi lawan. Belum apa-apa, Zilong milik Rangga dan Esmeralda sudah terkena serangan dari Chang’e milik musuh beberapa kali. Serangan Starmoon Shockwave-nya membuat Zilong dan Esmeralda harus mundur beberapa kali. Esmeralda sendiri juga salah satu hero mage yang cukup kuat, ia bisa menyerang dari jarak jauh maupun dekat. Namun lagi-lagi, itu tergantung dari bagaimana keahlian pemain dalam menggunakannya.
Meskipun sebenarnya Esmeralda adalah hero yang cukup kuat, namun sepertinya pemain yang menggunakan Esmeralda dari tim Rangga tidak begitu ahli dalam menggunakan hero tersebut. Itu terlihat dari gaya bermainnya yang selalu menjaga jarak dan kabur-kaburan dari musuh, padahal Rangga yang menggunakan hero jarak dekat juga butuh seseorang untuk mem-backup. Rangga sedikit kesal di buatnya.
Rangga mencoba mencari kesempatan untuk menyerang lawan, namun ia tak kunjung menemukan celah, Chang ‘e selalu saja menyerang dan menjaga jarak tiap kali Rangga hendak memberikan serangan.
Esmeralda sesekali ikut mencoba untuk menyerang, namun juga gagal memberikan serangan telak karena musuh memang cukup hebat menjaga jarak, ia menjaga jarak untuk menyerang dari jarak jauh dan menghindari serangan.
Namun Esmeralda tetap saja memberikan serangan menggunakan skill-skill-nya, meski tak beberapa tak mengenai musuh. Sementara Rangga mencoba mencari celah, ia terus meluncurkan serangan tombaknya sesekali, kemudan mundur, menyerang lagi, lalu mundur lagi.
Hingga akhirnya Chang e milik lawan pun mengeluarkan skill ultimate-nya yang bernama Meteor Shower, serangan itu telak mengenai keduanya. Skill Ultimate Chang’e tersebut memiliki area serang yang sangat jauh serta damage yang di berikan sangat tinggi, benar-benar skill yang kuat. Skill tersebut menghujani meteor kecil ke arah musuh sebanyak 30 kali dan berhasil membuat Emeralda mati serta Zilong milik Rangga sekarat. Ia pun langsung mengeluarkan skill ulitimate Zilong untuk mundur menjaga jarak yang lebih jauh.
Ketika Zilong milik Rangga kabur, tiba-tiba saja IlhamGod dengan Lapu-lapunya memberikan serangan telak bertubi-tubi kepada Chang’e dan langsung membuatnya mati. Lapu-lapu lanjut menghancurkan turret lawan, sementara Rangga melakukan retreat untuk mengisi darah di markas.
Pertandingan makin memanas, medan pertempuran semakin bergejolak. Kemenangan sementara masih ada di tangan tim Rangga, mereka menghancurkan turret lebih banyak ketimbang musuh. Jumlah kill mereka juga lebih unggul, yaitu 20 berbanding 22, selisih dua angka, tipis memang.
Lord sudah muncul, keempat pemain dari tim Rangga yang berada di tengah pertempuran segera membunuh lawan-lawan yang tersisa, ada yang berhasil membunuh pemain dari musuh, ada juga yang gagal. Bagi mereka yang berhasil membunuh lawannya langsung menuju ke arah dimana lord berada untuk membunuhnya.
Lord adalah monster terkuat di game ini, jika berhasil membunuhnya, maka monster terkuat itu kan membantu tim untuk menghadapi lawan. Bisa di bilang dia adalah pemain ke enam jika berhasil di taklukan oleh salah satu tim.
Terjadi perebutan di area pertempuran, tim Rangga dan tim musuh saling serang untuk mendapatkan lord. Setelah pemulihannya selesai, Rangga langsung maju membantu teman-temannya meperebutkan lord. Sempat terjadi duel antara Zilong milik Rangga dan Balmond dari tim musuh dan Rangga memenangkan duel tersebut karena memang darah dari Balmond tinggal sedikit, suatu keuntungan baginya.
Semua musuh berhasil di kalahkan, tinggal tiga hero dari tim Rangga yang tersisa di situ, salah satunya adalah Zilong miliknya. Mereka bertiga kemudian memberikan serangan bertubi-tubi pada Lord. Semua skill satu sampai ultimate mereka kerahkan. Hingga akhirnya, monster terkuat itu berhasil mereka kalahkan.
Beberapa detik kemudian, monster itu muncul dari base mereka dan mengambil jalur tengah yang kebetulan sisa turretnya tinggal sedikit, suatu keuntungan bagi tim Rangga.
Semuanya berkumpul mengawal lord yang berjalan di jalur tengah, mengalahkan semua monster yang ada, menghancurkan turret-turret yang tersisa. Hero-hero dari kubu musuh yang baru saja bangkit langsung membentuk formasi pertahanan, mengambil jalur tengah, bersiap menghabisi lord dan pasukan Rangga.
Bentrokan pun tak terhindarkan, lagi-lagi terjadi pertarungan sengit antar kedua tim. Semua saling serang, Rangga, di bantu oleh lapu-lapu dan hayabusa berhasil memenangkan pertarungan melawan Balmond, Miya dan Cyclope, sementara dua rekan mereka gugur di tangan Chang’e si dewi kelinci merepotkan. Namun dengan gabungan serangan dari Zilong milik Rangga, Hayabusa milik Ironman9 dan Lapu-lapu milik IlhamGod, Cahng’e dari tim lawan mudah di kalahkan. Di bawah perlindugan lord mereka pun terus kedepan berniat menghancurkan tower yang ada di base lawan untuk memenangkan pertandingan.
Sampailah mereka di tower besar yang ada di base musuh. Di bantu lord, tim Rangga menyerang tower tersebut terus menerus, mereka mengerahkan semuanya, Rangga menggunakan skill ultimatenya untuk menambah speed dan buff serangan. Hayabusa menyerng dengan serangan andalannya yaitu Phantom suriken, begitu juga dengan lapu-lapu yang memberikan serangan bertubi-tubi ke arah tower itu.
Hingga akhirnya tower musuh pun berhasil di hancurkan dan pertandingan berhsil di menangkan oleh tim Rangga.
“Victory...!!!” Begitu kira-kira yang dikatakan announcer dalam game saat Rangga dan tim nya berhasil memenangkan pertandingan.
“Yess!!” Rangga meluapkan kebanggaannya sambil mengepalkan tangannya keatas, ia cukup senang bisa memenangkan pertandingan.
Dengan memenangkan pertandingan tadi membuat bintang di rank Rangga naik, dari tiga bintang, menjadi empat bintang, artinya satu kemenangan lagi ia akan naik rank.
Setelah pertandingan pertama berakhir, Rangga merasa ragu-ragu untuk melanjutkan permainan. Ia melihat ke arah laptop yang ada di atas meja di hadapannya. Laptop itu masih menyala dengan tampilan layar berupa cicilan naskah novelnya yang tadi ingin ia lanjutkan, tapi gara-gara melihat status WhatsApps milik Imam, dia malah menghabiskan sekitar lima belas menit waktunya untuk bermain Mobile Legend.
Ia kemudian menatap jam dinding yang ada di bagian sebelah kanan tembok kamarnya. Jam menunjkan pukul satu siang.
Lalu Rangga menatap ke arah laptopnya lagi, kemudian menatap kearah jam dinding lagi.
“Ah, baru jam segini, lanjut maen lagi aja.” Katanya, kemudian melanjutkan permainan.
Pertandingan demi pertandingan Rangga ikuti, ia benar-benar ingin segera mencapai Rank mythic agar bisa dia pamerkan di sosial medianya, ia tak mau kalah dari Imam yang sudah mencapai Rank mythic
Pada akhirnya Rangga larut dalam permainan Mobile legend-nya. Kadang ia kalah, kadang juga menang. Namun jika dibandingkan antara menang dan kalahnya, Rangga lebih banyak memenangkan pertandingan.
Waktu terus berlalu hingga berjam-jam dan Rangga masih terpaku pada layar Hpnya. Saat baterai Hp-nya hampir habis, dia segera mengambil charger dan men-chargernya melalui colokan USB di laptopnya, ia benar-benar tak mau ketinggalan pertandingan. Walau matanya mulai perih, ia tak peduli, seakan ia tidak merasakan hal itu.
“Allahu akbar Allahu akbar....” Terdengar suara adzan berkumandang ke seluruh penjuru kota.
“...?” Rangga menghentikan kesibukannya bermain game. “Perasaan tadi udah adzan ashar deh, masak adzan lagi?”
Ia kemudian menghentikan permainannya dan meletakkan Hpnya di meja.
Berjalan ke arah jendela kamar yang ada di samping meja, Rangga merasa bingung. Dia kemudian membuka tirai kamarnya. “Njir, udah maghrib. Enggak sadar gue!” Katanya dengan perasaan kaget setelah membuka korden.
Tok...tok...tok...
Seseorang mengetuk pintu kamarnya dari luar.
“Rangga, kamu sakit ya, nak? Abis izin pergi sama Grace tadi siang kok enggak keluar kamar sama sekali? ” Beberapa detik kemudian terdengar suara seorang wanita yang berbicara kepada Rangga, itu adalah suara ibunya.
“Enggak kok bu, Enggak sakit!” Jawab Rangga dengan suara yang agak keras tanpa membuka pintu, ia masih berdiri di dekat jendela kamar.
“Cepet mandi, abis itu makan, ibu udah masakin makanan kesukaan kamu.” Kata ibu Rangga lagi.
“Iya, bentar.” Jawab Rangga.
“Cepetan nanti keburu di abisin kakakmu lho.”
“Iya, iya...” Rangga menutup korden, menyalakan lampu dan keluar dari kamarnya, membiarkan laptopnya tetap terbuka dan menyala.
Laptop itu masih pada posisi yang sama, dengan tampilan layar yang masih sama yaitu cicilan naskah novel yang lagi-lagi terbengkalai ditinggalkan penulisnya.
Bersambung...