Evgen Lief Vorogov tak pernah menyangka sebenarnya, bahwa ia dengan cepat dinaikkan statusnya dari seorang putra mahkota menjadi raja dalam usia yang relatif masih terbilang muda. Rupanya wabah yang sedang menyerang negerinya ada sisi positif tersendiri yang terselip terlebih untuk dirinya, karena dengan wabah itu ayahnya yang seharusnya masih bisa bertahta selama belasan tahun lagi, namun harus terbaring karena sakit parah terjangkit wabah tersebut. Siap tidak siap Evgen harus mengemban tanggung jawab melanjutkan jalannya kekuasaan, namun sayangnya dari mengemban tugas itu ada sebuah maksud terselubung yang sudah ia rencanakan bahkan jauh sebelum ia diresmikan menjadi sang putra mahkota. Balas dendam untuk melampiaskan sakit hatinya pada Sang Raja terdahulu, ayahnya, Raja Grigori. Namun nyatanya, balas dendam dari rasa sakitnya tidak hanya dirasakan oleh Raja Grigori saja, tapi juga siapa saja orang yang ia tidak sukai, meskipun itu keluarganya sendiri namun jika orang-orang itu berusaha untuk menghalangi mimpinya, maka orang tersebut akan musnah. Benar, ia tidak pandang bulu untuk menyingkirkan mereka semua. Baginya yang paling utama adalah melancarkan ambisinya untuk menguasai kerajaan dan membahagiakan sang ibunda, Selir Dayana.
Raja Evgen sangat menikmati masa-masa setelah ia diangkat menjadi raja baru Kerajaan Negeri Vorogov. Semua apa yang ia perintahkan selalu dituruti oleh bawahannya bahkan rakyat sekalipun tanpa mereka bisa menentangnya. Ia pun tak ada rasa canggung untuk meraup keuntungan selama ia yang memegang kendali seluruh kerajaan ini, dan bahkan Ia juga tak segan-segan untuk menyingkirkan siapa saja yang ingin menghalanginya. Sama halnya seperti yang ia lakukan kepada Surva dan keluarganya. Ya, memang ia yang telah membuat rencana licik bersama penasehat kerajaan nya untuk menjebak wanita tua itu. Baru beberapa saat lalu ia memerintahkan kroco-kroco kerajaannya untuk menangkap hidup-hidup wanita tua itu beserta seluruh keluarganya tanpa bersisa satupun. Tak perlu menunggu lama karena semua ucapan dan perintah yang keluar dari mulutnya merupakan titah yang wajib dijalankan oleh seluruh lapisan rakyat negeri Vorogov.
Didalam singgasananya tampak sang raja lalim itu sedang duduk dengan santai menyesap jamuan tehnya dan dikipasi oleh dua dayang cantik di belakangnya. Iya masih menunggu sang penasehat kerajaan untuk memberikan laporan terbaru padanya. Tak perlu menunggu lama karena penjaga pintu ruang kerajaan menginformasikan bahwa sang penasehat telah datang dan ingin menghadap sang raja, tentu saja Raja Evgen mengangkat tangannya untuk mengisyaratkan si penjaga gerbang membukakan pintunya. Dazo, lelaki yang usianya tak terpaut jauh dengan sang raja baru itu pun akhirnya datang dan memberikan laporan terbaru soal titahnya beberapa waktu lalu. Ia dulunya adalah teman bermain Raja semasa kecil hingga mereka bersahabat dan ketika sang putra mahkota naik tahta menjadi raja, Dazo pun diangkat oleh raja baru menjadi seorang penasehat kerajaan bersamanya.
"Saya ingin melapor Yang Mulia!" Ucap Dazo dengan sangat hormat.
"Katakanlah!" balas sang raja, Ia pun ingin mendengar berita yang baik keluar dari mulut Dazo.
"Para prajurit sudah sampai di kediaman Surva dan keluarganya, dan dari laporan yang saya dapatkan mereka sudah menangkap wanita tua itu, hanya saja keluarganya yang lain berhasil kabur sebelum utusan kerajaan sampai di rumah tersebut."
“Begitu rupanya, cukup cerdik juga mereka bisa mengetahui rencana kita yang dadakan seperti ini.” Kata Raja Evgen salut.
“Berapa jumlah orang Surva beserta keluarganya?” Tanya sang raja kemudian.
“Semuanya ada empat, Yang Mulia. Mereka adalah Surva, Anak Perempuannya, Menantu, dan satu bocah laki-laki.” Jawab Dazo berdasar data yang ia peroleh.
“Kalian sudah pastikan hanya ada empat orang saja?” Tanya Raja Evgen cermat, karena ia tak mau dikemudian hari justru ada anggota keluarganya yang diam-diam melancarkan dendam padanya.
“Sebelumnya kami mendapatkan info, jika anak perempuan Surva sedang mengandung, namun kemudian keguguran.”
“Baiklah, aku tidak ingin ada satupun keturunannya yang masih hidup. Kau harus pastikan itu!” Titahnya lagi.
“Baik Yang Mulia, akan kami laksanakan!” Balas Dazo penuh rasa hormat.
Raja pun puas dengan laporan dari penasehatnya itu, ia pun tersenyum sinis, memang seharusnya seorang wanita tua beserta seluruh anggota keluarganya tidaklah terlalu merisaukannya, toh awalnya juga tak terlalu memusingkan, namun rupanya setelah ia biarkan, wanita itu justru melonjak dan lama-lama justru tumbuh dan berkembang menjadi bumerang untuk kepemimpinannya.
Tepat sekitar 20 tahun silam, saat kelahiran seorang bayi laki-laki telah terlahir ke dunia ini. Pasangan Raja Grigori dan Ratu Dayana telah memiliki calon penerus tahta kerajaan mereka. Seluruh negeri menyambut dengan suka cita tak kalah bahagianya dengan keadaan di istana kerajaan yang disertai dengan suara pecah tangisan sang calon putra mahkota. Evgen Lief Vorogov, mereka menamai sang calon putra mahkota demikian. Kesuka citaan rakyat tak pernah tau bahwa nantinya di masa yang akan datang Evgen yang begitu mereka nantikan dan cintai kedatangannya di dunia ini akan membawa petaka bagi negri mereka saat Evgen dewasa berkuasa dan menjadi Raja lalim seperti di masa ini. Sedari lahir tak ada yang salah dengannya, ia tumbuh dengan limpahan cinta yang utuh dari kedua orang tuanya yang paling berpengaruh saat itu dan rakyat di negeri Vorogov tersebut tentunya. Dibesarkan dengan cinta dan kasih sayang, membuatnya tumbuh menjadi anak yang riang, rendah hati dan peduli pada sekitarnya. Evgen kecil adalah sosok anak yang cerdas dan mahir dalam hal berburu, berenang ataupun memanah. Ratu Dayana yang kerap mendampingi putranya untuk belajar bahkan turun sendiri untuk mengajari berbagai hal yang ia kuasai secara langsung. Tak ada yang aneh, semuanya tampak berjalan baik-baik saja sampai saat ketika Evgen kecil menginjak usia 7 menuju ke 8 tahun, tiba-tiba saja ayahnya Sang Raja Grigori berubah drastis, cinta dan kasih sayang yang dulu tercura untuknya sudah jarang Evgen rasakan, hingga lama-lama akhirnya menjadi sosok yang dingin terhadap dirinya terutama pada ibunya sang Ratu Dayana, bahkan Raja sudah jarang menemui mereka. Hal itu berlangsung cukup lama, ada sekitar setahun lebih. Tiap kali Evgen kecil menanyakan keberadaan tentang ayahnya, sang ibu selalu mengatakan bahwa ayahnya sedang sibuk mengurusi kerajaan jadi dia tidak ada waktu yang terlalu banyak untuk mereka semua. Awalnya alasan yang ibunya utarakan bisa Evgen kecil terima, namun lama-lama ia menjadi merasa curiga. Terutama ketika seiring bertambah besar dirinya dan bertambah pula rasa ingin tahunya membawanya menemui sebuah kenyataan hidup yang pahit. Ia mendengar banyak omongan-omongan yang dibisikkan para dayang-dayang istana tentang nasib buruk yang menimpa ibunya, pandangan kasihan dari mata orang yang seharusnya menghormati dan menjunjung tinggi dirinya dan sang ibu membuat Evgen lama-lama risih dan mencari tau lebih. Dari situ ia tahu sebuah kenyataan yang membuat Raja Grigori sudah tak sering menjumpainya dan Ratu Dayana. Hal yang membuat Evgen kecil menjadi sakit hati, kecewa, marah pada sosok ayahnya dan membuatnya menjadi cikal bakal menjadi raja lalim dikemudian hari. Ya, semua hal itu dilandasi oleh hal buruk yang ditimpa semasa kecil. Rupanya, ayahnya Sang Raja Grigori sudah mencampakkan Ibunya dan dirinya. Rupanya ibunya yang awalnya adalah seorang ratu kini sudah digulingkan statusnya menjadi selir, lantaran Sang Raja Grigori tak mencintai Ibunya dan justru mengangkat wanita lain yang merupakan kekasih Raja Grigori untuk menjadi seorang ratu baru yang selalu mendampingi ayahnya kemanapun berada. Usut punya usut, rupanya dahulu pernikahan Putra Mahkota Grigori dan Putri Dayana merupakan sebuah pernikahan hasil dari perjodohan. Saat itu Grigori muda sudah memiliki kekasih saat sang ayah atau kakek dari Evgen berkuasa dan memaksa Grigori untuk memutuskan kekasihnya yang dari kalangan rakyat biasa untuk mau dijodohkan dengan Putri Dayana dari kalangan bangsawan paling berpengaruh saat itu. Hal itu adalah bagian dari tugas yang harus Grigori emban karena kerajaan butuh calon putri mahkota yang memiliki bobot, bibit, dan bebet unggulan demi kualitas keturunan mereka nantinya. Dengan berat hati dan terpaksa akhirnya Grigori menyetujui rencana kerajaan yang menurutnya tak adil. Ia pun memutuskan kekasihnya dengan baik-baik dan menikah dengan Putri Dayana. Istrinya itu tak pernah mengetahui siapa sebenarnya suaminya terdahulu, yang sang putri mahkota ketahui adalah ia satu-satunya wanita yang dicintai oleh sang putra mahkota hingga ia menjadi Ratu dan melahirkan Evgen, ya semua masih seperti yang Dayana kira, pun saat putra mereka kanak-kanak tetap sama. Sampai ketika sang ayah mertuanya meninggal dan Raja Grigori mulai berubah perilakunya terhadapnya sedikit demi sedikit, lelaki itu mulai menjaga jarak dengannya yang masih diangkat sebagai Ratu saat itu. Rupanya sang Raja mulai dekat lagi dengan sang mantan kekasihnya hingga menikahinya dan menjadikan ratu baru sebagai bentuk kecintaannya pada wanita itu. Raja yang secara terang-terangan jujur pada Dayana mengatakan bahwa statusnya sudah berubah menjadi selir, ia tak mungkin menceraikan Dayana mengingat bahwa wanita itu adalah ibu dari anaknya. Namun, sebagai bentuk penyesalannya, Raja telah menganugerahi Dayana sebagai Selir spesial sang raja dan diberikan hak istimewa yang setara dengan Ratu. Sebuah hal absurd yang jauh berbeda ditampakkan oleh Sang Raja yang terkenal baik, mengayomi rakyatnya, peduli dengan semua orang, namun rupanya bak b***k cinta yang lemah, yang bahkan dengan tega menduakan Dayana dan menggulingkannya karena atas dasar kecintaannya dengan ratu baru. Sejak saat itu Dayana ditempatkan di sebuah istana yang mirip kastil lengkap dengan para pelayannya. Evgen juga turut dibawa kesana bersama sang ibu. Saat itu ia tak paham apa-apa, setahunya hanya akan berlibur namun lama-lama kemudian mereka justru menetap.
Awalnya semua orang menganggap Evgen sebagai putra pertama Raja Grigori sudah barang tentu bakal menjadi Putra Mahkota penerus kerajaan dan akan menjadi raja ketika Raja Grigori melepas takhta nantinya. Meski begitu sekarang secara terpaksa karena keadaan Evgen kini benar-benar menjadi Raja sesungguhnya, namun rupanya sempat ada masa dimana sang Raja ragu untuk membuat anak pertamanya itu sebagai putra mahkota lantaran Evgen bukan dari anaknya bersama sang ratu baru, dan seiring bertambah usia serta berbagai usaha sudah ia usahakan untuk membuat ratu kesayangannya memiliki calon putra mahkota lain, namun nyatanya sang ratu baru tidak pernah melahirkan putra yang diinginkannya, melainkan terus-menerus melahirkan bayi berjenis perempuan. Setelah semua usaha itu, akhirnya lama-lama raja pasrah dan mengangkat Evgen sebagai putra mahkota satu-satunya. Meskipun benar saja ketika Evgen tumbuh menjadi remaja, sang ayah justru sering mendatanginya, untuk membimbingnya menjadi Putra Mahkota, tetap saja Evgen tidak bisa menerima itu, setelah selama ini ia dan Ibunya dicampakkan. Semua rasa sakit hatinya telah mengobarkan api kebencian yang berubah menjadi ambisi dalam dirinya untuk segera merebut kerajaan dan rupanya benar saja, semesta berpihak padanya. Setidaknya untuk saat ini.
“Apa kabar ibu ratu?” Sapa Raja Evgen lemah lembut saat menjumpai Selir Dayana di sebuah taman. Bagi Evgen, hanya sang ibulah yang akan menjadi ratu selamanya di hati, tak akan ada posisi yang menggantikan sang ibu. Tak ada satupun wanita yang mampu.
“Anakku, rupanya kau sudah kembali.” Balas ramah seorang wanita dengan penampilan yang sangat elegan meski dalam balutan gaun kerjaan yang minim ornamen tersebut.
“Maafkan ananda, Ibu. Sejak menjadi raja, justru ananda jarang menemui ibu ratu.” Kata Evgen dalam perilaku yang tampak manja dan penyayang, hal yang berbanding terbalik saat ia menghadapi orang-orang yang menentangnya. Raja Evgen lantas merangkul bahu ibunya. Mendapatkan pelukan itu, Selir Diana lantas mengelus kepala anaknya yang kini juga bertengger di bahunya.
“Pasti melelahkan ya, harus mengemban tanggung jawab sebuah negeri yang luas?” Tanya wanita lembut itu.
“Mungkin awalnya terasa berat ibu, namun ketika mengemban tugas itu sembari mengingat ibu, semua rasa lelah itu sirna dan menjadi semangat untuk menjalankan kerajaan.” Jawab Raja Evgen masih terus memeluk Selir Dayana.
“Apakah ibu menyukai taman ini?” Tanya Raja Evgen meminta pendapat sang ibunda.
“Sangat. Ibu sangat menyukai taman dengan bunga-bunga disini.” Tampak jelas wajah kagum Selir Dayana saat memandang pemandangan di depannya.
“Nikmatilah, Bu. Ananda buatkan taman ini untuk ibu dan akan bangunkan istana megah yang pernah ada untuk ibu seorang.” Kata Raja Evgen dengan bakti.
Selir Dayana tersenyum, “Ini pun sudah bagus, asalkan ada kamu anakku, semua hidup ibu sudah lengkap dan bahagia.” Katanya dengan tulus.
“Hemm, ananda akan berikan lebih..” Kata Raja Evgen dengan kukuh.
Ya, Sang Raja baru itu berniat membangun sebuah istana yang sangat megah dan besar serta luas untuk Ibunya, Selir Dayana. Sebuah ambisi dari rasa sakit hatinya kepada kerajaan lah yang membuatnya seperti itu.