18. Cemburu

1632 Kata

Jihan buru-buru izin ke toilet. Langkahnya begitu cepat. Mimik wajahnya benar-benar tak bisa disembunyikan. Panik, bercampur dengan malu. Sedangkan Kai hanya mengembuskan napas berkali-kali. Tak kalah terkejutnya. Dia mencoba mengatur napasnya. "Mau makan juga?" Pertanyaan Alika membuyarkan lamunan Kai. Laki-laki itu tentu saja terlihat gugup. "Heh. Oh, kayaknya enggak, deh." Kai melirik jam tangan hitam yang bertengger manis pada lengan kirinya. "Waktu istirahat kamu juga bentar lagi abis. Nggak enak juga makan sendirian." Kai beralasan. Alika mengangguk mengerti. Kai bersyukur Alika mengerti. Dia sedikit lega. "Berarti aku cuma ngerepotin kamu, dong. Buat dateng ke sini?" Kai segera menggeleng cepat. "Enggak, lagipula aku ada urusan di sekitar sini." Laki-laki itu mengulas senyum ti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN