Tanggung Jawab

1119 Kata

Ruang kerja itu terasa lebih sempit dari biasanya. Berkas-berkas tersusun rapi di meja, layar komputer menyala menampilkan grafik keuangan, dan dering telepon sesekali mengganggu kesunyian. Namun bagi Rafli, semua itu hanya bayangan semu. Fokusnya buyar. Matanya menatap kosong ke arah jendela besar yang menghadap jalanan sibuk, tapi pikirannya tidak berada di sana. Sejak pagi, bayangan seorang perempuan muda dengan wajah pucat lembut terus menghantui benaknya. Perempuan itu tengah mengandung empat bulan usia kandungan yang setiap detiknya berdenyut di dalam rahimnya. Anaknya. Buah dari sebuah hubungan yang tidak direncanakan, tapi tidak juga bisa diingkari. Melati. Nama itu membuat dadanya bergemuruh. Di satu sisi, ia ingin menunggu dengan sabar, bersikap tenang sebagaimana lelaki ber

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN