SALAH PAHAM

1667 Kata
Suasana hotel menjadi gelap gulita, tidak ada apapun yang menjadi media penerangan di dalam hotel itu. Bahkan lampu-lampu yang menghiasi pesta pertemuan antarteman itu juga padam. Tidak ada lilin di meja hias, semuanya gelap dan tak bercahaya. Jeritan suara para hadirin mulai terdengar. Louis memasang smirk di wajahnya karena senang. Irene berhasil menjalankan rencananya. “ Louis, aku berhasil. Bagaimana kondisi di dalam pesta?” bisik Irene sambil lalu memegangi alat komunikasi nya. “ mengapa lampu ini menjadi padam?” “ apa tidak ada lilin atau semacamnya?” “ tolong aku, aku hilang arah” “ Aku tidak bisa melihat apapun. aaaaaa” Semua orang menjadi kacau, mereka berlari kesana kemari karena ketakutan. Mereka saling menggenggam tangan mereka satu sama lain dan saling menjaga. Kali ini Louis mulai menjalankan aksinya. Dia melangkah menuju ke arah Vincent, mengapa Louis paham betul tentang posisi Vincent padahal kondisi di dalam ruangan tampak gelap gulita? Karena dia sangat mencerna seluruh perintah dan strategi dari Irene. Kala Vincent menarik tangan Louis di depan hotel, Dia menghisap aroma parfume yang di gunakan oleh Vincent. Aroma yang memang benar-benar harus ia ingat dan harus ia simpan di memorinya dengan baik. Lalu Louis mencari sumber bau parfume Vincent. Louis menemukan bau itu, Dia memukul punggung Vincent. Ia berteriak karena ada seseorang yang lancang memukulnya, “ Siapa itu? siapa yang memukulku?” teriaknya, Semua orang mengalihkan pandangannya ke arah Vincent yang tengah berteriak. Louis tersenyum karena berhasil mengenali Vincent, Lalu dia mencari keberadaan Zacklee dengan mengenali parfum mewah yang biasa di kenakan oleh bos nya. Vincent terus mencari-cari orang yang berani memukulnya walau suasana tak terang lagi. Tangan Louis menggenggam tangan Zacklee, kemudian dia berkata. “ Siapa ini?” “ Zacklee tenanglah ini aku, apa kau tak mau keluar dari tempat ini?” ucap Louis. “ ahh jadi itu kau, aku lega sekali. Ayo keluarkan aku dari tempat ini” Katanya. Louis semakin takjub dengan kelancaran rencananya. Dia memang sengaja menarik tangan Zacklee sesuai dengan rencana yang di rancang oleh kakaknya. Namun, dia tak memiliki niat untuk membawa Zacklee keluar ruangan. Dia hanya menjadikan Zacklee sebagai umpan. Dia sengaja menarik tangan Zacklee melewati arah dimana Vincent berada. Kemudian saat itu pula Louis lagi-lagi memukul punggung Vincent. Kemudian Louis akan membuat tubuh Zacklee berpapasan dengan tubuh Vincent. Dan disitulah Vincent akan menyangka bahwa yang sengaja memukulnya adalah Zacklee. Sumber kekacauan ini akan membuat sebuah babak baru bagi kehancuran rekan kerja Irene itu. Rencana ini memang harus di buat secara matang, tidak boleh ada yang luput sedikitpun. Dan ketika itu Irene akan datang, menyusup ke dalam guna membuat drama. duggg Louis memukul punggung Vincent saat dia tau bahwa orang itu telah berada tepat di depannya. “ siapa itu hah?” teriak Vincent marah. Kemudian bocah cerdik yang bernama Louis mulai sengaja untuk menabrakkan tubuh boss nya ke arah tubuh Vincent. “ siapa kau, mengapa kau terus-terusan menggangguku?” Ujar Vincent yang kemudian menarik baju Zacklee. Zacklee tertarik, “ siapa kau?” Teriaknya. Vincent tercengang setelah mendengar suara yang terasa familiar di indera pendengarannya, “ Zacklee? jadi kau yang mempermainkanku?” kata Vincent. “ lepaskan tangan kotor mu itu b******k” Jawab Zacklee sambil menghempas kasar tangan Vincent yang menarik bajunya. “ lalu mengapa kau memukulku hah?” Sentak Vincent. “ aku tidak memukulmu sama sekali” Teriak Zacklee sambil mengangkat kerah baju Vincent. Pertikaian mulai terjadi setelah Louis menciptakan kesalahpahaman itu dengan sengaja. Dia diam saat melihat tuannya sibuk bertikai, karena memang itu yang di inginkan dalam rencana ini. Ny. Zoe kemudian menjerit, berusaha untuk menghentikan Zacklee. Dengan gesitnya Louis menginjak gaun ny.Zoe yang panjang. Ny.Zoe terjatuh, dan tak bisa melerai suaminya. “ Ny.Zoe apa kau tak apa-apa?” Kata Louis menolong majikannya bak seseorang yang tak bersalah. “ tidak, tapi Zacklee..” Jawab Ny.Zoe khawatir. “ Tidak! Anda jangan melerai, suasana sangat gelap. Saya khawatir anda yang akan mengalami pukulan. Lebih baik anda menepi, biar saya yang mengatasi masalah ini” Ucap Louis menenangkan sambil membawa ny.Zoe ke tepian. Louis mendekat ke arah Zacklee dan Vincent yang tengah berseteru. Dia berjalan sambil berbisik memberi komando kepada Irene, “ Irene silahkan jalankan tugas mu” Di sisi lain setelah mendengar komando itu, Irene mengangguk dan beranjak melangkah ke lokasi. Louis menarik tangan Zacklee, dia mengenali tuannya itu dengan cermat. “ Zacklee ikut aku” Kata Louis. “ mengapa Vincent menarik bajuku secara tiba-tiba Louis?” Gerutu Zacklee. “ Kemana perginya kau Zacklee?” Teriak Vincent saat menyadari kepergian adik tirinya. Irene masuk ke dalam tempat pesta, walau suasana menggelap dia tetap tekad untuk menjalankan rencananya dengan baik. “ Louis aku sudah masuk,” bisik Irene Louis menepikan Vincent di sisi Ny.Zoe. Kemudian dia menjawab perkataan Irene dengan pelan, “ terus maju dari pintu itu, Vincent berada di tengah-tengah tempat pesta. Kenali jenis parfumnya, dia menggunakan parfum dengan bau baccarat” “ baccarat ya? baiklah aku akan maju” bisik Irene. Irene maju beberapa langkah menuju ke tengah-tengah tempat pesta. Bau parfum baccarat menyengat dan menusuk hidungnya. Vincent lagi-lagi berteriak membuat Irene yakin bahwa sasarannya telah berada di depan mata. “ Zacklee kemana kau?” teriak Vincent. Irene memasang smirk di wajahnya, sekarang saatnya ia melakukan aksi besar yang di tunggu-tunggu. Salah satu hadirin yang hadir di pesta itu di seret habis oleh Irene dengan mulut di tutup. Orang itu tak bisa berteriak, dia tak tau bahwa ada seseorang yang tiba-tiba datang menyerertnya. Kemudian Irene menusuk tubuh seseorang yang di seretnya, dan meletakkannya di tengah-tengah tempat pesta. Beberapa kali pisau di tusuk ke tubuh orang itu tanpa henti, membuat orang itu berteriak dan darahnya mengucur. Kemudian dia mengambil pisau yang memang sengaja di simpannya di kantong sebagai bukti. Semua orang yang berada di pesta kebingungan termasuk Zacklee sendiri. Dengan tiba-tiba seseorang berteriak tanpa ada penyebabnya. Entah teriakan itu memberi arti sebuah ketakutan atau yang lainnya. Namun, di Acara pesta kali ini akan banyak sekali tragedi. Pertumpahan darah yang seharusnya tak ada, pesta yang seharusnya meriah. Tapi di rusak dengan satu oknum yaitu Irene dan yang menjadi pendorong Irene melakukan ini adalah Vincent. “ Irene segera kembali ke kamarmu, petugas hotel hampir menyalakan lampu itu kembali” kata Paman Lay memberi kode pada Irene. Irene menaruh pisau itu ke tangan Vincent. Pisau yang bersih tanpa ada bekas sidik jari siapapun. Pisau yang bermerk dan berjenis sama dengan pisau yang di gunakan Irene untuk membunuh orang itu. Pisau yang bersih itu di nodai sedikit darah yang mengucur dari dalam tubuh orang itu. Agar semua orang lebih percaya bahwa Vincent lah pelakunya. Jadi, Jika lampu mulai di nyalakan. Semua mata akan tertuju pada seseorang yang telah tergeletak di tengah-tengah pesta. Dengan darah yang mengucur di sekujur tubuhnya yang membuat lantai pesta menjadi berlumur darah. Mereka akan tersihir dengan itu. Tentu saja! “ Louis, aku keluar” Vincent semakin bingung dengan seseorang yang tiba-tiba menaruh sebuah benda di tangannya. Dia pikir orang itu adalah Zacklee, Sedang Irene bergegas pergi meninggalkan tempat untuk kembali ke kamarnya. Dua menit setelah dia sampai di kamar, “ Paman bagaimana dengan lampunya?” bisik Irene lewat alat itu. “ tenang, mereka telah menemukan kabel-kabelnya” jawab pamannya di mobil bersama Tiffany sambil memantau kamera cctv. “ nyalakan cctvnya sekarang paman” Seru Irene. Paman Lay mengangguk, “ baiklah kau tenang saja” “ Louis, beritahu bagaimana keadaan pesta itu” Kata Irene membereskan semua rencananya. “ siap” jawab Louis. *** Louis mengamankan Zacklee dan Ny.Zoe ke tepian. Dia berusaha maksimal agar tidak ada orang yang mericuhkan rencananya. Namun sebelum itu, setelah Irene keluar dari ruangan. Louis melangkah pergi ke arah pintu ruangan dan mengunci lagi pintu itu. Hal itu ia lakukan sesuai perintah dari Irene. Agar semua orang berpikir bahwa tidak ada orang lain yang menjadi dalang dalam tragedi ini. Sekarang Louis berdiri di samping Zacklee sambil mendengarkan kekesalan tuannya. “mengapa tiba-tiba dia menarik bajuku?” Tanya Zacklee. “ aku juga tak tau Zack, dia memang suka mencari gara-gara” kata Louis mengompori. cklekk Lampu kemudian menyala kembali, semua mata tertuju ke atas menatap ke arah lampu. Mereka semua menghela napas lega sambil memegangi dadanya. Salah seorang perempuan mengalihkan pandangannya untuk mencari letak suaminya. Dan ya, Suaminya menjadi korban dalam tragedi ini. Dia mulai lemas setelah melihat sosok suami nya yang telah basah oleh darah di atas lantai. Semua orang mulai tersihir ke arah Marcus. Salah seorang korban dalam pembunuhan ini. “ omo..bukankah itu marcus?” “ marcus dibunuh?” “ hah? aku tidak percaya ini?’ “ Vincent pembunuhnya?” imbuh yang lainnya terkejut. Semua pasang mata mengarah ke arah Vincent yang kebingungan dengan kejadian ini. Dia menatap benda yang berada di tangannya. Sebuah pisau yang telah basah dengan darah. Lalu dia menatap ke arah bawah, yang membuatnya semakin tak menyangka adalah mengapa Marcus seorang temannya tergeletak di bawahnya? Tak ada satupun orang yang bisa menutup mulutnya. Mereka tak percaya bahwa pesta ini akan berujung maut. Semua orang saling berspekulasi atas kejadian ini. “ Bukankah Vincent berkelahi dengan Zacklee? mengapa dia bisa membunuh Marcus?” bisik semua temannya. “ Aku yakin dia berpikir bahwa Marcus itu Zacklee.” “ Jadi Vincent salah orang? tapi dia sungguh ingin membunuh?’ teriak yang lain. Vincent mulai kaku dan terbata-bata. Dia semakin tak mengerti dengan keadaan ini. Sekarang dia berusaha untuk memperbaiki semua kesalahpahaman yang ada. “ ti-tidak ini bukan a aku” ucapnya menatap ke arah semua orang. Lagi-lagi Louis sumringah menyaksikan rencana ini berjalan dengan baik, “ Vincent membunuh Marcus?” tanya Zacklee terkejut. “ Dia itu Marcus?” tanya Louis. “ Dia Marcus teman dekatnya sewaktu sekolah, dia baji*gan” Kata Zacklee sambil bergelak. Istri Marcus menatap ke arah Vincent, Dia mulai tak bisa mengontrol emosinya setelah mengetahui bahwa dia membunuh Marcus. Kemudian dia berdiri menghampiri Vincent untuk meluapkan amarahnya sambil memaki-maki orang itu. “ mengapa kau tega membunuh suami ku? Apa suamiku memiliki salah terhadapmu? Bahkan dia selalu bercerita tentangmu” teriaknya di sela-sela isak tangisnya. Beberapa orang menenangkan istri Marcus itu, Jumnyeon datang turun tangan. “ Vincent, aku tak percaya kau melakukan ini” Teriak Jumnyeon sambil menunjuk-nunjuk. “ Ti-tidak ini salah paham” jawab Vincent.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN