SIAPA YANG MENGUPING?

1707 Kata
Seperti itulah caraku mengibuli Zacklee. Aku sudah bercerita soal itu kan? Kali ini Louis akan menjalankan Rencananya. Dia ingin masuk ke dalam keluarga Zacklee sebagai mata-mataku. Bagaimana caranya? Akupun tak tahu, hanya Louis yang mengetahuinya. Hari ini aku tetap bertekad untuk tidak masuk bekerja di kedai bubble tea. Rasanya bosan dan juga jenuh, bertemu dengan orang-orang banyak dan memaksakan bibir untuk tersenyum. Yaaa walaupun aku sendiri tak banyak tersenyum. Di tambah lagi rasa lelah sepulang kerja, membuat tulang dan persendian di tubuhku menjadi sakit tak terkira. Jadi, itulah maksudku mengapa aku ingin sekali mengambil aset milik Zacklee agar aku hanya bisa duduk diam menanti datangnya uang. Untuk mengisi hari yang kuanggap cuti sekarang, aku akan mencoba mencari udara segar. Setelah semalaman aku berusaha untuk menyelamatkan Vincent saatnya sekarang aku menghilangkan rasa stress ku yang bergejolak. Aku berjalan-jalan ke area taman kota menikmati pemandangan yang indah disana. Beberapa kupu-kupu terbang semakin mempercantik taman. Di tambah lagi angin sepoi-sepoi menyentuh rambutku dan membuat badanku segar. Lalu ku langkahkan kaki ku ke daerah pantai dan melihat semua orang yang berjemur dengan bikininya. Aku bercerita terlalu panjang kan? Hingga tak terasa matahari sudah hampir terbenam. Seorang lelaki tampan berhidung mancung tiba-tiba berdiri di depanku. Siapa lagi jika bukan Steve yang selalu mengacaukan hari-hariku. Sialan! Aku lebih memilih untuk menghindar darinya. “ Jadi beginikah sikapmu setelah dua hari yang lalu kau memberi kecupan di keningku? “ Teriak Steve dan aku mulai memberhentikan langkah. “ Irene...gadis kejam..kau harus bersikap baik padaku mulai hari ini “ “ Mengapa kau selalu menampakkan wajahmu setiap aku berkeliaran?hah? “ Tanyaku dengan nada tinggi. “ Aku hari ini sedang membeli beberapa pakaian, dan melewati pantai ini. Kau tiba-tiba mengalihkan pandanganku “ “ Seharusnya kau tidak usah menghampiri ku “ jawabku sembari mengambil sebatang rokok untuk di hisap. “ Mengapa kau merokok? “ “ Rasanya nyaman “ “ Bukankah itu tidak baik untuk wanita? Kau harus sehat dan benar-benar sehat “ ucap Steve sambil memegangi pundakku. Aku menatap tajam wajah Steve yang terlihat mengkhawatirkan kesehatanku. Ku arahkan rokokku ke mulutnya dan ku perintahkan Steve untuk mencoba rasanya. “ Huwekkkkkk, menjijikkan aku tidak suka ini “ jawabnya “ Sial, kau sangat tidak jantan “ kataku mengejek /Kringggg/ Suara itu terdengar dari ponsel Steve, ia mengangkat telponnya di hadapanku. “ Ya halo ibu? “ “ Hemm baiklah, aku akan segera pulang “ “ Irene, maaf sekali aku tidak bisa menemani mu. Aku ada acara makan malam di luar bersama ayahku. Aku harus pulang “ Ucap Steve berpamitan “ Acara keluarga? Bersama Zacklee? “ Gumam hati ku Ku tarik tangan Steve dan ku coba cari tahu di mana tempatnya. “ Kau akan pergi kemana malam ini? “ “ Restoran bluesky, restoran yang biasa di tempati keluargaku “ katanya dan langsung bergegas menuju pulang sambil melambaikan tangan. “ Bluesky ya? Bagaimana jika aku memberikan kejutan malam ini untuk Zacklee. Sepertinya akan menjadi ajang yang bagus” *** Vincent sudah siuman sedari tadi, seharian ini ia lebih memilih untuk beristirahat. Tendangan Zacklee ke tubuhnya membuat sakit-sakitan. Di tambah lagi dengan tendangan lainnya yang mengarah ke kepala membuat dirinya hilang sadar. Irene datang di malam hari setelah menyaksikan matahari terbenam sambil menghisap rokok. Ia membuka pintu tanpa permisi dan berdiri di hadapan Vincent. “ Bagaimana keadaanmu? “ Tanyanya. “ Sudah mendingan “ jawab Vincent. “ Kau tau? Hari ini Zacklee sedang mengadakan makan malam bersama keluarganya “ kataku. “ Benarkah? “ *** Brak Irene menendang pintu rumahnya dengan keras, membuat Louis menumpahkan segelas kopi yang hendak di minumnya. Tangannya membawa pulang beberapa botol soju untuk dinikmati bersama Louis. “ Yang benar saja, bisakah kau masuk dengan pelan? Kau ingin serigala masuk ke dalam rumah karena tak punya pintu. Dasar b*****h “ sentak Louis. “ Kita tidak akan menempati rumah usang ini lagi. Kita akan pindah ke rumah yang lebih besar nanti “ jawab Irene santai. “ Wow kau belagak ya? Karena akan mendapatkan yayasan itu? “ “ Tentu saja, ini sebagai pengganti kopi mu yang tumpah “ ujar Irene sambil menaruh beberapa botol soju itu ke meja. Mereka berdua menikmati soju sembari berbincang-bincang soal rencana yang akan di buat oleh Louis. “ Hei, bagaimana soal rencanamu? “ Tanya Irene kendati meneguk soju. “ Jika aku hanya diam di rumah saja, aku tidak akan pernah menggali informasi soal Zacklee lebih banyak. Kau bilang aku harus menghancurkanya dan keluarganya kan? “ Kata Louis dan Irene mengangguk. “ Jadi setelah aku menghilang beberapa hari ini, aku akan kembali ke kantornya dan memintanya untuk mengangkatku menjadi pengawal tetapnya. “ “ Hanya begitu caramu? Apakah itu akan berhasil dengan cara murahan seperti itu? “ “ Jangan menganggap remeh strategiku, aku yakin aku akan tinggal di rumahnya nanti. Lihat saja “ jawab Louis sambil mengangkat alisnya percaya diri. “ Kau sendiri? Bagaimana dengan anak Zacklee? “ Tanya Louis. “ Entahlah, dia terus mendekatiku tapi aku tidak menggubrisnya “ “ Payah, seharusnya kau menjadikan itu sebagai celah “ ucapnya sambil meneguk soju. “ Saat dia mendekatiku, aku merasa sedikit geli. Tapi mungkin aku akan menahannya demi bisa menghancurkan Steve perlahan-lahan “ “ Memang seharusnya kau seperti itu “ *** Steve berdiri di depan cermin sembari merapikan kerah bajunya. Ketampanannya tak pernah memudar dan selalu memukau mata semua orang. Malam ini adalah malam dimana Zacklee dan keluarganya akan berkumpul setelah sekian lama mereka tidak melakukan makan malam istimewa. Steve berangkat bersama ibunya di susul oleh Zacklee yang masih berada di kantor. Beberapa menit kemudian, mobil yang di tumpangi oleh Steve tiba di Restorant bluesky di barengi dengan Mobil Zacklee yang tiba-tiba datang beberapa menit kemudian. Beberapa makanan sudah tertata di meja mereka. Mereka menyeringai dan tertawa gembira karena menghabiskan momen langka seperti ini. Bahkan Steve menganga setelah sekian lama tak melihat tawa yang terpancar dari wajah sang ayah. Makan malam akhirnya selesai, tetapi mereka tetap asik menghabiskan waktu di restoran itu sambil berbincang ringan. Seorang pria datang dengan tampilannya yang necis dan mampu menyapu semua mata yang berada di restoran mewah tersebut. Setelan kemeja dengan jas merah mencolok membuat semua mata orang menyorotinya, tak terkecuali Zacklee. Vincent Morgant, kedatangan yang tak di sangka-sangka membuat Zacklee kembali terbelalak. Setelah semalam pikirannya di penuhi dengan Vincent yang telah tiada tetapi ternyata Vincent masih berkeliaran dan ada di hadapannya. Sesekali matanya di kedipkan karena masih tak percaya pada lelaki yang datang menduduki kursi yang sejajar di tempat duduknya. Di lain sisi, Vincent memang sengaja datang untuk memberikan kejutan pada Zacklee sambil mencari perhatiannya. “ Zacklee, kau baik-baik saja? “ Tanya Ny.Zoe mengejutkan Zacklee yang ternganga. Zacklee mengangguk pelan dan momen manisnya seketika berubah menjadi runyam. Tubuhnya tiba-tiba kaku saat di tatap oleh Vincent Morgant. Bagaimana bisa orang mati masih bisa berdiri dan berkeliaran di waktu seperti ini? “ k*****t itu, mengapa masih hidup?” Kata-kata itu sedari tadi memenuhi isi pikiran Zacklee. Wajahnya pun berubah dengan senyum yang tak lagi nampak. Garpu yang di pegangnya akhirnya jatuh dan membuat gaduh. Tetapi ada alasan mengapa Zacklee tak menghampiri Vincent. Karena apa? Karena selama ini Zacklee tak pernah terus terang soal dirinya yang mempunyai saudara. Bukan hanya media berita yang tak tau, tetapi keluarganya sendiri tak tau jika Zacklee memiliki kakak tiri yang selama ini menjadi hantu di hidupnya. “ Aku akan pergi ke toilet dahulu “ ucap Zacklee pada anak Istrinya. Mata Vincent memandangi Zacklee yang tiba-tiba menuju ke arah toilet. Ia pun secara santai membututi dan berdiri di samping Zacklee. “ Kau Vincent? “ Tanya Zacklee memastikan. “ Mengapa? Kau terkejut? “ Jawabnya sambil memasukkan tangannya ke saku. “ Bagaimana kau bisa hidup kembali? “ Teriak Zacklee. Vincent melangkahkan kakinya ke arah Zacklee dan menepuk-nepuk pundaknya berkali-kali. “ Bukankah sudah kuperingatkan, jangan mencoba-coba membunuhku jika kau tidak ingin melakukan hal yang sia-sia” “ Lagi pula urusan kita belum selesai, bagaimana aku bisa meninggalkan dunia ini begitu cepat jika aset besar sedang menungguku “ imbuh Vincent sedikit tertawa dan beranjak pergi meninggalkan Zacklee. Zacklee menatap wajahnya ke arah cermin. Emosinya kembali lagi, karena hal seperti ini membuat nya tampah seperti orang bodoh dan payah. Tiba-tiba tangannya meninju kaca membuat kaca itu sedikit retak. Zacklee keluar dan menuju ke tempat duduknya. Tetapi ia tidak menduduki kursi itu kembali dan melewati keluarganya dengan mimik datar. “ Kita pulang dari sini sekarang! “ Sentak Zacklee. Hal itu tentu saja membuat Steve dan ibunya bingung mengenai sikap Zacklee yang tak menentu. Mereka saling mengedipkan mata satu sama lain dan menuruti kemauan Zacklee. Di samping itu, Vincent yang menyaksikan Zacklee marah dan kesal tertawa lepas sambil menikmati hidangan yang tersedia. *** “ Apa kau yakin yayasan Zacklee akan jatuh ke tanganmu? “ Tanya Louis padaku. Aku mengangguk pelan. Bagaimana tidak? Aku sudah sangat yakin karena Vincent masih hidup tentu saja aku masih mempunyai alasan untuk memperalatkannya. “ Aku sudah yakin setelah kita melakukan rencana ini, Zacklee akan kembali kebingungan haha “ jawabku. “ Aku sangat bersemangat saat melihat wajah Zacklee yang tak gembira lagi. Itu sumber kekuatan bagiku “ ucap Louis. Ktak Suara itu berbunyi yang kuduga datang dari arah pintu luar. Seperti ada seseorang yang sedang menedang pot tanaman mati yang tersusun di depan pintu rumahku. “ Siapa itu “ bisik Louis sambil membulatkan matanya. “ Apa dia menguping pembicaraan kita? “ Tambahnya. Aku mengendap-endap mencoba memerika sumber dari suara tersebut. Tak lupa ku bawa pemukil bisbol untuk kujadikan senjata. Saat ku intip dari balik jendela, benar saja! Ada seseorang yang sudah berusaha kabur. Lalu dengan semangat aku mengejarnya untuk memastikan apa tujuan dari orang tersebut. Orang itu berlari kencang dan terus menghindar dariku. Membuatku semakin berkobar untuk menangkapnya dan memukulnya. Dan saat langkahku sudah sangat dekat tubuhnya ku tarik rambutnya dari belakang. Dia meringis,“ aww rambutku “ “ Apa yang kau lakukan di rumahku? Jawab sekarang! “ Teriakku emosi “ A-aku sedang tidak melakukan apapun “ jawabnya ketakutan. “ Kau harus membalikkan badanmu sekarang “ Dia terdiam dan tak mau membalikkan badannya. Sampai akhirnya aku pun tega menarik dan mencekik lehernya dari belakang. “ Tunjukkan wajahmu k*****t “ teriakku lagi. Ia pun dengan pelan membalikkan badannya ke arahku. Dan tak kusangka ternyata orang ini adalah orang yang ku kenal. Tapi apa yang ia lakukan di depan rumahku? Mengapa ia seperti seseorang yang tengah menghindar? Apa dia mendengar apa yang kubicarakan bersama Louis? “ K-kau? “ Ujarku sembari menaikkan alis. “ Maafkan aku, jangan membunuhku “ desisnya meringis ketakutan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN