SKENARIO

1583 Kata
Cerita paman membuatku terkesima sekalipun bangga. Bagaimana tidak, dia selalu memuji ayah. Menceritakan betapa mulianya hatinya. Mengikhlaskan, memaafkan, dan selalu maju menghadapi siapapun yang menyakitinya. Terkadang aku berfikir, kepribadianku ayah ini sama sekali tak menurun kepadaku. Karena pasalnya setelah kejadian yang menimpa keluargaku, aku menjadi berubah drastis. Bahkan mendengar kata memaafkannya saja, aku tak bisa. Aku membicarakan soal misi yang akan ku lakukan ke depannya, dia bertanya. “ apa misimu?” tanya nya pelan. Aku memberi senyuman kepada paman, “ aku akan segera mengatakannya kepada paman” jawabku lalu aku berdiri dan pergi ke kamar. *** Nuansa pagi kembali hadir dengan sinar mentari yang begitu cerah menyinari bumi. Aku membuka jendela kamar dan menatap ke arah langit. Langit biru dengan awan, membuat pikiranku sedikit tenang. “ cantiknya..” kataku tiba-tiba mengucapkan kata itu karena terlalu takjub. Pandangan mataku turun ke bawah, aku melihat paman yang tengah bersantai di tepi kolam. “ paman, apakah kau menikmati harimu?” teriakku dari atas. Paman membuka matanya yang terpejam, dia asik berjemur di bawah sinar matahari. “ Irene, berjemurlah” teriaknya menjawab. Aku turun ke bawah, dan berdiri di samping paman. “ aku akan pergi ke rumah sakit ssbentar lagi, ada beberapa hal yang harus ku urus” ucapnya saat memejamkan mata. “ oh ya, bagaimana perkembangan soal rumah sakit itu paman?” tanyaku. “ suasana tidak berubah, semuanya baik-baik saja. Aku berencana ingin membeli beberapa alat rumah sakit yang belum tersedia untuk mengobati pasien. Dengan begitu, pasien tidak akan merujuk ke rumah sakit lain yang memiliki alat lengkap” katanya. Aku mengangguk-angguk, “ hemmm, jika paman yang mengontrol semuanya. Pasti ssmua akan baik-baik saja. Sayangnya aku, tak begitu handal soal mengontrol yayasan” “ tenanglah, suatu saat nanti paman akan mengajarimu” jawabnya tenang dan aku tersenyum. *** Eunbi memang tak pernah jengah, dia masih saja memantau Irene hingga detik ini. Saat ini dia memanjak ke daerah pagar yang tersusun di rumahnya. Dia melihat Irene yang tengah berada di kolam renang bersama satu pria. “ siapa pria yang berada di samping Irene itu?” gumam Eunbi sambil merapikan tudung jaketnya. Sebelum dia memantau Irene terlalu lama, dia pergi untuk menemui nyonya Zoe. Sekarang dia berada di restoran, tempat yang telah di tentukan oleh nyonya Zoe untuk bertemu. Nyonya Zoe duduk di hadapan Eunbi, dia mengangkat alis kanannya. “ apa kau menemukan dan tau latar belakang Irene?” tanya nya. Eunbi terdiam sambil memainkan kakinya, dia terus menatap nyonya Zoe dan tak melontarkan apapun dari bibir mungilnya. Wajah nyonya Zoe mulai datar, dia menunggu jawaban Eunbi hingga beberapa menit. “ ahhh baiklah aku mengerti apa maksudmu” seru nyonya Zoe, lalu mengeluarkan segepok uang ke atas meja. Eunbi tersenyum, matanya mulai hijau menyoroti uang yang tepat berada di hadapannya. Tangannya menggenggam uang itu, “ Bocah itu adalah mantan bartender di bar kota. Dia anak broken home, ku dengar dia hidup sendirian. Dia dulu anak terpencil, rumahnya kecil. Tapi sekarang dia tinggal di sebuah perumahan, dan rumahnya besar. Mungkin setelah dia berhenti dari pekerjaan menjadi seorang Bartender, dia sudah sangat sukses” Ujar Eunbi panjang lebar. “ hanya itu yang kau tau?” Sentak nyonya Zoe yang hampir marah. “ Dia tidak pernah bergaul dengan siapapun, setiap kali ada yang menanyakan soal keluarganya dia selalu berkata dia sebatang kara. Tapi dia memiliki satu saudara laki-laki, hanya saja aku jarang melihatnya akhir-akhir ini.” tukasnya. “ siapa dia?” tanya nyonya Zoe. Eunbi mengerdikkan bahunya, lalu dia menggeser ponselnya ke hadapan nyonya Zoe. “ Aku juga melihat pria lain di rumah Irene, Lihat foto yang ku ambil” Seru nya. Nyonya Zoe mengambil ponsel Eunbi dengan tampang datar, “ siapa pria ini?” tanya nya. Lagi-lagi Eunbi mengerdikkan bahunya, “ entahlah, tapi aku mendengar sekilas. Wanita itu memanggil pria itu sebagai paman” tangkasnya. Nyonya Zoe memotret foto pria yang yang berada di ponsel Irene, kemudian dia berdiri sambil menggenggam tas genggamnya. “ aku akan segera menelponmu jika aku membutuhkanmu lagi” jelasnya kemudian dia melangkah keluar dari restorant. “ heh, dasar orang kaya” gerutu Eunbi dengan bibirnya yang miring ke samping. Dia adalah Eunbi, mantan Bartender di bar yang sama dengan Irene. Sebelum memulai pekerjaan itu, dia juga sempat menjadi seorang narapidana, Kasus penyalahgunaan narkoba. Kemudian dia bebas, dan memutuskan untuk menjadi Bartender setelah dia berkali-kali datang ke bar kota yang menjadi tempat bekerja bagi Irene itu. Menjadi seorang Bartender membuat hidupnya menjadi tercukupi, dia tak cukup memiliki uang untuk membeli obat terlarang itu lagi Itulah sebabnya mengapa dia mengenal Irene, meskipun wanita itu dikenal anti sosial tapi Eunbi tau bagaimana kehidupan Irene. Selain dia juga mengenal, Dia juga terobsesi pada seorang Irene. Mengapa? jika di bilang tak normal, mungkin kata ini lebih pantas untuk Eunbi, Dia adalah seorang biseksual, wanita yang juga menyukai seorang wanita. Diam-diam Eunbi mencuri pandang ke arah Irene, setelah Irene berhenti menjadi seorang Bartender, dia juga menutuskan untuk berhenti dari pekerjaan itu. Bagaimana dia bisa mengenal nyonya Zoe? Nyonya Zoe memiliki beberapa tangan kanan yang sering di jadikan alat untuk mencaritahu dan membututi orang yang sekiranya mengganggu kehidupannya. Beberapa tangan kanan itu bergaul bersama Eunbi, di antara ada seorang buronan, mantan pembunuh dan beberapa yang bekerja menjadi Bodyguard. Jadi saat nyonya Zoe memberikan perintah kepada salah satu tangan kanannya, dia merekomendasikan Eunbi karena saat itu dia membutuhkan uang. *** “ ayo kita berangkat ke kantor Zacklee” perintah nyonya Zoe pada sang sopir. Sang sopir mengangguk lalu dia menancap gas, mobil yang di tumpanginya kini melaju cepat ke arah kantor Zacklee. Selang beberapa menit kemudian, mereka tiba di depan kantor Zacklee. Nyonya melangkah menuju ke ruangan suaminya, beberapa pegawai yang sedang berbincang ria seketika bungkam menatap istri bosnya yang masuk ke dalam perusahaan. “ apa tuan Zacklee saat ini ada jadwal rapat?” tanya nyonya Zoe kepada pegawai yang menjadi resepsionis. “ tidak ada nyonya, mari biar saya antar anda ke ruangan tuan Zacklee” jawabnya setelah membungkuk hormat. “ tidak usah, aku bisa berjalan sendiri” sahut Nyonya.Zoe santai. Dia melanjutkan langkahnya untuk pergi ke ruangan Zacklee, saat tiba di lorong ruangan, dia mulai melihat beberapa pengawal Zacklee yang tengah berjaga di luar ruangan termasuk Louis. Mata nyonya Zoe menatap tajam kepada Louis, “ tolong menjauhlah dari ruangan ini, ajak pengawal lainnya. Aku ingin membicarakan sesuatu kepada tuan kalian” perintah nyonya Zoe pada salah seorang pengawal senior dan dia mengangguk. Nyonya Zoe membuka pintu ruangan Zacklee, suaminya tengah duduk manis sambil menyeruput kopi dan mengecek berkas kantornya. Lalu matanya mengarah kepada Zoe yang tiba-tiba datang. “ ahh Zoe, mengapa kau tiba-tiba kemari?” tanya nya sambil menaruh cangkir kopi yang di pegangnya. Zoe duduk di hadapannya, “ aku ingin membicarakan soal wanita itu” Zacklee menghela nafas, “ aku sedikit bosan mendengarnya, beberapa hari ini kita selalu membicarakan soal wanita itu. Aku jadi sedikit jengah” Jawabnya tampak tak antusias. “ bagaimanapun ini demi putra mu, putra kandung mu! apa kau mau putramu di sakiti oleh orang lain? yang benar saja” ketusnya. “ ya ya, baiklah silahkan kau mulai bicara” Jawab Zacklee. “ pesuruhku mengatakan, Jika Irene adalah seorang mantan Bartender. Dia dahulu tinggal di rumah kecil, dia juga memiliki seorang saudara. Namun dia selalu mengatakan kepada semua orang jika dia hidup sebatang kara. Tapi sekarang, dia sukses dan tinggal di sebuah rumah besar. Seperti nya dia sudah berhasil mendapat uang dari aset berhagaku itu. cihhh” jawab Zoe panjang lebar. Zacklee mulai berpikir keras, “ apa kau bilang, kalau dia punya saudara laki-laki?” Zoe mengangguk, “ Dan satu lagi, dia juga tinggal dengan pria ini di dalam rumahnya. Katanya ini pamannya” Zoe menarub ponselnya di hadapan Zacklee, Zacklee melepas tangan kanannya yang sedang menopang dagu. Matanya mulai terbelalak dan mulutnya mulai menganga saat dia tau bahwa pria yang di foto ini adalah Lay. “ L-lay? pria ini Lay?” katanya terbata-bata. “ siapa katamu? Lay? siapa dia?” tanya balik nyonya Zoe. “ bagaimana bisa dia keponakan dari pria ini? Dia adalah pria yang berusaha menembak Steve. Kau tak ingat? saat kejadian yang menimpa di ulang tahunnya?” kata Zacklee dengan tangan nya yang bergetar. Nyonya Zoe menutup mulutnya, “ su-sudah ku duga, mereka pasti keluarga berengsek” “ Tapi soal saudara laki-laki Irene, apa pesuruhmu tak ingin mencari tau soal dia?” tanya Zacklee. “ entahlah, aku hanya khawatir pada Steve. Jika pamannya saja ingin berusaha membunuh Steve, aku yakin wanita itu juga memiliki niat buruk kepada putraku” “ tenanglah, kita hanya bisa bersikap tenang. Aku akan mencari tahu pengawalku soal ini, dan lihatlah apa yang akan aku lakukan pada mereka” Ujar Zacklee yang mulai geram. Wajah Zacklee kian memerah, dia tak percaya bahwa gadis itu merupakan keponakan orang yang dahulu pernah di jebloskannya dalam percaya. Namun sesuatu terus mengisi isi otaknya, sebenarnya mengapa Steve bisa dekat dengan wanita itu? Dan apa alasan wanita itu mendekati putranya? Di sisi lain dia juga bertanya-tanya, apakah Louis juga berbohong? apa saudara laki-laki yang di maksud pesuruh istrinya adalah Louis? Jika memang benar, berarti sudah pasti mereka mempunyai niat buruk terhadap keluarganya. “ aku akan menghentikan semua ini” gumam Zacklee sambil menggigit jari. “ jangan lupa, Putramu mengajak wanita itu makan malam di rumah nanti, aku muak melihat wajahnya” Ucap nyonya Zoe yang berdiri dari tempat duduknya. Zacklee mendengus, “ bersikaplah seperti biasanya, aku yakin wanita itu juga sedang merencanakan sesuatu pada Steve. Jika dia membuat skenario buruk, maka ikuti saja alurnya. Aku juga akan hadir di makan malam nanti, aku ingin melihat seberapa pintar dia membuat dan memainkan skenarionya” kata Zacklee.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN