BILIK RAHASIA

1101 Kata
Bu.Zoe mengirim perintah untuk seseorang agar dia bisa mencari tahu siapa sebenarnya Irene dan bagaimana latar belakangnya. Dia menopangkan ponselnya ke dagu, dia sungguh tak bisa merestui hubungan putra tercintanya bersama wanita yang bahkan telah di cap sebagai seorang berandal olehnya. Pintu kamar terbuka. Bu.Zoe tetap terhanyut di dalam lamunannya dengan ponsel yang masih menopang dagu. Zacklee masuk seperti biasanya, dia membuka jas dan mengganti pakaian sambil melirik ke arah istrinya. “ apa yang kau pikirkan?” tanya Zacklee dengan tampang datar sambil membuka jas dan dasinya. Zoe terdiam tak menjawab perkataan suaminya. Zacklee menatap ke arah istrinya yang tertegun, dia melangkahkan kaki ke arah istrinya yang tengah berdiri di depan gorden. “ putramu sudah menemukan pasangannya” Ucap Zoe sebelum Zacklee menanyakan pertanyaan yang sama lagi untuknya. Zoe membalikkan badannya menghadap kearah Zacklee. Suaminya nampak tengah mengangkat alis kanannya. Mungkin dia setengah terkejut, “ lalu? dimana letak kesalahannya?” tanya Zacklee masih tak mengerti. Bu.Zoe menghembuskan nafas berat, dia terlihat lelah. Lalu dia menghempaskan tubuhnya ke ranjang. “ masalahnya, aku tak merestuinya” ucapnya pelan sembari melirik ke arah Zacklee. Zacklee berjalan melewati istrinya untuk mengganti pakaian sambil menjawab ucapan Zoe. “ jadi kau yang membuat masalah itu?” tanya Zacklee seraya melepas arlojinya. Zoe terdiam, Zacklee duduk di samping istrinya. “ ayolah, dia sudah dewasa. Bisakah kau melepasnya? kau terlalu banyak mengurungnya. Dia harus bebas” ucap Zacklee. “ tapi aku tidak menyukai pasangan Steve. Dia seperti berandal” ketus ny.Zoe. “ bagaimana kau bisa tau?” tanya Zacklee penasaran. “ tadi pagi, wanita itu kemari” jawabnya. Zacklee mengernyitkan keningnya, dia penasaran setengah mati. “ siapa namanya?” “ Irene” jelas Zoe. Nama itu membuat isi kepala Zacklee terngiang-ngiang terhadap ucapan Vincent. Dia pernah mengatakan bahwa Irene lah orang yang menjadi dalang dari perebutan aset yayasan besarnya berupa rumah sakit Oxford. Dia bertanya-tanya dan kembali ragu, apakah ucapan Vincent itu benar? dan jika itu benar, apa motif Irene? mengapa dia begitu ingin menghancurkannya?. Zacklee memegangi keningnya, dia terlihat sedikit berpikir keras. “ memangnya siapa Irene itu?” tanya Zacklee. “ entahlah, aku tidak tau siapa dia. Tapi dia tak terlihat seperti wanita yang anggun pada umumnya. Cuih, mengapa putraku jatuh cinta kepada perempuan berandal” ucap Zoe. “ tapi tenanglah, aku telah mengirim seseorang untuk mencari tau soal latar belakangnya” imbuh Ny.Zoe. Zacklee mengangguk-angguk kepalanya setuju, “ baguslah. Jika kau tau itu segera beritahu aku” ucap Zacklee lalu melangkahkan kakinya ke kamar mandi. Ny.Zoe menatap heran suaminya. Dia sedikit bingung mengapa Zacklee bisa seantusias itu dan tak seperti biasanya. *** Makan malam telah usai. Bibi Tiffany merapihkan semua piring dan peralatan makan yang terlihat berantakan di atas meja makan. Aku menopang dagu sambil menatap ke arah Louis yang tengah melahap apel segar. “ hei, apa yang ingin kau bicarakan?” tanyaku padanya. Louis menelan seluruh apel yang masih penuh di dalam mulutnya, “ ini soal Zacklee” ucapnya pelan. Aku meletakkan tanganku ke bawah. Kali ini aku serius dan tidak main-main setelah mendengar nama itu. “ ada apa dengannya?” tanyaku. “ aku tak sengaja melihat ruangan rahasia di dalam ruangan Zacklee. Menurutmu ruangan apa itu?” tanya balik Louis. “ tempat dia menyimpan uang?” celetuk paman yang juga serius. “ cuih tidak mungkin, dia juga punya berangkas di dalam ruangannya. Mengapa harus menyimpannya di ruangan rahasia?” kata Louis. “ dan dia juga terlihat gugup setelah aku tak sengaja melihatnya yang keluar dari ruangan itu” imbuhnya sambil memakan apel. “ apapun itu, ku yakin ada benda yang memag sengaja di sembunyikannya” jawabku singkat. “ menurutmu aku harus mencari tahu soal itu?” kata Louis. “ Jika tidak membahayakanmu, silahkan saja nak” sahut paman. Louis mengangguk yakin, “ aku akan mencari tahu besok” katanya. *** Sesuai dengan perintah paman Lay, Louis akan mencari tahu soal ruangan rahasia itu. Pagi ini dia sudah siap berangkat ke perusahaan Zacklee dengan mengawal di belakangnya. Semua karyawan terlihat membungkuk ketika Zacklee datang. Mereka semua saling bertegur sapa. Louis terus membuntut di belakang Zacklee dan menjaga di depan ruangannya. Tidak ada tanda-tanda bahwa Zacklee akan keluar. Jika Zacklee keluar dari ruangan kerjanya, dia bisa memiliki peluang untuk mencari tahu ruangan itu. Louis hanya melihat Zacklee keluar dari ruangan rahasia itu kemarin. Dia baru sadar mengapa dinding ruangan Zacklee terlihat lebih bermotif di area itu. Empat motif kotak besar menjadi pintu ruangan rahasia. Seorang sekretaris yang bekerja di ruangan terpisah datang menghadap kepadaku. Dia mengatakan bahwa dia ingin menemui Zacklee sekarang. Semua Karyawan yang ingin menemui Zacklee wajib melapor kepadaku, apalagi hanya seorang tamu. Begitulah cara kerja karyawan di kantor Zacklee kali ini. “ aku ingin menemui Direktur Zacklee” ucap si sekretaris. Louis membungkukkan badannya, dia berkata. “ baiklah, aku akan segera menyampaikan ini kepadanya” Dia masuk ke dalam ruangan Zacklee, dia mengatakan bahwa sekretarisnya ingin menemuinya. Zacklee mengangguk mau, Louis pergi untuk menyampaikan ini kepada sekretaris yang masih berdiri di luar itu. “ baiklah, Tuan Zacklee mengizinkanmu masuk. Silahkan masuk” kata Louis dengan tampang datar. Sekretaris itu masuk ke dalam, mereka melangsungkan obrolan. Dan beberapa saat kemudian, sekretaris itu keluar. Di susul dengan Zacklee yang juga keluar sambil mengancingkan kancing jas nya. “ Louis, aku memiliki urusan sebentar. Jika kau ingin berkeliling silahkan saja” kata Zacklee. Louis membungkukkan badannya, “ ya “ ucapnya singkat. Zacklee dan sekretarisnya pergi, Louis terus menyoroti kepergian Zacklee hingga bayangannya tak nampak lagi. Perlahan-lahan Louis membuka pintu ruangan kerja bos nya itu. Dia mendekat ke arah dinding yang dibaliknya terdapat ruangan rahasia. Louis berdiri tepat di hadapan dinding yang memiliki motif kotak paling besar. Dia mengetuk dinding itu dengan pelan. Memang benar, tak seperti suara dinding yang padat pada umumnya. Ini adalah pintu, tapi Zacklee sengaja membuat motifnya sama dengan motif dinding ruangannya. Di samping dinding yang di duga pintu itu terdapat lukisan bunga yang berbingkai. Louis meraba ke arah pintu, namun tak kunjung terbuka. Kemudian tangannya tak sengaja menjatuhkan lukisan itu. Matanya lagi-lagi berbinar, di balik lukisan itu terdapat tombol angka. “ tombol? mungkin ini seperti sandi agar aku bisa membuka pintunya” Pikirnya. Louis menopang dagu nya di depan tombol itu, “ berapa sandi agar bisa masuk ke dalam ruangan ini?” Suara langkah sepatu terdengar dari arah luar. Telinga jeli Louis mendengar suara langkah itu, dia dengan sigap membereskan lukisan yang jatuh dan menempatkannya ke tempat semula. Tapi sayang dia tak bisa menemukan tempat yang bisa dijadikan tempat persembunyiannya. Gagang pintu ruangan Zacklee bergerak, Louis menatap ke arahnya. Pintu perlahan-lahan terbuka, rupanya orang yang membuka pintu itu adalah Zacklee sendiri. Dia menatap ke seisi ruangan kerjanya, “ apa yang terjadi?” katanya curiga.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN