*****
Yaya dan alika sudah sampai di toko. disana ada bang Manaf dan bang Aji senior disana. alika benafas lega setelah sampai kesana dan tidak banyak para laki-laki yang sedang nongkrong.
Alika tersenyum kala matanya bertemu pandang dengan abangnya manaf, manaf pun membalas senyuman alika.
"Belum tidur al ??" tanya manaf pada alika. "Baru juga jam 9 bang." jawab alika. "Mau belanja apa ??" tanya manaf lagi. "Ini, mau nganter yaya." ucap alika sambil menyenggol bahu yaya. sedangkan yaya hanya cengengesan di sampingnya. "Oh.." ucap manaf sembari mengangguk. "Yaudah cepetan belanja nyaa, ke malaman nanti pulangnya." ujar manaf, alika dan yaya hanya mengangguk menjawabnya.
Di saat yaya dan alika sedang memilih belanjaannya rizal, zidni dan hamdan datang. alika dan yaya tidak mengetahuinya karena mereka di dalam sedangkan rizal dll berada di luar.
*****
"Kamu mau beli apa al ??" tanya yaya. alika pun menunjukan belanjaannya. "Ini." jawabnya. "Mmm.. apa lagi yah ??" ucap alika bingung. "Emang itu udah semua ya, ?" tanya alika. "Udah deh kayaknyaa." jawab yaya, dan mengecek lagi belanjaannya dengan catatannya. "Udah semuanya al. mau beli apa lagi ??" tanya yaya. "Mm.. udah aja deh." jawab alika. "Yaudah panggil bang manaf nya gih!" ujar yaya. "Oke!" jawab alika. alika pun menganggil manaf.
"Bang.." panggil alika, matanya melihat ada rizal, zidni dan hamdan disana. ketika matanya betemu tatap dengan rizal alika langsung mengalihkan pandangannya pada hamdan dan tersenyum tipis hamdan pun membalasnya dengan senyum tipis.
"Udah selesai belanjanya ??" tanya manaf. alika langsung menengok pada manaf. "Udah bang." ucap alika. manaf pun masuk kedalam di ikuti alika di belakangnya.
Zidni dan hamdan kompak menggoda rizal dengan berdehem kecil dan menyenggol bahunya. hamdan mengkode rizal dengan kepala dan matanya ke arah alika. "Bisa diem gak sih lo!!" ucap rizal tanpa suara dan menunjukan kepalan tangannya di bawah, karena kesal mereka berdua menggodanya. dan disana tidak hanya ada mereka bertiga saja pikirnya.
"Bang.. anterin pulangnya yah. sebentar!" pinta alika, di sela-sela manaf sedang menghitung belanjaannya.
"Kenapa emangnya ??" tanya manaf tidak melihat ke arah alika. "Ikhh! kayak nggak tau aja aku gimana." ucap alika. "Bentaran doang ya bang yahh!" pintanya lagi. manaf menghembuskan nafasnya pelan dan menjawab. "Yaudah iya." ucap manaf lembut sembari tersenyum pada alika. "Yess!.." gumam alika senang dan tersenyum lebar memperlihatkan deretan giginya. sedangkan yaya hanya tersenyum melihatnya.
"Udah nih!, tiga puluh sembilan ribu semuanya." ucap manaf setelah selesai menghitung total belanjaannya. "Ini uangnya bang." ucap yaya sambil menyodorkan uangnya pada manaf. "Tunggu bentar yah." ucap manaf, alika dan yaya kompak mangangguk. manaf berjalan ke tempat dimana laci uang berada dan balik lagi setelah mengambil uang untuk kembalian uang yaya. "Nih kembaliannya." manaf menyodorkannya pada yaya, yaya pun menerimanya. merekapun keluar bersama.
"Ji! titip dulu toko yah sebentar." pesannya pada aji. "Mau kemana emangnya ??" tanya aji menaikan sebelah alisnya. "
"Ini.. mau nganter bocah dulu!" ucap manaf tersenyum sembari menggerakkan kepala alika, hingga alika merengut kesal karena kerudungnya jadi berantakkan. "Ikhh!.." alika membenarkan kerudungnya dan meniupnya ke atas supaya rapih. rizal yang melihatnya merasa gemas dengan tingkah alika. "Lucu." batinnya.
"Oh.. yaudah." ucap aji mengerti. alika dan yaya berpamitan hanya tersenyum, mengangguk dan sedikit membungkuk kepada aji, aji pun membalasnya. "Duluan.." ucap yaya pada trio itu, (Rizal, zidni dan hamdan) mereka membalasnya dengan mengangguk dan tersenyum. rizal terus melihat alika sampai tidak terlihat lagi sembari tersenyum tipis, hingga kesadarannya teralihkan karena deheman kecil dari zidni. "Ekhem!.." rizal pun mengalihkan pandangannya dari punggung alika yang perlahan menjauh dan menggaruk lehernya yang tidak gatal.
*****
Alika dan yaya sudah sampai di belakang rumah teh elih, merekapun mengucapkan kata terimakasih pada manaf.
"Makasih ya bang." ucap alika sembari tersenyum. manafpun mengangguk. "Mmhh.. jangan sering-sering keluar malem, untung aja ada abang disana kalo enggak gimana ?? Gak baik keluar malem buat anak perempuan." ucap manaf lembut menasihati. alika yang mendengarnya hanya tersenyum, bahwa abangnya peduli padanya, alikapun menganggukkan kepalanya mengerti.
"Yaudah, alika masuk dulu bang." ucap alika, yayapun menimpali. "Makasih bang.." ucapnya sembari tersenyum dan sedikit membungkukkan kepalanya. "Iyaa.." manaf menjawabnya sembari tersenyumdan mengangguk. setelah alika dan yaya masuk manafpun pergi kembali ke toko.
"Belanjaan dateeeng.." ucap yaya sedikit berteriak setelah sampai di pondok. mereka bersorak riuh karena pesanannya sudah datang. yaya menyimpan belanjaannya di lantai dan membagikannya satu persatu. "Nih.. pesanan punya siapa ini ??" tanya yaya. "Punya aku." jawab nani. yaya pun memberikannya, begitu seterusnya sampai selesai.
Sekarang yaya, alika dan wanda sedang duduk di lantai beralaskan tikar, memakan cemilannya bersama dan sebelum pergi ke warung mereka sudah melaksanakan sholat isya terlebih dahulu jadi mereka sedang bersantai sekarang.
"Kapan-kapan kalau aku ajak makan-makan di rumah mau nggak ??" lontar wanda pada yaya dan alika, menatap mereka bergantian.
"Kalau aku sih mau-mau ajah. cuman tuh! mau nggak ??" ucap yaya dan menunjuk alika dengan dagunya. alikapun mengangkat pandangannya dan menatap mereka bergantian.
"Gimana nanti aja deh, liat waktunya dulu pas apa enggak." ucap alika. wanda hanya mengangguk saja mendengarnya. "Kayak orang yang sibuk ajah." cibir yaya sedikit tersenyum "Sibuk!.. sibuk diem, hahhaa.." jawab alika, merekapun tertawa bersama.
Disaat mereka sedang santai-santainya tiba-tiba penutup kaca jendela terbuka seperempatnya, tidak terlalu keras tetapi membuat alika kaget. "Allahuakbar!.." ucap alika spontan karena kaget. sedangkan yaya dan wanda biasa saja tidak terlalu kaget, lalu yaya segera menghampiri jendela itu melihat siapa yang membukanya.
Setelah melihat siapa yang membukanya, yaya menautkan alisnya dan bertanya kepada mereka.
"Ngapain kalian ??" tanya yaya pada zidni dan hamdan, sedangkan rizal berdiri agak jauh dari mereka supaya tidak kelihatan oleh orang yang di dalam.
Setelah dari warung mereka pulang, tetapi merubah arah jalannya memutar melewati pondok wanita dan iseng membuka penutup kaca jendela dengan lidi dari cela kaca-kaca itu.
"Gabut! jadi kita iseng." ucap zidni sedikit berbisik pada cela kaca itu agar terdengar oleh yaya di dalam.
"Siapa teh..??" tanya wanda penasaran di tempatnya tadi. yaya membuka penutup jendelanya tiba-tiba, memperlihatkan zidni dan hamdan yang berada di luar. karena tiba-tiba zidni dan hamdan sedikit kaget, melihat wanda dan alika di dalam yang melihat mereka di luar. mereka hanya cengengesan. wanda segera bangkit mendekat ke arah yaya yang berdiri di depan jendela.
"Heh! ngapain kamu kesini hamdan! pulang sana! jangan keluyuran gak jelas kamu!" ucap wanda kesal, sedikit berbisik karena takut mengganggu yang lain di atas karena hanya mereka bertiga yang masih di bawah.
"Cuman nganter mereka doang kok." ucap hamdan membela diri, berbisik di jendela. "Eh! enak aja lo! noh si rizal." ucap zidni. sontak rizal yang merasa namanya di sebutpun memelototkan matanya pada zidni. "Kenapa lo bawa-bawa nama gue segala!" protesnya pada zidni.
"Mau ngapain si rizal ??" tanya yaya langsung. "Katanya mau ngeutrek sama si alika." jawab zidni. "Jangan di dengerin omongan si zidni!" ucap rizal cepat. "Ngapain sih lo!?" rizal sedikit mendorong bahu rizal karena kesal."Gue cuman ngebantuin." ucap zidni sembari tersenyum miring pada rizal. yaya dan wanda saling berpandangan sesaat dan tersenyum tipis mendengarnya lalu mengalihkan pandangan mereka lagi..(Ngeutrek) itu, bicara di sela-sela pintu atau kaca kalau malam. jadi si sebutnya ngeutrek. bahasa anak pondok.
Alika yang samar-samar mendengar namanya disebut hanya diam bingung. "Kenapa mereka nyebut-nyebut nama aku..??" batinnya heran. alika hanya mengangkat bahunya tak peduli, hanya diam saja tidak ada niatan untuk mendekat pada yaya dan wanda yang berdiri di depan kaca jendela.
"Udah-udah. pada pulang sana ke pondok. gak jelas tau nggak kalian." titah wanda pada mereka yang di luar, yaya pun mengangguk membenarkan perkataan wanda. akhirnya trio itupun pergi, yaya segera menutup jendelanya dan menguncinya dari dalam.
"Ekhem! ekhem!.." yaya dan wanda berdehem kecil, kembali duduk di dekat alika. "Kenapa kalian ??" tanya alika heran menatap mereka bergantian. "Keselek ??" tanyanya lagi.
"Enggak kok, gak kenapa-kenapa. iyakan wan ??" ucap yaya tersenyum geli. "Iya gak papa. cuman agak seret aja tenggorokan kurang minum kayaknya." ucap wanda meyakinkan. yaya dan wanda berpandangan tersenyum geli bersama. alika yang memperhatikan mereka merasa heran. "Aneh deh kalian. yaudah nih cepet-cepet minum, nanti sakit lagi tenggorokan kalian." alika segera menyodorkan air minum pada mereka berdua. yaya dan wanda pun meminumnya.
*****