"Aku sudah kirimkan beberapa foto tadi. Lelaki yang kamu maksudkan memang setiap hari datang ke rumah itu." Suara penjelasan seseorang yang sudah kubayar membuatku semakin terpuruk. Bagaikan bisa Rafli merahasiakan semua ini darinya? Apa maksudnya? "Baiklah, aku akan lihat sendiri." Sambungan terputus. Mobil hitam keluaran terbaru berhenti di seberang jalan sebuah perumahan sederhana yang jauh dari kesan glamor. Di balik kemudi, Tasya melepas kacamata hitamnya, menatap lurus ke arah rumah bercat krem pucat dengan pagar hitam sederhana. Dari luar, rumah itu sama sekali tak mencerminkan kemewahan, bahkan bisa dibilang terlalu sederhana untuk ukuran seorang pria seperti Rafli. Namun, sesuatu membuat jantung Tasya berdegup kencang, ia baru saja melihat Rafli keluar dari sana. “Apa yang ka

