AJAKAN STEVE

1227 Kata
Louis menyenderkan tubuhnya di pagar rumah Irene. Tak lupa, dia menutup wajahnya dengan tudung jaket yang di kenakannya. Paman Lay datang sambil memasukkan tangannya ke saku celana dan menghampiri Louis yang tengah menunggu di depan sambil menghisap vape. Paman Lay berdiri di hadapannya. Louis mendongakkan kepalanya, Mata paman Lay tersihir ke arah wajah yang di penuhi dengan lebam biru. Dia menyipitkan matanya dengan serius dan membuka tudung jaket yang menutupi wajah ponakannya itu. “ lebam? apa kau berkelahi dengan seseorang?” tanya Pamannya. Louis meraba lebam biru di wajahnya, “ ahhh ini hanya lebam biasa paman” katanya santai. “ kau tidak menyerang balik orang itu kan? kau hanya pasrah. Siapa yang menyerangmu dan tak bisa menyerang nya?” kata paman Lay lagi. “ apa yang ingin kau bicarakan padaku paman?” Ujar Louis mengalihkan topik pembicaraan. Paman Lay bergelak tawa, “ siapa yang menyerang mu Louis?” Tegasnya sambil menatap serius mata Louis. Louis terdiam, dia kemudian angkat bicara dengan jujur. “ Zacklee” Paman Lay terbelalak mendengarkan jawaban singkat Louis yang begitu mengejutkan. “ apa yang membuatnya menyerang mu hah?” “ dia mulai curiga, aku yang menjadi mata-matanya selama ini. Dia tau bahwa aku adik Irene. Tapi aku berhasil mengelak” Jawab Louis sembari menghisap vape nya. Paman Lay membalikkan badannya sambil berbicara, “ tapi sekuat apapun kau berusaha keras. Dia pasti akan mengenali kalian berdua! Irene bagaimana bisa dia berhubungan dengan anak Zacklee itu?” Kata paman Lay membual. Louis mendongakkan kepalanya, dia terkejut saat tau bahwa paman Lay telah mengetahui hubungan yang terjadi antara Irene dan Steve. “ jadi kau sudah kenal dengan bocah itu?” tanya Louis sambil melangkahkan kakinya selangkah mendekat ke arah pamannya. “ ya, dan paman terkejut. Apa dia benar-benar Irene? apa dia tidak ingat bahwa darah ayahnya terkuras karena ayah b*****h itu cihhh” Ujar paman Lay dengan rasa penuh kekecewaan. Louis diam membisu, dia tak bisa menjawab dengan sepatah kata pun. “ Louis, apa kau merestui hubungan kakakmu?” imbuh pamannya dengan merotasikan bola matanya ke belakang. “ hmm sejujurnya aku tak merestuinya sejak awal.” jawabnya. “ kita harus selangkah lebih maju dalam hal ini Louis” kata pamannya. “ apa maksudmu paman?” Paman Lay membalikkan badannya menghadap ke arah Louis lagi. Dia kemudian mendekatkan tubuhnya kepada Louis, dan mulai berbisik. “ aku akan menyadarkan Irene, bahwa hubungannya ini salah” Louis mengangguk pelan, dia tampak setuju dengan pamannya. Louis menepuk pundak pamannya berkali-kali, “ aku harap usahamu tidak gagal paman” Paman Lay tersenyum, “ bibi Tiffany ada dimana?” tanya Louis “ ahhh ya, dia pergi ke rumah sakit Oxford untuk mengontrol kesehatannya. Dia juga mengurus berkas disana.” jawab pamannya sambil menggaruk-garuk hidungnya. *** Zacklee keluar dari mobilnya. Mobil itu terparkir di depan rumah sakit megah nan luas bernama Oxford. Dia mengibas-ibaskan jas yang di pakainya, lalu masuk ke dalam. Seluruh perawat rumah sakit menatap ke arah lelaki yang menjadi suami mantan kepala yayasannya itu. “ uhhh bukankah itu tuan Zack? apa yang di lakukannya disini? apa rumah sakit ini akan berganti kepala yayasan lagi?” ucap salah seorang perawat berbisik ke perawat lainnya sambil menutup mulut. Zacklee sama sekali tak menyapa semua orang yang dikenalnya di dalam. Walau ada beberapa perawat yang tampak masih menghormatinya, dia sama sekali tak membalas bungkukan para perawat yang pernah bekerja untuk istrinya. Dia menyerobot masuk dan berjalan ke arah ruangan kepala yayasan di iringi dengan beberapa pengawal yang membuntut di belakangnya. Pengawalnya membuka pintu dengan tendangan menukik, tak ada siapapun di dalam. Hanya kemeja wanita yang terpampang di kursi kerjanya. Zacklee mengalihkan padangannya ke kanan dan ke kiri, dia terus mencari keberadaan wanita yang bernama Irene itu. “ pengawal, cari ke seluruh isi ruangan” Sentak Zacklee menyuruh para pengawalnya. Semua pengawal hampir berpencar dan melangkah maju untuk mengecek ke tiap sudut ruangan. Tiba-tiba seseorang keluar dari kamar mandi, Dia melipat kerah bajunya dengan rapi. Pandangannya seketika kaku ketika menatap beberapa lelaki yang berada di hadapannya. Wanita itu adalah Tiffany, “ apa ada yang bisa saya bantu?” kata Tiffany pura-pura gugup. Zacklee mendekat ke arah Tiffany, “ apa kau wanita yang bernama Irene?” tanya nya serius. Tiffany mengangkat kartu identitasnya, “ Tiffany Solavide. Kepala rumah sakit Oxford” jawab Tiffany penuh percaya diri sembari mengangkat alis kanannya dan kemudian berjalan ke arah kursinya. Zacklee membalikkan badannya menghadap ke arah Tiffany, “ apa tidak ada orang yang bernama Irene?” “ Irene? siapa itu. Aku tidak tau” Kata Tiffany pura-pura tak mengetahui. Zacklee hendak berangkat pergi sambil menggerutu, “ Vincent keterlaluan” gerutunya kesal dan mulai keluar dari ruangan Tiffany. Tiffany memeriksa berkas yang berada di hadapannya dengan santai. Dia membuat langkah Zacklee terhenti. “ apa kau menyebut nama pacarku?” ujar Tiffany dengan suara sedikit nyaring. Zacklee lagi-lagi membalikkan badannya menghadap ke arah Tiffany, “ Pacarmu? Vincent Morgant?” tanyanya. Tiffany mengangguk pelan, “ iya. Vincent Morgant mantan pacarku” “ jadi kau yang mencuri aset ini darinya?” kata Zacklee tiba-tiba duduk di hadapan Tiffany. “ maksudmu yayasan ini?” tanya Tiffany dan Vincent mengangguk. “ Tuan Zacklee, aku tau kau memiliki hubungan dengan Vincent. Bahkan Vincent sampai merebut aset milik istrimu ini. Dia memang berusaha keras untuk merebut yayasan ini. Dan dia memberikan yayasan ini kepadaku. Tapi sayang....sangat di sayangkan, dia mencampakkanku bahkan menyiksaku” “ namun, aku beruntung. Aku bisa mendapat yayasan ini setelah putus dengannya” imbuh Tiffany mengarang cerita. Zacklee terdiam, dia meratap dan merenungkan jawaban dari Tiffany. “ Jadi, dia berbicara omong kosong kepadaku agar aku bisa membebaskannya dari penjara ya?” gumam hati kecil Zacklee. Zacklee tak merespon jawaban dari Tiffany. Dia berdiri dari tempat duduknya itu, tapi Tiffany memanggil namanya. “ Tuan Zacklee?” panggilnya sambil memberikan seutas kartu nama pada Zacklee. “ ambillah, siapa tau kau membutuhkan nya” imbuh Tiffany. Zacklee mengambil kartu nama yang berada di depannya dengan kasar. Kemudian dia pergi tanpa mengucapkan kata terima kasih atau selamat tinggal sekalipun. Di lain sisi, Tiffany terus menatap Zacklee hingga dia keluar dari ruangannya. Tiffany menghela napas lega, Dia berhasil memainkan Dramanya. “ beruntung lah aku cepat-cepat pergi kesini. Aku yakin Zacklee pasti berpikir bahwa Vincent telah memperdayainya” gumamnya pelan *** Steve duduk di sofa sambil menungguku selesai mandi, Aku keluar dari kamarku dan mulai menghampiri nya. “ apa tubuhmu sudah mulai hangat?” tanya nya kepada ku. “ ya” jawabku singkat. “ ayo kita pergi, kita cari makanan hangat. Aku akan membicarakan sesuatu juga padamu” ujar Steve. “ hmm baiklah ayo” Aku menyetejui ajakan Steve. Dia tampak ingin membicarakan sesuatu yang sangat penting kepadaku. Tapi, sedikit terlintas di benakku bagaimana soal paman Lay nantinya? apa dia tidak akan marah? Sekarang aku sudah bersiap, aku duduk di samping Steve. Dia menancap gas, mobil akhirnya melaju ke arah tujuan. Kita berhenti di sebuah Restoran jepang, dia menarik tanganku untuk masuk ke dalam. Aku menatap matanya, “ jadi apa yang ingin kau bicarakan Steve?” tanyaku. “ hmmm, belakangan ini aku sering membicarakan mu di hadapan ibu. Dia ingin bertemu denganmu” jawabnya pelan. Aku tertegun, apa ini yang dinamakan hubungan serius? apa aku harus menemui ibunya?. “ ayo temui ibuku sekali saja, aku tak ingin membuatnya penasaran. Irene, apa kamu mau?” tanya Steve lagi. “hmmm bagaimana aku harus menjawab pertanyaan ini ya?” kata Irene sambil bergelak. Steve mengangkat alis kanannya, “ kau mau hmm?”
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN