30. Raka dan Permasalahannya

1227 Kata

Jihan merebut sendok dari tangan Kai. Dia sadar bahwa Alika masih ada di sana. Tak ingin mendapat kesalah pahaman di antara mereka. "Aku bisa sendiri," ucapnya. Dia tau Alika kini cemburu melihatnya. Kai hanya mengalah. Matanya bertemu dengan mata Alika. Ada kecanggungan pada tatapan wanita itu. Dia lantas bangkit dan melihat ke arah Raka. "Ayo!" ajak Kai. Raka mendengkus kesal. Dia seperti malas untuk berbicara dengan Kai. Ingin menghindari, namun Kai pasti akan terus mengganggunya. "Tunggu di sini, temani Jihan sebentar," ujar Kai kepada Alika. Wanita itu mengangguk setuju. Kai memilih koridor rumah sakit sebagai tempatnya berbicara dengan Raka. Ruang tunggu untuk keluarga pasien yang masih sepi. Tak ada seorang pun di sana. Hanya suster berseliweran untuk bertugas hari itu. Kai men

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN