Pagi hari di rumah keluarga Steve, suasana menjadi berubah. Suasana yang biasanya selalu hening, dingin, dan penuh ketegangan bertranformasi menjadi cair dan bahagia.
Zacklee keluar dari kamarnya setelah semalam sibuk mengerjakan Strategi yang hampir mengancam Reputasinya. Tak biasanya ia keluar dengan senyum hangat menyaingi hangatnya mentari yang bersinar pagi ini.
Tak lupa pula, tangannya membelai rambut Steve yang duduk di meja makan dan mencium kening sang istri. Sedang Steve dan Bu Zoe hanya bisa menganga tak mengerti apa yang terjadi pada Zacklee.
Zacklee duduk dengan wajah sumringah, moodnya berubah menjadi baik. Senyumannya yang lebar menebar kebahagiaan bagi keluarganya. Steve pun tak kalah bahagianya melihat sang ayah, tapi ia juga masih melongo memperhatikannya.
“ Makan yang banyak hari ini ya “ ucap Zacklee kendati memberikan sentuhan manis pada Steve di kepalanya.
“ Haha, iya ayah “ jawab Steve mencoba sok ramah.
“ Ayah akan ke kantor hari ini, sepertinya akan pulang lebih malam. Akan ada proyek dengan perusahaan besar. Doakan semoga maju “ lanjut Zacklee.
“ Hemm, aku sudah biasa tidak bersama ayah. Jadi bekerjalah dengan giat. “ Ujar Steve sambil melayangkan sendoknya dengan kaku.
Ny. Zoe mengedipkan matanya berkali-kali masih tak bisa memahami kondisi yang cair seperti ini.
“ Steve, ibu juga akan pergi bersama teman-teman ibu hari ini “ celetuk Ny.Zoe
“ Iyaa bu..aku..”
“ Hah, aku hampir lupa ingin mengirimkan uang ke nomor rekeningmu. Bersenang-senanglah dengan temanmu yaa “ ucap Zacklee sambil mengusap pundak sang istri.
“ Hahaha iya” jawab Ny.Zoe yang memaksakan suara tawanya.
“ Ahhh sial, aku sudah sangat terlambat. Ayah akan berangkat bekerja terlebih dahulu. Dan satu lagi, nanti kita akan makan malam di luar untuk merayakan proyek besar ayah. “ Imbuh Zacklee setelah menatap arlojinya yang mengarah ke pukul 08.15 pagi.
Zacklee beranjak pergi meninggalkan keluarganya dan segera melaju ke kantornya. Steve dan Ny.Zoe menyoroti Zacklee hingga mereka tak melihat bayang-bayangnya lagi.
“ Apa yang terjadi pada ayahmu? “ Tanya Ny.Zoe, Steve mengerdikkan bahunya.
“ Apa karena ayah mendapat proyek besar? “
“ Dia sering mendapatkan proyek besar. Tapi tak biasanya ayahmu menjadi seperti ini”
“ Bu, apakah nanti kita akan makan malam bersama di luar bersama ayah. Ku pikir ayah berubah kepribadian. Apa ayah punya kembaran? “ Pikir Steve antusias.
“ Kamu terlalu banyak mengarang” jawab bu.Zoe terkekeh geli
***
Irene tidur di dalam kamarnya, Jam dinding sudah melewati pukul 8 pagi. Tetapi Irene, masih asik tidur dan mengangkat selimut hingga ke ujung dadanya. Louis menepuk-nepuk pipi Irene beberapa kali. Irene mencoba bangun dan menahan rasa kantuknya.
“ Kau tak akan pergi bekerja? “ Tanya Louis, Irene menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Kau tidak berangkat? Bagaimana jika pemilik kedai itu mencarimu atau memecatmu? Kita tidak akan makan apa-apa? Lagi pula yayasan oxford belum jatuh ke tanganmu kan? “ Oceh Louis panjang lebar.
Tangan Irene meraba-raba laci samping ranjangnya yang tersimpan pistol kecil. Ia mengarahkan pistol itu ke arah Louis yang sedari tadi berbicara panjang lebar sontak membuat Louis mengangkat ke dua tangannya ke atas.
“ Satu sentuhan saja kau bisa mati, jika tak ingin mati, Pergi! Aku ingin tidur mengganggu saja “ gerutu Irene.
“ I-iya aku keluar”
Louis segera pergi meninggalkan Irene di kamarnya, “ ahhh Irene benar-benar menyebalkan”
Selang beberapa lama kemudian, Irene bangun dan memposisikan dirinya di samping Louis di ruang tamu. Ia pun membawa secangkir kopi s**u untuk Louis untuk dinikmati.
“ Jadi bagaimana tugasmu? Kau sudah membawanya ke apartemennya kan? “ Tanya Irene
Louis memberikan anggukan, “ Apartemen Brownsugar kamar 301 kan? “ Irene mengiyakan pertanyaan dari Louis.
***
Kemarin...
Saat Vincent menghubungiku bahwa Zacklee akan menemuinya pada pukul 00.00 malam hari. Di kedai, aku mulai menyusun Strategi karena aku memiliki pikiran bahwa Zacklee akan mencoba menghabisi Vincent.
Seusai aku bekerja, aku dengan cepat berlari menuju ke arah apartemen Vincent dan duduk di hadapannya untuk memberi tau sesuatu yang sangat penting.
“ Kau..jangan senang dulu bisa menemui Zacklee “ ucapku
“ Mengapa? “
“ Kau tidak bisa merasakan kejanggalan? “ Tanyaku dan dia menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Sudah ku duga, kau bodoh” ketusku.
Sebelum Vincent menelponku, Louis lebih dahulu memberikan informasi bahwa ia tengah di kejar oleh beberapa pengawal Zacklee. Itu membuatku berfikir akan Zacklee yang sudah sangat bingung memikirkan cara untuk menghapus dan terhindar dari persetujuan berkas yang kuberikan pada Vincent.
“ Apa kau fikir orang sekeji Zacklee akan diam jika orang lain mengusik Reputasinya? “ Tanyaku lagi dan dia lagi-lagi menggeleng.
“ Seseorang yang akan kehilangan kekuasaannya akan membuat dia gelap mata. Dan kau adalah satu-satunya orang yang selalu menandinginya, Dia tidak akan diam saja. Menngingat dia ingin bertemu denganmu tengah malam ini sudah pasti bahwa dia akan melakukan sesuatu padamu “
Vincent menganga dan merotasikan pandangannya kepadaku, “ apa maksudmu?”
“ Dia akan menemuimu tengah malam karena dia ingin menghabisimu “ jawabku.
“ Lalu kau akan menjadikanku sebagai umpan? “
“ Ya, siapa lagi? Tenang saja. Kau tidak akan terluka.”
“ Kau sudah gila? Bagaimana jika ia menembakku? Atau mencekik dan membunuhku? “ Tanya Vincent yang setengah ketakutan.
Aku merampas dompet Vincent yang berada di sakunya untuk mengambil kartu ATM guna membeli keperluan-keperluan malam ini.
“ Apa yang akan kau lakukan pada kartuku? “
“ Aku tidak punya banyak uang, jadi aku akan memakai uangmu membeli sesuatu”
“ Kau sudah gila? “ Teriak Vincent.
“ Jika kau masih ragu padaku dan ingin mundur dari langkah ini, mundurlah maka kau tidak akan mendapatkan yayasan itu “ ketusku
“ Ambil ATM ini, jika kau belum memercayai ku” tambahku sembari memberikan kartu ATM
“ Ba-baiklah, aku percaya padamu “ katanya.
Selepas aku mengambil kartu ATM Vincent, aku sesegera mungkin menuju ke berbagai tempat untuk membeli berbagai macam barang. Di mulai dari baju anti peluru untuk menghindari Zacklee membunuh menggunakan senapan.
Dan spons tebal untuk mengindari Zacklee membunuh menggunakan pisau. Lalu aku juga membeli sekantong darah untuk mengibuli Zacklee.
Pukul 22.00 lewat, aku selesai membeli beberapa barang-barang. Dan di sisi lain, Louis terus menelponku karena dia merasa khawatir padaku.
“ Halo, aku ingin memberikan perintah untuk mu “ kataku to the point.
“ Apa? Malam malam begini?”
“ Kau masih ingat soal yayasan yang kuceritakan padamu? Oxford. Hari ini Vincent akan menemui Zacklee untuk tanda tangan berkas persetujuan. Tetapi aku mengerti bahwa Zacklee akan menghabisi Vincent malam ini. “
“ Jadi?”
“ Kau harus memantau Vincent dari kejauhan, dan beritahu aku soal informasi tentang Zacklee dan situasi yang akan terjadi nanti “ perintahku pada Louis.
Tibalah aku di rumah Vincent, dimana aku memasangkan spons-spons tebal itu dan baju anti peluru padanya.
“ Perutmu terlihat besar, kau harus membaluti perutmu dengan perekat sampai perutmu terlihat ramping “
“ Untunglah aku membeli estagen”
Vincent hanya mengangguk dan mengikuti perintahku, aku juga menempelkan kantong darah di bagian perutnya. Jika Zacklee menusukkan pisau atau menembakkan pistol maka pisau dan pistol itu akan menancap ke bagian kantong darah ini dan dia akan percaya bahwa Vincent benar-benar terluka.
“ Aku peringatkan padamu, tengah malam nanti aku yakin sekali dia akan membunuhmu menggunakan Pisau. Jadi aku hanya memasang kantong darah ini dibagian perutmu. Aku yakin bahwa malam ini dia akan menggunakan pisau sebagai senjata tapi baju anti peluru ini untuk jaga jaga saja, kau mengerti maksudku kan? “
Mengapa aku yakin? Aku pernah tau dan pernah dengar bahwa Zacklee tak pernah mempunyai pistol di ruangan kerjanya. Itu adalah Informasi dari Louis yang dahulu pernah memasuki ruangannya.
“ Jika kantor Zacklee gelap, aku yakin dia akan membunuhmu menggunakan pisau. “ Kataku lagi memperingatkan dan Vincent mengiyakan perkataanku.
“ Ahhh baju ini terasa berat, lebih berat dari baju astronot “ keluh Vincent
***
Aku pergi keluar dari apartemen Vincent dan mulai berjaga-jaga di sekitar Kantor Zacklee. Vincent berangkat menggunakan Taksi, sedangkan aku membawa Mobil Vincent untuk di tumpangi Louis.
Louis sudah menungguku di tempat khusus, Dan aku menyerahkan mobil Vincent sebagai alat untuk Louis membututi kemana perginya Zacklee. “ Jangan sampai lolos, kau paham? “
Aku sendiri memberhentikan taksi yang tak sengaja lewat di halte tempatku dan Louis bertemu. “ Permisi, aku akan menumpangi taksi ini. Bisa kau antar aku kemanapun aku mau? “ Tanyaku pada sopir taksi tersebut.
“ Tapi ini sudah tengah malam, aku harus pulang nona “ jawab sang sopir dengan santai.
Aku mengambil pistol di saku jaketku dan menodongkan pistol itu ke arah kem*luan sang sopir. Sopir itu menelan ludahnya dan mengangkat tangannya dengan gemetar.
“ Ikuti perintahku, atau kejantanan mu akan hilang? “ Kata diriku mengancamnya.
“ I-iya ba-baik aku akan mengantarmu sekarang “ jawabnya terbata-bata.
Louis segera melaju ke arah depan kantor Zacklee sembari meminum sebotol kopi s**u untuk menghilangkan pengar. Matanya tak boleh lolos dari jejak orang keji itu.
Saat Zacklee keluar dari Kantornya, Louis langsung menginformasikan padaku. Lalu, saat mobil Zacklee melaju ia terus membututi kemana perginya orang itu.
“ Irene, dia menuju jalan bluebird, sepertinya ini daerah rawan dan lumayan sepi “
Kata Louis menelponku. Mataku terbelalak lebar, sudah ku duga Zacklee akan menghilangkan jejak Vincent dengan membakar mayatnya di tempat pembakaran jenazah.
Bluebird, aku dengar daerah itu. Setiap Jenazah atau orang-orang yang mati di bakar di tempat itu hingga menjadi abu. “ Baik, aku akan segera menuju kesana”
Sebelum Zacklee tiba di tempat itu, aku harus tiba di tempat itu terlebih dahulu.
“ Naikkan kecepatan mobilnya, kita harus ke tempat pembakaran Jenazah sekarang! “ Sentakku pada sang sopir membuat dia lebih menancap gasnya.
“ Tapi aku tidak bisa nona “ ucapnya ketakutan.
“ Bodoh, biarkan aku yang mengemudi” ketusku sembari menukar posisi dudukku dengannya.
Dan beruntungnya dalam strategi ini, aku lebih dahulu sampai daripada Zacklee. Hal ini tentu menyangkut Nyawa Vincent yang masih hidup. Mengapa? Karena disini aku akan menukar pembungkus mayat yang di bawa Zacklee dengan pembungkus mayat yang sengaja ku isi Patung.
Di sisi lain, Louis menyalip mobil yang di tumpangi oleh Zacklee dan dengan sengaja menancap gas ke area tempat pembakaran jenazah tersebut. Zacklee masih jauh di belakang nya. Dan saat dirinya tiba, Louis menyogok bapak penjaga dengan beberapa gepok uang untuk mengulur waktu saat Zacklee tiba.
“ Ini uang untukmu, bisa membiayai anakmu dan istrimu. Tapi..kau harus ingat, saat orang ini tiba disini dan memberimu uang kamu harus mengulur waktu dan berbicaralah dengannya panjang lebar jangan mengizinkannya masuk terlebih dahulu “ ujar Louis sembari memberikan amplop berisi banyak uang.
“ Kau paham kan? Aku tidak punya banyak waktu. Simpan uang ini di sana, agar orang ini tidak mencurigaimu. Dan jika kau berhasil aku akan menambahkan kembali “ tambah Louis hingga bapak penjaga itu mengangguk.
Louis pergi dengan cepat agar Zacklee tak menemukannya. Dia menghampirku yang sedang menunggu di area itu. Selang beberapa lama, Zacklee datang dan meletakkan pembungkus mayat yang berisi Vincent ke tanah.
Ku pantau, Zacklee mencoba memberikan segepok uang tunai pada pak penjaga. Dan penjaga itu menjalankan perintah Louis untuk mengulur waktu. Dan disitulah celah untukku mengganti pembungkus mayat itu dengan pembungkus mayat yang kubawa.
Ku ambil kantong jenazah yang kuletakkan di mobil Vincent, menyeretnya dan meletakkannya di tempat kantong jenazah asli Zacklee yang berisi Vincent.
Misi berhasil, Bapak penjaga itu berhasil mengulur waktu dengan menatap sinis Zacklee. Di situlah pandangan Zacklee mulai tidak fokus pada jenazah Vincent karena pak penjaga berhasil memusatkan perhatiannya.
Aku dan Louis sesegera mungkin mengangkat pembungkus mayat milik Zacklee ke mobil Vincent. Dan saat kubuka benda itu yang tersisa hanyalah Vincent yang tengah terbaring pingsan.
“ Orang ini masih hidup kan? “ Tanya Louis.
“ Dia masih bernafas. Kau antar dia ke apartemennya, aku akan pulang menaiki taksi. “ Ujarku memerintah.
Seperti itulah caraku untuk mengibuli orang yang naif seperti Zacklee. Dia pasti berfikir bahwa Vincent benar-benar mati tapi nyatanya hal dipikirkannya jauh dari kata benar.
Lalu, sebentar lagi aku akan membuatnya terdiam kaku dan menyerahkan asetnya untukku. Benar-benar usaha yang tak sia-sia bukan?