Setelah sampai di rumah, akhirnya Zea turun dari motor milik Reno. Yah meski Devano yang mengendarai tetap saja motor itu miliknya Reno. Membuat Zea sedih. Besok-besok Zea bakalan bawa mobil sport merahnya biar agak gaya sedikit. Masa pacarnya ganteng tapi jalan kaki. Cukup Zea saja yang jelek disangka gak punya apa-apa. Devano jangan! "Mau mampir? Ini masih sore loh Dev" Devano berpikir sejenak, nampaknya ini ide bagus. Malam minggu, motor Reno juga tidak sedang dipakai. Mending main dirumah cewek, itulah yang dipikirkan Devano. "Boleh" jawab Devano dengan riang. Keduanya memasuki rumah, namun saat masuk ternyata rumah Zea sedang kedatangan tamu. Semakin Zea masuk kedalam, semakin jelas siapa yang sedang berbincang-bincang dengan kedua orang tuanya. Dia Damar. Zea nampak malas melihat

