Sesampainya di rumah, Rangga segera menuju ke kamarnya lagi. Ia berencana untuk melanjutkan kegiatan menulisnya yang sempat tertunda gara-gara Grace tadi mengajaknya untuk pergi ke kafe.
Di dalam kamarnya yang sunyi, ia kembali berkonsentrasi setelah menyalakan laptop, bersiap untuk menulis. Namun tak ada satu kata pun yang bisa ia ketik, Rangga hanya menatap layar putih kosong yang baru tertulis beberpa kata saja di situ. Rangga tak tahu harus menulis apa lagi.
Terpaku dalam kesunyian untuk beberpa lama, dia pun merasa bosan, namun tak ingin beranjak dari tempat duduknya. Karena jika Rangga melakukan itu, mood menulisnya pasti akan hilang, teralihkan oleh hal lain. Ingin rasanya dia rebahan di atas kasur sembari membuka sosmed tapi ia berusaha keras untuk menahan godaan itu dan tetap duduk di meja belajarnya sambil berusaha keras mencari kata-kata yang bagus untuk menyampaikan ide yang ada di dalam kepala.
Selang beberapa menit, Rangga pun akhirnya rebahan di atas kasur sambil sibuk dengan Handphone-nya, membuka aplikasi w******p untuk membalas pesan dari temannya, sekedar melempar candaan atau melihat-lihat status WA milik orang lain.
Ditengah keasikannya memantau status WA milik orang-orang, betapa terkejutnya Rangga ketika secara tak sengaja melihat status WA milik Imam, salah satu teman sekelasnya. Di dalam statusnya tersebut, imam memposting sebuah gambar hasil screenshoot dari akun game Mobile Legend miliknya, yang menunjukan kalau peringkat ranking Imam sudah mencapai Mythic.
“Sialan, Imam udah Mythic” Rangga menggerutu sambil mengepalkan tangannya di atas kasur, ia iri pada Imam.
Mobile Legend adalah sebuah geme android yang sangat populer di kalangan remaja. Permainan bergenre Mulitiplayer Online Battle Arena (MOBA) itu memang cukup menyenangkan untuk di mainkan. Game ini memebutuhkan sepuluh pemain yang akan di bagi menjadi dua tim dan akan saling bertempur untuk menghancurkan turet milik tim lawan.
Aturan mainnya yaitu lima melawan lima. Rata-rata dalam satu kali pertandingan, biasanya akan memakan waktu sekitar lima belas menit sampai setengah jam, tergantung seberapa hebat para pemain memainkan peran hero (pahlawan) yang telah di pilih.
Ada beberapa mode dalam permainan Mobile Legend, namun kebanyakan orang lebih sering bermain di mode Classic dan mode Ranked.
Mode Classic, para pemain yang bermain di mode ini memiliki tujuan untuk mengumpulkan point yang nanti bisa di gunakan untuk membeli hero serta membeli item lainya. Selain mencari point, pemain yang biasanya bermain di mode ini adalah seorang pemula atau bisa saja seorang veteran yang ingin mencoba hero baru.
Mode Ranked, ini adalah mode yang paling utama dari game Mobile Legend. Pemain bisa menaikan rank atau peringkat mereka ke tingkat yang lebih tinggi. Ada delapan peringkat, mulai dari yang terendah, sampai yang tertinggi, urutanya kurang lebih yaitu Warrior, Elite, Master, Grandmaster, Epic, Legend, Mytic, dan yang paling tinggi adalah Mytical Glory.
Saat bermain di mode Ranked, para pemain di hadapkan dengan sebuah konsekuensi, yaitu jika pemain kalah, maka peringkat atau point para pemain akan berkurang. Begitu pula sebaliknya, jika pemain menang, maka akan menambah point dan akan naik peringkat.
Selain itu, di mode ranked, para pemain harus bersaing dengan yang lain untuk saling naik peringkat. Semakin tinggi peringkat yang diduduki oleh akun pemain, maka semakin populer juga pemilik akun tersebut, setidaknya di kalangan sendiri. Karena bagi remaja jaman sekarang, memiliki rank tinggi dalam game Mobile Legend adalah salah satu kebanggaan tersendiri bagi mereka. Makanya, Rangga merasa agak iri ketika ada orang dekatnya yang peringkat akun Mobile Legend-nya lebih tinggi dari miliknya.
Usai melihat-lihat status WA milik orang-orang sampai yang terbawah, Rangga segera membuka game Mobile Legend di handphone-nya. Ia bertekad untuk menaikan ranking akunnya ke posisi yang lebih tinggi lagi. “Kalo bisa hari ini harus bisa sampai rank epic.” Ungkapnya sembari menunggu layar loading.
Saat ini ranking akun Mobile Legend milik Rangga masih berada di Master, itu artinya dia harus naik dua peringkat lagi untuk bisa sampai ke Epic.
Setelah memasuki menu utama dari gamenya, Rangga mengambil bonus-bonus harian terlebih dahulu, kemudian memeriksa equipment yang sudah ia terapkan sebelumnya pada hero favoritnya. Ia meneliti dengan seksama item-item yang ada untuk sekedar meyakinkan apakah item-item yang ia terapkan sudah tepat atau harus di rombak lagi. Beberapa saat memeriksa semua hal, Rangga langsung memilih Mode Ranked, ia siap bertanding.
Begitu masuk pada sesi pemilihan hero, dengan cepat jari Rangga memilih karakter yang bernama Zilong, yang mana itu adalah hero favoritnya. Jujur saja, Rangga akan merasa lebih ahli dalam memainkan game ini jika ia memakai Zilong. Selain karena perannya adalah petarung, menurut Rangga, Zilong lebih mudah di gunakan ketimbang hero lainnya.
Permainan pun dimulai, jari Rangga dengan cekatan mengendalikan Zilong. Di bawah kendali Rangga, Zilong bergerak ke bagian atas arena, membunuh para minion yang menghalangi jalannya. 4 rekan satu timnya menyebar, ada yang mengambil jalan ke tengah dan ke bawah. Setelah minion tersapu bersesih olehnya, Rangga menunggu minion dari tim nya menyerang Turret milik lawan terlebih dahulu untuk mengalihkan perhatian, dengan kata lain, Rangga menggunakan minion milik nya sebagai tameng agar dia dapat menyerang Turret kecil milik musuh.
Setelah melontarkan beberapa serangan ke turret milik lawan, Rangga membunuh monster-monster yang ada di sekitarnya untuk menaikan level dan mendapatkan gold, Ia memilih untuk melakukan farming.
Dalam ketenangan nya berfarming ria, tiba-tiba saja hero dari tim lawan menyerangnya dari arah belakang. Musuh melakukan gerakan serangan berputar-putar sehingga membuat Zilong yang di kendalikan Rangga terkena serangan telak, nyawanya berkurang lebih dari setengah bagian. Serangan tiba-tiba dari lawan berhasil membuat Rangga mundur, ia lari mendekati Turret milik timnya untuk berlindung, namun musuh yang keras kepala mengikutinya dan terus melancarkan serangan. Dalam keadaan terdesak seperti itu, Rangga langsung memencet flicker, membuat Zilongnya bergerak cepat mendekat ke turret yang ia tuju. Musuh yang tadi terus memburu Rangga pun memilih untuk mundur setelah menerima beberapa serangan dari turret timnya. Zilong yang di kendalikan Rangga pun berhasil selamat.
“Sial, serangan mendadak, gue kurang waspada. Untung pake item flicker.” Kata Rangga sembari fokus bermain.
Balmond, adalah nama hero yang tadi menyerang Rangga secara beruntun. Balmond termasuk jenis hero fighter yang cukup populer di Mobile Legend, banyak orang yang menjadikan Balmond sebagai hero favorit mereka. Hero ini memiliki serangan serta durabilitas yang kuat dan tangguh. Mungkin jika Rangga tadi tidak kabur dan nekat berhadapan dengan Balmond satu lawan satu, dia pasti akan kalah. Apalagi saat ini level Zilong milik Rangga masih berada di bawah Balmond yang tadi menyerangnya. Balmond sudah mencapai level enam, sementara Zilong masih berada di level lima.
Seseorang dengan nickname IlhamGod datang membantu sesaat setelah Rangga mengirim sinyal bantuan. Nyawa Zilong milik Rangga bertambah setelah ia melakukan penyembuhan diri, sementara pemain dengan nickname IlhamGod tersebut terlihat sibuk menghabisi minioin yang mulai berdatangan lagi.
Rekan tim Rangga yang bernickname IlhamGod itu menggunakan hero bernama lapu-lapu, yang mana hero tersebut adalah hero yang memiliki dua role sekaligus yaitu Assassin dan Fighter. Assassin adalah salah satu role yang bisa jadi sangat merepotkan bagi musuh, selain lincah, hero dengan role Assassin biasanya memiliki brust damage yang sangat tinggi. Sedangkan Fighter merupakan role hero yang seimbang antara daya serang dan bertahannya. Lapu-lapu memiliki kedua role tersebut, cukup unik memang. Mungkin akan cukup membatu kalau ada lapu-lapu yang berpihak pada tim Rangga.
Selesai dengan penyembuhan dirinya, Rangga menggerakan Zilong maju ke depan berniat membantu memberantas minion agar naik level, sekalikus mengincar turret milik musuh.
Mengikuti Rangga, IlhamGod pun ikut maju kedepan. Mereka bekerja sama mengalahkan pasukan minion dan beberapa monster yang lebih kuat di sekitar.
“First blood” Terdengar suara announcer di game, tanda kalau seseorang berhasil membunuh untuk pertama kali. Seseorang yang berada dalam satu tim Rangga telah terbunuh oleh lawan.
Di game ini, jika ada hero yang telah terbunuh, maka hero itu akan dikirim kembali ke base awal. Butuh waktu beberapa detik untuk bisa bangkit kembali, semakin sering mati dan kembali ke base awal, maka semakin lama pula waktu untuk bisa bangkit lagi. Jadi setiap pemain di usahakan untuk tidak terlalu sering mati, selain akan menjadi beban tim, hal tersebut juga masuk dalam hitungan skor. Akan sangat memalukan jika jumlah kill dalam tim sendiri kalah dengan jumlah kill milik tim lawan.
Zilong milik Rangga dan Lapu-lapu milik IlhamGod beriringan memberantas musuh, mereka melakukan farming bersama agar lebih mudah. Keduanya pergi ke tengah hutang untuk mengambil buff (Semacam sedikit kekuatan tambahan yang didapatkan setelah membunuh musuh tertentu), lalu menuju ke turret milik lawan untuk menghancurkannya.
Para minion dari tim mereka sudah menyerang turret milik lawan sekaligus menjadi tameng bagi mereka. Rangga dan IlhamGod segera menyerang turret di barisan pertama jalur atas. Mereka terus menyerang sementara turret terus menembaki para minion.
Lapu lapu menggunakan skill ranging s***h-nya yang mengarah ke turret, dia menyerang dengan brutal. Sementara Zilong milik Rangga menyerang dengan basic attack saja, perlahan tapi pasti.
Salah satu rekan satu tim Rangga berhasil menghanjurkan salah satu turret di jalur tengah, “Your team distroyed a turret” begitu kira-kira kata-kata announcer saat teman satu tim Rangga berhasil menghancurkan turret lawan.
Itu adalah satu hal bagus, bisa di bilang, tim Rangga unggul satu langakah dari tim lawan.
Kemudian Rangga dan IlhamGod menyusul, turret yang dari tadi mereka serang bersama minion pun akhirnya bisa di hancurkan, dua turret milik musuh sudah hancur.
Sesaat setelah hancurnya turret, Rangga dan IlhamGod mendapat serangan dadakan dari tiga hero milik lawan sekaligus yaitu, Balmon, Miya dan Cyclop. Lagi-lagi si Balmond, kali ini dia membawa dua rekannya. Akibat serangan Balmond dan Miya secara mendadak, Lapu-lapu milik ilhamGod mati dan Zilong milik Rangga sekarat. Dalam keadaan terdesak seperti itu, Rangga dengan cepat mengaktifkan skill Ultimate milik Zilong, lantas kabur menuju ke turret milik timnya untuk berlindung. Tentu saja ke tiga musuh itu tetap mengejar Rangga.
Bersambung...