Ya, aku sudah menduga bahwa mereka akan memunculkan reaksi yang sama. Mereka berdua terkejut, kedua matanya membulat. Aku mungkin tak terlalu takut melihat reaksi Tiffany. Tapi, paman Lay?bagaimana dengannya?
Aku mengotak-atik tanganku, Paman Lay memajukan tubuhnya sedikit lebih dekat. “mengapa kau tertarik menikah dengannya Irene?” tanya nya.
“ aku, aku akan menyerang keluarga Zacklee lewat itu” jawabku percaya diri.
“ bodoh, bukankah Steve Sudah mencintaimu? kau seharusnya bersyukur menemukan pria sepertinya.” celetuk Tiffany.
Paman menatap ke arah bibi dengan tatapan sinis, “ omong kosong! apa yang kau bicarakan. Justru bagus Irene bisa menghabisi keluarga itu lewat Steve” kata paman menyanggah.
“ kunci dari keluarga itu adalah Steve. Dia adalah sendok emas dari kedua orang tuanya. Bukankah dulu paman ingin menembaknya? lalu Zacklee menjebloskannya ke dalam penjara?” Kataku menjelaskan.
“ jika itu adalah peluang, maka menikahlah Irene” Ucap paman merestui.
Aku tersenyum mendengar jawaban paman. Tak pernah terlintas di benakku, bahwa paman akan mengucapkan kata-kata seperti itu. Sekarang aku selangkah lebih maju untuk mencapai titik dimana aku akan puas melihat darah yang keluar dari tubuh Zacklee lewat tanganku sendiri.
***
Suara telpon masuk mengawali pagiku. Matahari telah terbit, namun aku masih saja asik menggeliat di atas ranjang. Beberapa kali ponselku berdering, tanganku berusaha menggapai benda kecil yang berbunyi nyaring itu di atas laci.
“ Ini aku, Nyonya Zoe. Ayo kita bertemu” kata nya tanpa basa-basi.
Mataku spontan terbuka lebar, wanita itu mengajakku bertemu. Aku menuruti kemauannya. Dan sekarang, aku masuk ke dalam restoran tempat dia mengajakku bertemu.
Nampak wanita sombong nan necis itu sudah duduk dengan anggun di dalam Restorant. Dia menungguku, aku menghampirinya dan duduk ke hadapannya dengan keren sambil melipat kakiku dan mengibas-ibaskan rambut.
Tatapan itu, tatapan yang seharusnya tak ia lakukan ketika ia melihat calon menantunya. Tatapan benci nya membuatku semakin senang membuatnya semakin benci. Aku cukup penasaran, apa hal yang membuatnya ingin mengajakku bertemu?
“ kau memang tak pernah jera ya?” kata nya memulai obrolan dengan wajah sinis.
“ saat kau pertama kali pergi ke rumah, seharusnya kau menyadari. Ucapan yang ku lontarkan kepadamu saat itu adalah sebuah peringatan. Agar kau tak terus-terusan mendekati putraku” imbuhnya pelan.
Aku tersenyum menyeringai, “ bukankah sebaiknya kita memesan dua gelas teh untuk menemani obrolan kita yang cukup serius ini?” jawabku mengalihkan pembicaraan.
Nyonya zoe semakin menatap tajam mataku, dia menuruti permintaanku. Dua buah gelas teh kini terhidang di atas meja. Dia lagi-lagi memulai obrolannya, “ aku tidak menyukai seseorang yang suka menyia-nyiakan waktu” ketusnya pelan.
“ tanpa kau sadari, ucapanmu daritadi juga membuang-buang waktuku Nyonya.Zoe” kataku pelan sambil mengangkat alis kananku.
“ jauhi putraku, jangan mendekatikunya lagi! Aku...menentang pernikahan kalian” Sentaknya.
Aku tertawa jahat, “ aku bisa saja membuang putramu, aku bisa saja menolaknya. Tapi asal kau tau, bahwa dia yang memintaku untuk menikah dengannya”
Nyonya Zoe memukul meja, seluruh pengunjung menatap ke arah kami. “ Kau...kau hanya mempermainkan putraku?” teriaknya.
“ Akan ku pastikan Steve mengetahui semua niat busukmu. Kau memang jalang, kau bukanlah wanita yang baik. Kau hanya wanita miskin yang terobsesi untuk menjadi konglomerat”
Aku memukul tangan nyonya Zoe yang memukul meja, ku pukul dengan kepalan tanganku. Dia menahan sakit, “ katakan saja semaumu, perbaiki ucapanmu terlebih dahulu. Kita lihat saja, putramu lebih memercayai aku..atau Kau” ketusku pelan.
Aku mengangkat kepalan tanganku yang memukul tangannya, dia memegangi tangannya yang terasa sakit setelah ku pukul dengan tanganku dalam sekali pukul. “ kau harus memahami putramu nyonya Zoe, mengapa dia sangat membangkang pada orang tuanya.” imbuhku pelan sambil menyeruput teh panas di hadapanku.
Nyonya Zoe tertawa jahat, “ setelah berusaha mengambil asetku, kau menjadi semakin sok tau ya”
“ menurutmu bagaimana aku bisa tau?” tanyaku lagi memancing emosinya.
“ Karena putramu selalu berkeluh kesah kepadaku. Dari situ kau harus sadar, siapa orang yang paling di percaya olehnya” imbuh pelan berbangga diri.
Nyonya Zoe terlihat tengah menahan emosinya dari hadapanku, “ aku, akan menjodohkan Steve dengan anak dari temanku yang berasal dari keluarga konglomerat. Butiran debu sepertimu seharusnya mundur” tukasnya.
Aku bergelak, “ Cih..Silahkan saja jodohkan dia dengan siapapun semaumu, dan lihat siapa yang dia pilih” jawab ku lalu aku pergi meninggalkannya.
Salah satu latar belakangku kini sudah terbongkar, mereka sudah mengetahui bahawa aku adalah orang yang telah merampas salah satu aset besar mereka. Masih banyak rahasia tentangku yang belum mereka ketahui, termasuk siapa aku.
Aku tak akan bisa membayangkan, bagaimana jika mereka benar-benar mengetahui bahwa aku dan Louis bersaudara. Dan bagaimana jika mereka mengetahui pula soal aku yang merupakan anak dari tuan Hans.
***
Visco masuk ke dalam kamar Louis lagi, dia terus mencari bukti dan latar belakang siapa itu Louis. Kecurigaan tuannya terus menerus membuatnya harus bekerja keras mencaritahu soal Louis.
Zacklee yakin bahwa Louis sebenarnya adalah saudara kandung Irene, pacar putranya. Dia kini menjaga jarak dengan Louis, karena menurutnya Louis adalah seorang pengkhianat yang seharusnya ia singkirkan.
Namun di dalam kamar itu tak tanda-tanda apapun, dia tak menemukan sedikitpun bukti yang menunjukkan soal keluarga Louis. Walau Louis mengaku bahwa dialah adik kandung Mihaw, tapi ia hanya mengakui lewat mulut nya sendiri. Bukan dari data-data kependudukan atau sejenisnya.
Visco mengerang, dia mengeluh kesal. Dia pun sampai membanting pintu lemari Louis. “ aku frustasi mencari tahu tentangnya” keluhnya, kemudian dia keluar dengan kesal dan pergi ke perusahaan Zacklee.
***
Louis sendiri sekarang tengah menuju ke kantor Zacklee untuk menjalankan tugasnya. Seorang anak kecil perempuan dengan rambut sebahu berjalan menggandeng tangan ibunya.
Tangan kanan gadis kecil itu menggendong boneka kecil, tangan kirinya menggandeng tangan lembut ibundanya. Senyuman terlukis indah di bibir manis Louis saat dia memerhatikan gadis itu yang tampak ceria.
Namun, senyuman itu memudar kala sebuah mobil melaju dengan kecepatan tinggi melintas searah dengan sang gadis dan ibunya. Gadis itu melepas tangan ibundanya karena sibuk menyoroti boneka kecilnya.
Ibunya juga lalai, dia tak menarik tangan putrinya lagi. Dia sudah melewati batas penyebarangan, putrinya tertinggal di tengah jalan. Louis mengambil langkah dengan berlari sekencang mungkin.
Dia menyelamatkan sang gadis, ibunya yang tersadar ikut berteriak melihat anaknya hampir berada di ambang maut. Louis memeluk tubuh gadis kecil itu dan menghempaskan tubuhnya sendiri ke jalanan.
Dia merangkul anak kecil itu bak adik kandungnya sendiri. Mobil yang melaju menabrak tiang yang terpampang di tepi jalan. Semua orang berteriak ketakutan dan menyoroti mobil yang mengalami kecelakaan.
“ Minny.....” teriak ibunya khawatir.
“ gadis kecil, kau tak apa?” kata Louis yang tak kalah khawatirnya sambil melihat-lihat kondisi sang gadis.
Gadis itu mengangguk polos, Louis mengambil bonekanya yang terhempas. “ te-terimakasih paman.” katanya terbata-bata dengan bibir bergetar.
Louis memeluk erat gadis yang ketakutan setengah mati itu, “ tidak apa-apa, kau akan baik-baik saja.” bisik Louis.
“ seharusnya paman khawatir, pa-pasti punggungmu sakit karena kau menghempaskan diri” ujar sang gadis yang juga sama khawatirnya.
Louis bergelak di sela-sela rasa khawatirnya, “ paman tidak apa-apa. Ini sama sekali tidak sakit”
Ibunya berlari menghampiri putrinya, “ Minny, apa kau baik-baik saja. Maafkan ibu” ucap ibunya yang lari lalu memeluk putri kecilnya.
“ paman ini menyelamatkanku ibu” kata Minny.
Sang ibu membungkukkan badannya kepada Louis, “ terimakasih banyak tuan, kau sungguh baik hati. Aku tak tau apa yang akan terjadi jika kau tak menyelamatkan Minny”
Louis membulatkan matanya dan menjongkok ke depan Minny, dia mengelus-elus rambut gadis kecil yang manis itu. “ namamu Minny? namamu cantik sekali”
Minny memeluk Louis, sepertinya dia merasakan kenyamanan saat pertama kali bertemu dengannya. “ aku akan selalu mengingat wajah paman” kata Minny senang.
Louis mengangguk-anggukan kepalanya, “ kau harus lebih berhati-hati oke?” Tegasnya.
“ baiklah paman” jawab Minny.
Louis berdiri,” baiklah aku akan kembali bekerja, bu...lain kali kau harus memerhatikan Minny baik-baik”
“ ya terimakasih sekali lagi” jawab ibu itu.
Louis melambaikan tangannya kepada Minny, dia tersenyum lebar melihat Minny yang turut senang bertemu dengannya. Saat Louis masuk ke perusahaan Zacklee, tiba-tiba Visco datang karena matanya begitu jeli ketika melihat istrinya dan Minny yang berdiri di pinggir jalan.
“ sayang” teriak Visco menghampiri istrinya dan Minny.
Minny memeluk ayahnya, “ ayah....aku bertemu dengan paman yang baik hati sekali”
“ hah siapa sayang?” tanya Visco yang begitu menyayangi putrinya.
“ Dia menyelamatkanku dari kecelakaan” kata Minny yang tampak sedikit tenang.
Visco terbelalak, Dia dengan spontan melihat-lihat kondisi Minny. “ aku tak apa ayah” Ujar Minny tak mau membuat ayahnya khawatir.
“ mobil itu hampir saja menabrak Minny, seseorang berlari kencang dan menyelamatkan nyawanya. Sepertinya dia juga bekerja bersamamu di perusahaan yang sama. Karena dia masuk ke perusahaan itu” kata Istrinya mereka kejadian tadi sambil menuding ke arah perusahaan Zacklee.
Raut wajah Visco terus menerus khawatir, dia memeluk erat putrinya.” lain kali jangan menghampiri ayah ke perusahaan. Jalanan di sekitar sini memang rawan kecelakaan. “
Istrinya mengangguk pelan, “ Minny, ayo kita pulang. Ayah akan pulang nanti.” Ucap ibunya pada Minny.
Minny tersenyum dan mengangguk, lalu menggandeng tangan ibunya dengan Erat. Tak lupa Visco memberikan kecupan manis pada Minny. Di sisi lain, ia pun ingin berterimakasih kepada orang yang telah menyelamarkan nyawa putrinya.
“ tapi siapa orang itu?” tanyanya penasaran.
***
Louis melangkahkan kakinya dengan cepat ke depan ruangan Zacklee. Dia terus menatap arlojinya, “ aku sudah terlambat” katanya kemudian berlari.
Pengawal lain memberitahukan kepada Louis bahwa Zacklee ingin sekali bertemu dengannya.” Louis, tuan Zack ingin bertemu denganmu” ucap salah seorang pengawal.
Louis mengiyakan, dan masuk ke dalam ruangan itu. Zacklee terlihat bingung dan sedang memikirkan sesuatu. “ ada apa memanggilku?” tanya Louis sambil membungkukkan badan.
“ Steve dan wanita itu akan menikah?” jelas Zacklee.
“ hemm?” kata Louis terkejut sembari mendongakkan kepalanya.