10.Senangnya

1378 Kata
Di pagi hari seperti biasa ada yang sedang bersih-bersih, memasak, ada yang mandi, mengaji alqur'an dan ada yang berdandan dan lain-lainnya. pagi hari sangat sibuk dan riuh berisik. Setelah selesai mandi alika memakai bajunya, setelah rapih dengan bajunya alika mengambil kerudung segi empatnya melipat dan memakainya asal karena akan merias wajahnya terlebih dahulu. karena di tempat biasanya dia tidur dan berdandan penuh dengan temannya yang lain yang sedang berdandan juga, alika akhirnya membawa alat rias wajahnya berjalan ke arah via yang sedang berdandan juga dan hendak meminjam kacanya yang lebih besar. "Vi.. " panggil alika pada via saudaranya juga, dari ibunya. via pun menengok ke arah alika sebentar yang sedang berdiri di dekatnya. "Apa teh ?" tanya via yang sedang merias wajahnya. ibunya alika adalah kakak dari ayahnya via. meskipun mereka seumuran tetapi via harus memanggilnya teteh karena dia adalah adiknya. "Nanti abis kamu selesai aku pinjem kacanya yah ?" tanya alika. "Boleh teh." jawab via sembari mengangguk. alika tersenyum mendengar jawaban via dan duduk bersila di dekatnya, di depan jendela kecil selebar 60×40cm. Setelah via selesai merias wajahnya dan memakai kerudungnya dia memeriksa kembali dandanannya setelah dirasa sudah rapih via memberikan kacanya pada alika. "Nih teh kacanya aku udah selesai." ucap via. alika mengangguk. "Iyaa." jawabnya. alika mendekat ke arah kaca dan mulai merias wajahnya dengan make up sederhana, hanya memakai bb cream, bedak dan lipstick secara tipis saja. jendela di hadapan alika ini bisa melihat ke arah teras dan halaman tempat mengaji alkitab laki-laki. "Aku duluan ke bawah ya teh." ucap via pada alika. "Iyaa." alika menjawabnya sembari mengangguk. "Kacanya nanti simpennya dimana vi ?" tanya alika melihat ke arah via yang sedang berdiri hendak turun. "Disitu aja teh biarin." jawab via. "Oke!" jawab alika dan mengangguk. ***** Di tempat lain rizal sedang siap-siap berangkat ke tempat mengaji karena hari ini dia kebagian untuk membereskan meja-meja kecil di tempat mengaji. "Dan, gue duluan yahh.. nanti lo bareng zidni aja." ucap rizal pada hamdan setelah rizal sudah rapih dan hendak bersiap-siap menuju tempat mengaji, serta membawa kitab dan peralatan lainnya. "Iyaa.. biasa aja kali, emang gue anak kecil. berangkat sendiri juga kelar, gak usah di anter. emangnya gue anak TK." ucap hamdan. "Yaa kan emang lo lebih kecil dari gue." ucap rizal lagi. "Iya iya deh.. gue mah nurut aja!" jawab hamdan sedikit kesal. rizal terkekeh pelan. "Ya udah, gue duluan." ucapnya lagi. hamdan hanya bergumam dan mengangguk menjawabnya. rizal pun keluar berjalan menuju tempat mengaji. Rizal sudah sampai di teras tempat mengaji, setelah melepas sendalnya tak sengaja matanya melihat perempuan yang sedang berdandan di depan jendela. karena penasaran rizal mempertajam penglihatannya dan setelah jelas rizal melihat bahwa alika yang sedang berdandan di depan jendela itu. Rizal menyandarkan bahunya pada tiang kayu di teras itu tersenyum memperhatikan alika yang sedang berdandan. dari mulai memakai bedaknya hingga menggunakan lipstick dan memakai kerudungnya. seperti kebiasaan alika ketika dia sedang memakai kerudungnya dia selalu meniup-niup kerudungnya ke atas dan itu sangat lucu di mata rizal. rizal terkekeh melihatnya dan tersenyum. Alika tidak menyadari bahwa ada seseorang yang sedang memperhatikannya dari bawah sana. hingga ketika dia sedang merapihkan kerudungnya dan meniup-niupnya ke atas matanya tak sengaja melirik ke arah orang di bawah sana itu. Matanya melebar kaget karena ternyata ada yang sedang memperhatikannya berdandan tersenyum ke arahnya dan alika segera mundur sedikit agar tidak terlihat oleh rizal. "Astaghfirullah.. dari kapan dia ada disana ??" tanyanya dalam hati. pipinya terasa panas karena malu ternyata ada yang melihatnya sedang berdandan sedari tadi. alika memberanikan diri untuk melihat rizal di bawah sana lagi dengan pelan-pelan. matanya melihat ke arah rizal, sedangkan rizal yang melihat alika menengok ke arahnya segera dia melambaikan tangannya dan tersenyum kepada alika. setelahnya rizal masuk kedalam untuk membereskan meja-meja kecil itu sebelum yang lain datang. Alika yang melihat rizal tersenyum sambil melambaikan tangan ke arahnya matanya melebar lagi segera mundur dan merasakan dadanya beredebar. "Kenapa aku deg-degan yah ??" batinnya dan memegang dadanya yang berdebar. alika menggeleng pelan dan mengatur nafasnya, menghirup dan menghembuskannya perlahan agar lebih tenang. setelahnya alika berjalan turun ke bawah sehabis menyimpan alat riasnya pada lemari karena hampir semua temannya sudah turun hanya tinggal beberapa orang saja yang masih berada di atas. Seperti biasa alika duduk di barisan paling depan di dekat pintu di sebelah yaya. yaya dan alika sering bertukar tempat, kadang yaya yang pas di depan pintu kadang juga alika yang di depan pintu. alikapun duduk di sebelah yaya dan tersenyum pada yaya yang menengok ke arahnya setelah duduk. "Piket nanti aku kebagian nyapu yah ?" tanya alika pada yaya. yaya pun mengangguk dan menjawabnya. "Iya. nanti aku kebagian nyuci dan si via kebagian ngepel." ucap yaya. alikapun mengangguk mengerti. setelah menunggu 15 menit akhirnya mengajipun di mulai sampai selesai. Setelah selesai mengaji mereka semua makan terlebih dahulu sebelum melanjutkan aktivitas lainya. "Vi, aku duluan yah kesananya." ucap alika pada via setelah selesai makan. "Iya teh, aku mau nyari ember dulu sama kain lapnya." ucap via dan bergegas mencari ember dan kain lap. sedangkan yaya sudah terlebih dahulu masuk kedalam untuk menyuci piring di rumah eceu dan rumah teh elih, setelahnya mencuci pakaian yang masih tersisa di rumah teh elih. Alikapun mulai menyapu tempat mengaji laki-laki setelahnya keruangan sebelah, ruang tamu rumah eceu. via pun sudah datang membawa ember berisi air dan kain lapnya dan mulai mengepel setelah di sapukan oleh alika. alika membuka gorden-gorden terlebih dahulu, setelahnya alika mulai menyapu lagi. di saat alika sedang menyapu di terasnya via berucap. "Teh tungguin aku ngepel dulu bentar yah ?" pintanya via pada alika. "Iyaa." jawab alika. via pun segera melanjutkan pekerjaannya lagi sambil mengobrol santai dengan alika. beberapa saat menunggu akhirnya via selesai mengepel disana. "Udah selesai kan ?, aku duluan kedalam yah ?" ujar alika. "Iyaa, nanti aku nyusul. mau ganti airnya dulu." ucap via sembari menangguk. alika pun berjalan masuk kedalam terlebih dahulu sedangkan via kembali ke kamar mandi pondok untuk mengganti air dengan yang bersih. ***** Alika sekarang sedang menyapu di rumah teh elih, setelah selesai alika bertanya pada yaya. "Masih lama ya, nyuci bajunya ??" tanya alika pada yaya yang sedang mencuci baju di rumah teh elih. yaya pun menengok pada alika. "Lumayan." jawab yaya. "Mau di bantuin gak ??" tawar alika. "Kalo nyuci baju gak usah. mending kamu bantuin aku nyuci piring deh, soalnya tadi lagi banyak anak laki-laki yang makan jadi belum sempet nyuci piring,,heehhee.." ujar yaya cengengesan. "Yaudah, aku nyuci piring dulu kalo gitu." ucap alika. "Iyaa." ucap yaya sembari tersenyum semringah karena pekerjaannya ada yang membantu dan alika segera pergi ke dapur teh elih untuk membereskan piring dan gelas-gelas yang kotor, untuk di cuci. Alika berjalan ke dapur membuka pintu dan berjengit kaget. "Astaghfirullah al'adzim!!.." ucapnya kaget sembari memejamkan matanya. "Yaa allah.. kirain teh gak ada orang.." gumamnya yang masih terdengar oleh rizal. alika tidak tahu kalau ternyata ada yang sedang makan di dapur teh elih, karena pada saat menyapu tadi tidak ada siapa-siapa disana. "Kenapa harus ketemu sama dia lagi sih ?? aku kan malu tadi pagi dia ngeliat aku lagi dandan." batinnya. alika menghembuskan nafasnya pelan mencoba untuk biasa saja. Sedangkan rizal tidak kaget karena dia samar-samar mendengarkan percakapan antara alika dan yaya di dalam tadi, karena ruangannya bersebelahan. "Ekhem! ekhem!" rizal berdehem kecil. "Makan al." ucapnya berbasa basi dan agak canggung juga sebenarnya karena biasanya mereka tidak pernah berbicara dekat hanya sekilas-sekilas saja. "Ketemu lagi. jodoh kali yaa ??" terkekeh dalam hatinya. "Seneng banget gue ketemu dia, apalagi kalau tiap hari." batinnya lagi, senang. rizal diminta teh elih untuk menjaga toko karena manaf, aji, dan beberapa anak yang lain sedang pergi ke ladang. sebelum ke toko biasanya di suruh makan terlebih dahulu di rumah teh elih, manaf biasanya juga seperti itu. "Oh, iyaa. silahkan." ucap alika ramah sembari tersenyum tipis. karena merasa canggung dan malu, alika segera mengambil piring kotor yang sudah ada di ember dan mencucinya keluar, di kamar mandi belakang. Alika telah selesai mencuci piring, hendak menyimpan piring yang telah di cuci bersih dan ada via yang sedang mengepel di dapur teh elih. "Bentar-bentar vi! mau lewat dulu nanti malah kotor keinjek sama aku yang udah kamu pel." ujar alika. "Iya teh." ucap via. alika pun menyimpan cucian bersihnya pada rak piring, setelahnya mengambil piring bekas makan rizal di meja dan kembali ke belakang untuk mencuci piring kotor itu.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN