Alika mengobati luka Raka di depan toserba. Dia membeli obat-obatan di sana. Alika sama sekali tak menanyakan apa yang terjadi dengan laki-laki itu. Ia hanya mengobatinya, hingga Raka meraih tangan yang tengah mengoleskan salep pada luka itu. Otomatis wanita itu menghentikan aktivitasnya. Ia menatap Raka dengan seksama. Matanya yang penuh pertanyaan seolah diketahui oleh Raka. "Kenapa?" Raka tersenyum, Alika kembali mengobati luka itu. Hatinya kacau, dia kesal pada laki-laki di depannya. Tetapi, dia juga iba pada Raka karena pandangan mata itu masih sama seperti pandangan pertama kali mereka bertemu. "Kamu tahu siapa yang berbuat seperti ini?" tanya Raka pelan. Alika hanya menggelengkan kepala. Dia tak menghentikan aktivitasnya sama sekali. "Siapapun dia, aku enggak penasaran." Alika m

