Part 23

1046 Kata

"Dev tungguin gue!" Teriak Zea saat Devano berjalan mendahuluinya menuju kampus. Laki-laki itu berjalan sambil tersenyum-senyum mendiamkan Zea. Sepanjang perjalanan Zea masih tetap menagih penjelasan pada Devano. Namun tak Devano gubris. "Aww..." Devano menjerit kesakitan ketika Zea dengan terpaksa menginjak kakinya. "Ya lagian lo dari tadi gak jawab pertanyaan gue" Zea cemberut didepan Devano sambil engap-engapan lari karena Devano mendahuluinya. "Gue harus jawab pertanyaan yang mana Zea?" ucap Devano tepat disebelah telinga Zea dengan suaranya yang sangat lembut. "Em j-jawab pertanyaan yang tadi!" Astaga! Kenapa suara Zea jadi gugup begini. "Jawab yang mana?" Devano tampak sedang menggoda Zea. "Ja-jawab... Ah sudahlah lupakan" Zea kesal karena Devano malah menggodanya. Dia hendak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN