11.Rencana renovasi

1090 Kata
Alika telah selesai mencuci piring. dia balik lagi ke pondok setelah menyelesaikan pekerjaannya lewat belakang dan masuk dapur rumah eceu karena rumah teh elih baru saja di pel oleh via jadi masih basah. Sampai di pondok dia tidak menemukan yaya, sepertinya yaya belum selesai menyucinya. akhirnya alika beranjak keluar pondok menuju halaman rumah teh elih karena pasti yaya sedang menjemur baju disana. Alika menemukan via yang sedang mengepel di teras rumah teh elih dan bertanya padanya. "Yaya belum beres nyucinya vi ?" tanya alika. "Belum teh, sebentar lagi katanya." jawab via. "Ookhh.." ucap alika mengangguk. "Mau gantian gak ngepelnya ??" tawar alika pada via. "Nggak usah teh. tinggal sedikit lagi kokk." kata via. "Yaa udah." ucap alika. Via telah selesai mengepel tetapi kembali lagi kesana setelah menyimpan ember dan kain lapnya. via menunggu alika dan yaya untuk kembali ke pondok bersama. yaya keluar sambil membawa cuciannya untuk di jemur. "Masih pada disini ?" tanya yaya pada alika dan via. "Kita nungguin kamu ya." ucap via. "Okhh.." ucap yaya mengangguk. "Udah semua nyucinya ya ??" tanya alika. "Udah kok." jawab yaya. alika dan via membantu yaya menjemur pakaiannya sembari mengobrol santai. "Eh! tadi anak cowok pada mau kemana ?" tanya via. "Kalo gak salah denger sih katanya mau ke kebun, nyangkul. gak tahu mau apalagi." jawab yaya. "Okhh.." via mengangguk. "Bang manaf sama bang aji kayaknya juga ikut yahh ??" tanya via. "Soalnya aku denger kayak suara bang manaf sama bang aji tadi waktu ngepel di dapur eceu, sebelum pergi." ucapnya lagi. "Kayaknya deh. aku nggak tahu, soalnya langsung nyuci waktu denger kayak ada yang makan, rame lagi." ucap yaya. "Terus yang jaga toko siapa ??" tanya via lagi. yaya mengangkat bahunya tidak tahu. "Si rizal." jawab alika santai. "Kok kamu tahu ?? kata siapa ??" tanya via, mengangkat kedua alisnya. "Tadi waktu aku mau nyuci piring ada dia lagi makan sendiri. kalau bukan mau jaga toko mau kemana lagi ? kalau mau ke kebun kan gak mungkin, masa sendiri." jawab alika. "Mmmhh.." via mengangguk mengerti dan bergumam. sedangkan yaya tersenyum kecil mendengar alika menyebut nama rizal. Setelah selesai menjemur baju mereka bertiga kembali ke pondok. via kembali ke atas karena mau tidur siang sebelum waktu dzuhur nanti katanya. sedangkan alika dan yaya duduk di bangku luar sambil membawa hafalan untuk nanti sesudah mengaji alqur'an sehabis sholat dzuhur. mereka sama-sama fokus pada hafalannya, tidak ada yang berbicara, hanya terdengar gumaman mereka yang sedang menghafal. Alika dan yaya bergantian mendengarkan hafalan mereka masing-masing, mengoreksi benar atau tidak dengan hafalannya dan tidak melihat pada catatannya. setelah dirasa mereka sudah hafal dengan hafalannya yaya bertanya. "Al.." panggil yaya. alika menengok pada yaya dan bergumam. "Mmhh.." jawabnya sembari mengangkat alisnya bertanya. "Kalau aku ajak kamu nginep di rumah wanda mau nggak.. ??" tanya yaya agak sedikit ragu. "Emangnya bakal di bolehin yah sama eceu ??" tanya alika balik. "Mmhh.." yaya tampak berfikir sebentar. "Kayaknya boleh deh. kan rumah wanda deket." jawabnya. "Mmmhh.. " alika nampak bingung dan menggaruk kepalanya. "Gimana yah.. aku nggak tahu." ucapnya bingung. "Kok gitu ?" yaya nampak heran. alika mengangkat bahu dan tangannya tidak tahu. "Jadi gimana ? mau apa enggak ??" tanya yaya lagi. "Yaa, ya.. boleh-boleh aja sih.. " ucap alika agak ragu. "Okey! jadi mau yah." ucap yaya senang. alika menghela nafas dan mengangguk pelan. "Tapi sorogan gimana ??" tanya alika. (Mengaji alkitab/mengaji alqur'an) di sebutnya sorogan. "Ya kita lewat dulu. kan bisa nanyain sama yang lain besoknya." kata yaya. "Iya sih.." ucap alika pasrah. "Ya kalau mau sorogan dulu, berangkat kerumah wanda nya malem abis sorogan." ucap yaya santai. karena yaya tidak penakut seperti alika dan yaya agak sedikit bar-bar orangnya. "Ikhhh!.. kok malem ??" protes alika, karena takut. "Daripada berangkatnya malem mending gak ikut sorogan deh, sekali aja." ucap alika bergidik ngeri. yaya terkekeh melihat alika yang bergidik ketakutan itu. "Ya terserah kamu." ucap yaya sembari tersenyum. "Emang mau nginepnya kapan ya ?" tanya alika melihat pada yaya. "Gak tahu juga sihh." ucap yaya. "Emang aku harus ikut yah ??" tanya alika lagi. "Ya.. enggak juga sih." jawabnya cengengesan. "Tapikan kalau cuma berdua sama wanda gak seru al." ucap yaya cepat. "Liat nanti aja deh yah." ucap alika, yaya hanya mengangguk mengerti, karena dia tidak bisa memaksanya. tetapi biasanya kalau yaya yang mengajak alika selalu ikut. Sudah mendekati waktu dzuhur alika dan yaya masuk kedalam dan akan mandi terlebih dahulu sebelum dzuhur, mumpung masih agak sepi karena teman-temannya masih pada tidur sebagian. Alika dan yaya sudah siap di bawah sudah menggelar sajadah dan memakai mukena. tak lama suara bedug penanda waktu dzuhur pun terdengar. mereka saling membangunkan satu sama lainnya dan bergantian ke kamar mandi untuk menggosok gigi, mencuci muka dan berwudhu. setelahnya mereka mulai berjajar untuk melaksanakan sholat dzuhur berjamaah yang di imami oleh eceu. Sehabis sholat dzuhur mereka mengaji alqur'an, setelahnya menyetor hafalannya kepada teh elih. ***** Di lain tempat, tepatnya di pondok laki-laki, yang pergi bekerja ke kebunpun sudah pulang dan rizal juga sudah kembali ke pondok, di gantikan oleh putranya kang ali. Di pondok laki-laki pun sama halnya dengan pondok perempuan setelah selesai mengaji ada yang beres-beres, ada yang memasak dan lain-lain. setelah selesai dengan urusannya di pondok rizal kembali ke toko karena manaf akan istirahat setelah bekerja di kebun milik kang ali, dan akan berjaga sampai sore. Rizal sudah sampai di toko di ikuti zidni di belakangnya dan langsung menyuruh Inay, putrinya kang ali langsung pulang saja karena takut dia merasa bosan menjaga toko. rizal mulai bersih-bersih disana dari menyapu dan yang lainya, setelahnya duduk di sebelah zidni di bangku luar. Setelah rizal sudah duduk di dekatnya zidni pun bertanya. "Zal, katanya teras di pondok tempat cewek mau di bongkar yahh ? mau di bikin loteng ??" tanya zidni. menengok pada rizal di sebelahnya. "Denger-denger dari bang manaf sih katanya gitu. tapi gak tahu kapan jelasnya." jawab rizal. "Okhh.." zidni mengangguk mengerti. "Eh bentar, ada yang beli." ucap rizal pada zidni dan zidni hanya mengangguk saja menjawabnya. rizal pun bangkit beranjak melayani pembeli. setelahnya kembali lagi duduk di samping zidni. "Lo mau nelpon orang tua lo ?" tanya rizal. "Kayaknya. cuman mau ngasih tahu doang, mereka juga gak mungkin datang kesini kan ? soalnya jauh." ucap zidni. "Iyaa. kasian juga mereka kalau kesini pasti bakalan capek, apalagi kalo harus bolak balik." kata rizal. mereka mengobrol lama sampai kedatangan hamdan dari rumahnya menghentikan obrolan mereka, yang hendak kembali ke pondok. Hari menjelang sore, rizal sudah di suruh pulang oleh kang ali karena sudah waktunya pulang dan mengunci tokonya. rizal pun pulang kembali ke pondok sedangkan zidni sudah sedari tadi pulang bersama hamdan.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN