Nala Sebelum aku mengkhatamkan tahun pertamaku, aku mengikuti seleksi internal di sekolah untuk persiapan olimpiade matematika di tingkat distrik beberapa minggu kemudian. Ketika hari seleksi tiba, pesertanya bukan main, banyak sekali. Tapi pada akhirnya, hanya tiga orang sajalah yang akan mewakili sekolah. Hari itu aku berharap, semoga aku masuk di antara tiga orang terbaik itu untuk membawa nama sekolah di ajang yang lebih tinggi lagi. Suatu pagi sebelum berangkat sekolah, aku berharap demikian. Nah, para petarung itu datang dengan wajah yang amat serius dan kebanyakan bermata empat. Saat itu, semua orang sama, tak ada lagi hierarki antara kelas satu, dua, dan tiga. Tak ada lagi junior dan senior, semuanya sama rata. Aku tahu ini tidak akan mudah, tapi pada akhirnya, aku menjadi sa

