Keesokan harinya, wanda mengajak yaya untuk menginap di rumahnya di suruh oleh ibunya. yaya mengiyakan ajakan wanda dan akan mengajak alika kalau alika bersedia dan sudah izin terlebih dahulu pada bibi nya, Riri_ibunya wanda.
"Al, ikut yuk nginep di rumah wanda. sekalian mau makan-makan juga katanya." ajak yaya, menengok pada alika yang berada di sebelahnya. mereka sedang rebahan di bawah setelah selesai sorogan pagi. sementara wanda sudah pulang sedari tadi.
"Malam ini ?" tanya alika memastikan.
"Hmmhh." yaya bergumam dan mengangguk.
"Mmm.. kalo aku nggak ikut gimana ?" tanya alika lagi.
"Yah.. terserah kamu sih, aku gak maksa." ucap yaya.
"Mmm.." alika tampak berfikir sebentar. "Boleh deh. tapi kamu nanti yang izin sama eceu yahh." kata alika cengengesan. "Aku gak berani soalnya, malu." lanjutnya. yaya tersenyum senang karena alika mau di ajak olehnya.
"Oke! nanti aku yang izin sama eceu." ucap yaya sembari tersenyum. "Yaudah kalo gitu nanti abis ngaji zduhur kita kesana, bantu nyiapin bahan-bahannya buat nanti malem." lanjutnya.
"Iyaa." jawab alika.
****
Sehabis mengaji yaya dan alika pergi bersama wanda menuju kerumahnya. disana sudah ada hamdan yang hendak memancing ikan di belakang rumah wanda, sedang menyiapkan umpannya.
Yaya dan wanda menghampiri hamdan yang akan memancing sedangkan alika membantu ibunya wanda menyiapkan bahan-bahan untuk nanti malam.
"Apalagi ini bi ?" tanya alika pada ibunya wanda. ibunya wanda pun mengecek bahan-bahan nya sudah lengkap atau masih ada yang kurang.
"Udah semua kayaknya alika." kata ibunya wanda. "Okhh iya! alika, nanti tempat pemanggangan nyaa tolong di cuci dulu yahh. soalnya udah lama gak di pake." lanjutnya.
"Siap bi." ucap alika sembari tersenyum.
"Bentar yah, bibi ambil dulu tempat pemanggangan nyaa." ibunya wanda pun mencarinya di lemari khusus tempat perabotan di dapur. sembari menunggu ibunya wanda, alika membereskan bahan-bahannya lagi.
"Nah.. ini dia pemanggangan nyaa. kotor udah lama gak di pake!" ujar ibunya wanda.
"Yaudah aku cuci dulu yah bi ?" ujar alika sembari menerimanya.
"Iyaa. kalo gitu bibi kebelakang dulu yah, mau liat mereka." ucap ibunya wanda.
"Iya bi! nanti kalau udah selesai aku nyusul." ucap alika.
Ibunya wanda pun berlalu kebelakang rumahnya untuk melihat hamdan yang sedang memancing dan alika ke kamar mandi untuk mencuci tempat pemanggangan nyaa.
Sementara yang ada di belakang sangat riuh walaupun hanya bertiga. hamdan dan yaya, yang memancing sementara wanda hanya membantu ketika mengangkat ikannya ke darat.
"Aakhh.. payah kamu dan, masa kalah sama teh yaya!" ujar wanda meremehkan hamdan sembari terkekeh pelan. sementara yaya fokus menunggu umpannya di makan oleh ikan.
Hamdan mencebikan bibirnya. "Ck! bukannya nggak bisa yah.. ikannya aja tuh yang lagi males makan, kayaknya." protesnya.
"Jangan ngeles bilang aja nggak bisa. wlee.." wanda menjulurkan lidahnya, meledek hamdan. hamdan cemberut melihat wanda meledeknya, tapi tidak menyerah untuk terus memancing.
"Eh eh ehh!" yaya merasakan pancingan yang sedang di pegangnya tertarik lantas dia menariknya lebih kencang.
Wanda dan hamdan sontak langsung menoleh pada yaya, wanda langsung mendekat dan mengambil jaring untuk menangkap ikannya.
"Berat banget sih!" ucap yaya, kesusahan menariknya.
"Ayo teh, terus teh tarik!" ucap wanda memberi semangat.
"Iiiikhh!.. hamdan bantuin dong susah nih!" kata yaya. "Kayaknya ikannya gede dehh.." lanjutnya. yaya berusaha menarik pancingannya. wanda mengangguk.
"Iya ikhh! cepet bantuin teh yaya tuh!." ucap wanda pada hamdan, gemas.
Hamdan kesal sekali dengan kecerewetan kakaknya itu, jadi pusing dia mendengar ocehan kakaknya. hamdan pun segera menghampiri yaya dan menggantikannya menarik pancingannya itu supaya cepat, agar ikannya tidak keburu lepas lagi.
"Iya iya nih!" kata hamdan kesal kepada wanda dan segera mendekat ke arah yaya. "Sini teh pancingannya." ucapnya pada yaya. yaya pun segera memberikannya. hamdan menariknya dengan cepat, berusaha sekuatnya dan sudah terlihat bahwa memang ikan itu sangat besar dari ukuran ikan-ikan yang lainnya itu.
"Wahh.. beneran gede yah.." ucap wanda tidak percaya. lantas wanda memberikan jaringnya pada yaya. "Nih teh, teteh aja yang ngangkat ikannya.. heehhee.." kata wanda cengengesan, sembari memberikan jaringnya.
Yaya menggelengkan kepalanya heran. "Ck! ck!.. tadi aja nyuruh orang ngebantuin, sekarang malah kamu yang enggak ngebantuin." ucap yaya menyindir wanda.
Wanda hanya nyengir saja mendengar perkataan yaya padanya. "Yaa, kan ikannya gede, susah tahu, berat." ucapnya memberi alasan.
"Iya iya! dasar si cerewet! hahhaahhaa.." yaya tertawa karena berhasil membuat kesal wanda. sedangkan wanda mendengkus kesal dan cemberut karena dikatai oleh yaya, melipat tangannya ke d**a.
"Udah-udah teh, bercandanya. buruan ini angkat!" kata hamdan menengahi mereka dan memang ikannya harus segera di angkat.
"Eh iya! lupa! hihhii.." yaya pun segera mengangkat ikannya menggunakan jaring. setelah ikannya terlepas dari pancingan dan sudah di masukan ke ember dengan ikan yang lainnya, dia pun berujar.
"Eh, ini emang nggak papa mancing ikannya yang gede gini ??" ujarnya bertanya, melihat pada wanda dan hamdan bergantian. wanda mengangkat bahunya dan berkata. "Nggak tahu." katanya. sedangkan hamdan mengangkat tangannya ke atas dan menggeleng tidak tahu juga.
"Mending kita tanyain dulu nanti. takutnya nggak boleh lagi." ucap yaya memberi saran. wanda dan hamdan, serempak mengangguk dan menjawab 'iyaa'. mereka kembali memancing satu kali, lagi karena sudah dirasa ikannya cukup untuk bakar-bakar nanti.
Ketika mereka sedang menunggu umpannya di makan oleh ikan, ibunya wanda datang menghampiri mereka ke belakang dan bertanya.
"Hamdan.. udah dapet ikannya ??" tanya ibunya wanda. mereka semua yang ada di belakang sontak langsung menengok ke arah asal suara.
"Udah sih bu. tapi dapet ikannya yang gede, emang gak papa bu ?" wanda menjawab dan bertanya balik pada ibunya.
"Ya gak papa atuh." kata ibunya wanda. "Kalo dapet nya yang gede kan gak harus cape-cape mancing lagi, mancing lagi. iya kan ?" lanjutnya. wanda pun mengangguk.
"Ini cukup gak bu, kira-kira ?" tanyanya, sembari memperlihatkan ikan yang ada di ember tersebut.
"Udah cukup kayaknya.., kurang sedikit lagi ajah." jawab ibunya wanda.
"Ini juga udah mau selesai, nunggu sekali lagi dapet ikannya, beres deh." kata wanda. "Oh iya. alika kemana bu ??" lanjutnya bertanya.
"Alika lagi nyuci tempat pemanggangan nyaa dulu. kotor soalnya, udah lama gak di pake, debuan lagi." jawab ibunya. "Okhh.." wanda mengangguk mengerti.
Setelah beberapa saat, alika sudah selesai mencuci tempat pemangganganya dan dia ikut menyusul kebelakang yang sedang memancing. "Beres juga. sekarang tinggal kebelakang." monolognya sendiri. alika membenarkan kerudungnya terlebih dahulu yang sedikit berantakan dan berjalan ke belakang setelah nyaa.
Ibunya wanda yang melihat alika berjalan ke arah mereka pun bertanya.
"Udah beres al ?" tanyanya.
"Alhamdulillah udah bi." jawab alika. ibunya wanda mengangguk. lalu alika menengok pada wanda yang sedang melihatnya dan menggerakan tangannya menyuruh alika untuk mendekat padanya.
"Sini al." ajak wanda sembari tersenyum. alika pun membalas senyuman nya dan berjalan mendekat pada wanda.
"Wah.. banyak banget ikannya." komentar alika saat melihat ember yang berisikan ikan itu.
"Teh yaya ini yang dapet banyak mancingnya." kata wanda.
"Wihh.. hebat, ternyata jago mancing." ucap alika kagum dan melihat pada yaya. yaya hanya terkekeh mendengarnya, tanda-tanda pasti hamdan akan di sindir lagi oleh wanda.
"Biasa aja. cuman kebetulan kok, lagi beruntung aja hari ini." kata yaya.
"Iya jago. daripada yang di sebelah tuh! masa cuman dapet ikan yang kecil-kecil." ucap wanda meledek sang adik dan menunjuk hamdan dengan dagunya yang berada agak jauh di sebelah kiri mereka sedangkan yaya di sebelah kananya.
Benar saja dugaan yaya bahwa wanda pasti akan meledek sang adik. alika pun terkekeh mendengarnya, adik kakak yang satu ini memang selalu seperti itu, sudah tidak aneh lagi baginya. meskipun begitu mereka sangat menyayangi satu sama lain.
"Biarin, wlee.." hamdan menjulurkan lidahnya pada wanda. "Daripada siapa tuh tadi, yang nyuruh-nyuruh bantuin tapi waktu gilirannya malah nyuruh orang lain. huuu.." lanjutnya.
"Yee.. emang beneran berat tahu." ucap wanda membela diri.
"Udah-udah. kalian ini udah pada gede masih aja! pada adu mulut kayak anak kecil." tegur ibunya. hamdan dan wanda pun langsung diam setelah di tegur oleh ibunya. Dan tak lama umpan di pancingannya hamdan di makan oleh ikan, setelahnya memancing pun selesai.
Kemudian yaya dan alika membersihkan ikannya terlebih dahulu, sebelumnya memang ibunya wanda yang membersihkan ikan bersama yaya tetapi alika meminta untuk menggantikannya saja. alasannya karena dia ingin belajar juga kata nyaa.